Islam pernah Berjaya dan menaungi peradaban umat manusia selama ratusan tahun lamanya. Kita pernah jaya dengan kekuatan dan keadilan sehingga ketentraman merata di mana-mana. Tapi sekarang, umat islam seakan tercabik-cabik dan musuh mengintai dari berbagai penjuru.
Ada kisah menggugah tentang betapa umat islam pernah memiliki harga diri yang tinggi. Dikisahkan bahwa Harun ar-Rasyid, seorang khalifah Dinasti Bani Abbasiyah yang terkenal dengan kebesarannya dan kemuliaannya. Sementara di masa itu, Romawi dipimpin oleh seorang ratu bernama Reny.
Kekuatan muslimin di bawah kepemimpinan Harun Ar Rasyid sangat luar biasa. Kekuatan itu memaksa Romawi yang diwakili oleh Ratunya Reny meminta damai dan siap membayar jizyah tahunan kepada Dinasti Abbasiyah. Reny terus setia membayar jizyah atau upeti kepada Daulah Abbasiyah sebagai tanda damai dan kesetiaan.
Hingga pada akhirnya si ratu Romawi Reny meninggal. Kemudian posisinya digantikan oleh seorang mantan pejabat Romawi yang bernama Naqfur. Berbeda dengan Reny, Naqfur sangat percaya diri karena didukung oleh semua pihak. Kepercayaan diri itu membuatnya nekad mengirim surat kepada Kholifah Harun Ar Rasyid.
Lalu apa isi surat yang dikirim Naqfur kepada Khalifah Harun ar-Rasyid?
Berikut bunyi suratnya,
"Untuk Raja Arab"
Sesungguhnya raja sebelum saya memposisikan anda sebagai raja dan memposisikan dirinya sebagai prajurit, maka ia pun mengirimkan kepada anda hartanya dalam jumlah banyak. Itu dikarenakan kelemahan dan kebodohanya sebagai wanita. Jika anda telah membaca suratku ini, maka kembalikan semua hartanya yang telah anda terima dan tebuslah dirimu. Kalau tidak, pedang di antara kami dan anda.
Membaca surat tersebut, Harun ar-Rayid langsung marah. Tak ada satu orang pun yang berani melihat wajahnya. Para staf dan menterinya pun bubar dari ruangan karena takut karena marahnya yang luar biasa.
Kemudian Harun Ar Rasyid pun meminta pena dan kertas. Dia menulis,
Bismillahirrahmanirrahim
Dari Harun Ar Rasyid Amirul Mu'minin
Untuk Naqfur anjing Romawi
Aku telah membaca suratmu, hai anak wanita kafir. Jawaban saya adalah apa yang akan anda lihat bukan apa yang anda dengar.
Harun Ar Rasyid kemudian menyiapkan pasukan dengan dia yang memimpin langsung. Yang dituju adalah Kota Hirqalah yang terletak di dekat Konstantinopel.
Pertempuran pun terjadi. Dan muslimin mendapatkan kemenangan gemilang. Naqfur ketakutan dan segera minta damai dengan bersedia membayar kembali jizyah tahunan kepada muslimin.
Selanjutnya Naqfur kembali mencoba 'peruntungan' dengan cara mengingkari kesepakatan tersebut. Maka, kembali Harun Ar Rasyid mengirimkan pasukan. Dan hasilnya lebih dahsyat lagi. Kekalahan Romawi lebih besar, Akhirnya Naqfur meminta bayar jizyah tahunan lagi dan ditambah melepaskan seluruh tawanan muslimin di Romawi.
Inilah kisah sejarah Islam. Saat muslimin masih dekat dengan syariat Allah. Sehingga kemuliaan, harga diri, kehormatan dan kekuatan membuat peradaban islam bersinar. Hingga musuh tidak punya pilihan bahkan sekadar untuk mengancam. Tak pernah boleh ada yang mengganggu aqidah dan kehidupan muslimin.
Karena hanya Islam yang jika berkuasa, mampu menegakkan keadilan.
Saat itulah, keluarga-keluarga muslim berlomba-lomba untuk mendidik generasi terbaik. Mereka juga tidak khawatir dengan pengaruh peradaban dan budaya kafir, karena justru orang-orang kafir baratlah yang silau dengan peradaban islam. Justru orang-orang kafir itu cemburu dengan peradaban islam.
Pertanyaanya, kapan kah saat seperti itu akan kembali? Segera, insyaa Allah. Kita hanya perlu berdoa dan tentunya memposisikan diri kita. Dimanakah kita sekarang? Apakah kita di pihak yang benar atau salah? Apakah kita ingin hidup bersama mereka yang menghidupkan islam atau tidak? Karena ridho Allah bersama orang-orang yang menegakkan syariatNya.
Demikian, semoga bermanfaat
KAMU SEDANG MEMBACA
Renungan Kehidupan
SpiritualTim Author @Jawara_Indonesia --- Memungut potongan-potongan makna yang berserak dari kehidupan. Melukis cinta dari berbagai kisah dan perenungan yang mendalam. Menggugah nurani dan inspirasi
