Apa kabar cinta? Apa kabar dirimu disana? Masihkan tertulis namaku di hatimu?
Apa kabar cinta? Apa kabar dengan perasaanmu? Masihkah dirimu menyayangiku?
Apa kabar cinta? Apa kamu masih mengingatku? Masihkah terlintas tentangku dalam sajak-sajak bagian hidupmu?
Apa kabar cinta? Apa kabar tentang janjimu yang akan memperjuangkan cerita cinta kita? Apa kau masih ingat? setelah kamu dengan sadar berkhianat.
Tapi setelah ku renungkan, ku rasa semuanya memang sudah berakhir dengan sia-sia, karena apa? karena kau telah mendua dan berlalu, karena kau tak lagi disini. Dan yang lebih penting, karena aku akan segera melupakanmu yang bahkan tak pernah hadir lagi disetiap detak jantung dan hembusan nafasku. Kau tak pernah ada lagi saat rindu-rindu ini masih menyiksa. Aku akan segera melupakanmu saat dirimu terlalu jauh dari pandang dan jangkauanku.
Ku biarkan kamu berlalu dan menikmati pilihanmu, dan aku akan segera berhenti secepat yang ku bisa. Aku tak ingin lagi berjuang dan mungkin aku akan menyerah, saat dulu aku ingin kau selalu temani setiap bagian cerita dalam hidupku, kini bahkan aku ingin hidup tenang tanpa bayang-bayangmu lagi di seisi pikiranku.
Aku bahkan tak bisa mengatakan jika aku kuat tanpamu, sebab aku selalu di lemahkan oleh Rindu-rindu yang tak pernah tahu jika itu melukaiku. Tapi akan kupastikan satu hal, aku akan menjadi lebih egois dari apa yang kamu kenal. Mungkin dengan begitu aku tak akan terjebak dalam cinta buta yang torehkan luka, aku akan berlari sejauh yang ku bisa, agar aku dapat menghapusmu dari hati dan ingatanku. Agar aku tak perlu lagi terluka dengan sesuatu yang bernama Cinta.
- R.Majid -
KAMU SEDANG MEMBACA
@Semua tentang Hujan.Cinta & Luka
RomanceTentang seseorang yang memaknai cinta sebagai sesuatu yang serius, hingga ia bahkan mengorbankan apa pun untuk cinta itu. Sebab ia mencintainya teramat serius sampai pada suatu ketika ia harus kehilangam cinta yang selama ini ia perjuangkan kehilang...
