Ujian Syukur

258 15 0
                                        

Di dunia ini ada dua macam ujian yang diberikan oleh Allah subhanahu wata'ala kepada kita, yakni ujian kesabaran dan ujian rasa syukur. Allah subhanahu wata'ala menurukan musibah sebagai ujian untuk kesabaran kita, dan Allah subhanahu wata'ala melimpahkan anugerah untuk menguji rasa syukur kita.

Dibanding sabar terhadap musibah, seringkali manusia tidak sabar terhadap anugerah yang dia terima, sehingga dia tidak mampu bersyukur. Barangkali kisah yang akan kita simak kali ini bisa menjadi pelajaran untuk tidak meremehkan rasa syukur.

Kisah berikut adalah kisah shahih yang menceritakan mengenai 3 orang Bani Israil yang disebutkan di dalam kitab Shahihain

Dikisahkan bahwa ada tiga orang dari bani Israil yang sama-sama menderita penyakit. Yang pertama, berpenyakit lepra, kemudian yang kedua berpenyakit botak dan yang ketiga, buta matanya.

Kemudian Allah Ta'ala ingin menguji mereka bertiga, maka diutuslah kepada mereka seorang malaikat.

Maka datanglah malaikat itu kepada orang pertama yang menderita penyakit lepra dan bertanya kepadanya: "Apa yang kau inginkan?"

Orang yang berpenyakit lepra itu menjawab, "saya menginginkan rupa yang bagus, kulit yang indah, dan penyakit yang menjijikkan banyak orang ini hilang dari diriku". Maka diusaplah orang tersebut, dan hilanglah penyakit itu, serta diberilah ia rupa yang bagus dan kulit yang indah. Malaikat itu bertanya lagi kepadanya: "Lalu kekayaan apa yang paling kamu senangi?" Ia menjawab: "Unta atau sapi." Maka diberilah ia seekor unta yang sedang bunting, dan iapun didoakan: "Semoga Allah melimpahkan berkah-Nya kepadamu dengan unta ini."

Kemudian Malaikat tadi mendatangi orang kepalanya botak, dan bertanya kepadanya: "Apakah sesuatu yang paling kamu inginkan?" Ia menjawab: "Rambut yang indah". Maka diusaplah kepalanya, dan seketika itu hilanglah penyakitnya, serta diberilah ia rambut yang indah. Malaikat tadi bertanya lagi kepadanya: "Harta apakah yang kamu senangi?" Ia menjawab: "Sapi atau unta." Maka diberilah ia seekor sapi yang sedang bunting dan didoakan: "Semoga Allah memberkahimu dengan sapi ini."

Kemudian malaikat tadi mendatangi orang yang buta, dan bertanya kepadanya: "Apakah sesuatu yang paling kamu inginkan?" Ia menjawab: "Semoga Allah berkenan mengembalikan penglihatanku sehingga aku dapat melihat orang." Maka diusaplah wajahnya, dan seketika itu dikembalikan oleh Allah penglihatannya. Malaikat itu bertanya lagi kepadanya: "Harta apakah yang paling kamu senangi?" Ia menjawab: "Kambing." Maka diberilah ia seekor kambing yang sedang bunting.

Lalu berkembangbiaklah unta, sapi dan kambing tersebut, sehingga yang pertama memiliki satu lembah unta, yang kedua memiliki satu lembah sapi, dan yang ketiga memiliki satu lembah kambing.

Setelah sekian lama, datanglah malaikat itu kepada orang yang sebelumnya menderita penyakit lepra. Malaikat itu menyerupai diri orang tersebut ketika dia masih berpenyakit lepra.

Malaikat yang menyamar itu berkata, "Aku seorang miskin, telah terputus segala jalan bagiku untuk mencari rizki dalam perjalananku ini. Demi Allah yang telah memberi anda rupa yang tampan, kulit yang indah, dan kekayaan ini, aku minta kepada anda satu ekor unta saja untuk bekal meneruskan perjalananku."

Akan tetapi lelaki itu menolaknya dan berkata, "Tanggunganku masih banyak."

Malaikat tadi berkata kepadanya, "Sepertinya aku pernah mengenal anda, bukankah anda ini dulu orang yang menderita penyakit lepra, yang orang-orang pun jijik melihat anda, lagi pula anda miskin, kemudian Allah memberikan kepada anda harta kekayaan?"

Lelaki itu terkejut, tapi dia menjawab, "Harta kekayaan ini aku warisi turun-temurun dari nenek moyangku yang mulia lagi terhormat."

Maka malaikat tadi berkata kepadanya: "Jika anda berkata dusta niscaya Allah akan mengembalikan anda kepada keadaan anda semula."

Kemudian malaikat tadi mendatangi orang yang sebelumnya berkepala botak, dengan menyerupai dirinya disaat masih botak, dan berkata kepadanya sebagaimana ia berkata kepada orang yang pernah menderita penyakit lepra, serta ditolaknya sebagaimana ia telah ditolak oleh orang yang pertama. Maka malaikat itu berkata: "Jika anda berkata dusta niscaya Allah akan mengembalikan anda seperti keadaan semula."

Kemudian malaikat tadi mendatangi orang yang sebelumnya buta, dengan menyerupai keadaannya dulu di saat ia masih buta. Tapi orang yang ketiga ini memiliki sikap yang berbeda dari dua orang lelaki yang sebelumnya. Dia berkata, "Sungguh aku dulunya buta, lalu Allah mengembalikan penglihatanku. Maka ambillah apa yang anda sukai."

Maka malaikat tadi berkata: "Peganglah kekayaan anda, karena sesungguhnya kalian ini hanya diuji oleh Allah. Allah telah ridha kepada anda, dan murka kepada kedua teman anda."

Dari kisah ini kita bisa mengambil faidah yang besar bahwa syukur itu bisa mengundang rahmat dan keberkahan Allah. Sebaliknya kufur nikmat bisa membuat kita binasa, baik di dunia maupun di akhirat.

Semoga bermanfaat.

Renungan KehidupanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang