Berusaha Maksimal dan Bersungguh-Sungguh

486 16 0
                                        

Banyak orang yang berkata,'Saya sudah berusaha maksimal. Betulkah?

Adalah Abdullah Al Azzam. seorang syekh teladan dan panutan. Dihormati lagi disegani, oleh para muridnya. Dari sepenggal kisahnya dibawah ini, akan memberikan gambaran kepada kita tentang hakikat bersungguh-sungguh dan berusaha dengan maksimal yang sesungguhnya.

Salah seorang murid Syaikh Azzam yang kini tinggal di Mesir, bercerita tentang Abdullah Azzam, saat beliau sedang melakukan perkemahan. Pada suatu acara semua yang mengikuti mukhayyam itu di perintahkan oleh komandan lapangan. "Kalian berlarilah mengelilingi lapangan ini sebanyak yang kalian bisa," ujar komandan lapangan.

Semua peserta perkemahan berlari. Namun setelah beberapa putaran, sudah ada yang menyerah, dan mereka yang menyerah beralasan bahwa "Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya (2: 286), inilah yang saya mampu",

Begitu pula orang-orang yang menyerah selanjutnya, mereka selalu beralasan dengan ayat ke 286 di surat Al-Baqarah tersebut, dan yang sisa pun semakin banyak yang menyerah, sampai tinggal Abdullah Azzam sendiri, beliau terus berlari mengelilingi lapangan tersebut, sampai akhirnya beliau pingsan.

Dan setelah sadar beliau ditanya oleh komandan lapangan " Mengapa anda berlari sampai pingsan begini, kan sudah saya bilang bahwa anda berlari semampu anda", lalu Abdullah Azzam menjawab "inilah yang saya mampu, sesuai yang anda perintahkan"

Yang dimaksud oleh Abdullah Azzam adalah makna sebenarnya dari "Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya", bahwa perintah harus dijalankan sesuai isinya. Di sisi lain, upaya apapun harus dilakukan dengan upaya yang optimal di batas kemampuan seseorang. Itulah salah satu pelajaran yang diberikan Abdullah Azzam.

Renungan KehidupanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang