Chapter 5

7.5K 192 2
                                        

Sepekan setelahnya. Marchella kembali ke sekolah. Gadis itu mengunci pagarnya dan melangkahkan kakinya menulusuri jalan. Ia akan menggunakan angkutan umum untuk menuju sekolah, dan pulang sekolah.

Sesampainya gadis itu di depan gerbang. Ia menatap sekelilingnya, dan menarik nafasnya. Ia dengan yakin melangkahkan kakinya masuk ke dalam gedung itu.

"Chell! Akhirnya lo masuk juga. Udah seminggu lo izin, gue kesepian banget gaada lo parahhh..." Ujar Mauren seraya merangkul temannya.

Marchella mencibir gadis itu. "Lebay lu?!" Ujarnya.

Mereka berdua berjalan di koridor dengan langkah ringan. Mauren tak henti-hentinya tersenyum bahagia karena menceritakan Tino sepanjang langkah kakinya.

Marchella tersenyum melihat temannya begitu senang.

"Seseneng itu lo jadian sama Tino?" Tanya Marchella heran.

Mauren mengangguk "Kayaknya gue beruntung deh punya cowok kayak dia..." Ujar Mauren.

"Stop senyum Ren! Lo kayak orang gila." Protes Marchella.

"Ya gimana gak coba Chell! Dia itu...." Dan mengalir lah cerita Mauren untuk kesekian kalinya.

Marchella hanya mengangguk - anggukan kepalanya acuh. Mauren akan sangat cerewet saat ia bahagia, dan ia memutuskan diam begitu ia tersakiti.

🐼

Pelajaran di kelas berlangsung lancar. Tidak ada masalah selama kelas berlangsung.

"Chell! Ini Fatma, dan ini Naumi..." Ujar Mauren seraya memperkenalkan dua orang gadis.

Marchella tersenyum dan menjabat tangan keduanya dengan hangat.

"Semoga lo betah ya temenan sama manusia batu kayak dia..." Ujar Mauren mengejek.

Marchella mendorong temannya hingga Mauren oleng.

"Yee dasar manusia batu!?!" Kesal Mauren.

Marchella menjulurkan lidahnya. "Ah masa?" Ejeknya.

Gadis itu menarik tangan Fatma dan Naumi meninggalkan Mauren yang masih di kelas.

"Chell itu kasian dia ditinggal." Ujar Fatma.

"Lo kalau bareng gue gak usah pake kasian - kasian segala sama si Mauren. Gaada yang perlu dikasihanin." Ujar Marchella.

"Woy! Busehh tinggalin aja tinggalin!" Ujar Mauren.

"Ini baru mau ditinggal!" Jawab Marchella.

Gadis itu jalan mendahului ketiga temannya. Ia memasang earphones nya. Dan berjalan santai di Koridor yang dipenuhi oleh siswa-siswi.

Tak sengaja matanya bertemu dengan mata elang pria yang sudah satu pekan lebih tak ia temui. Pria yang selama ini tak jelas apa maunya.

Marchella mengalihkan pandangannya saat pria itu berjalan menuju arahnya.

"Kemana aja selama ini?" Tanya pria itu seraya menahan tangan Marchella.

LOVE AND BROKEN Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang