Juraij dan Doa Jelek Ibunya

240 17 0
                                        

Doa orang tua termasuk doa yang mudah diijabah oleh Allah subhanahu wata'ala. Oleh karena itu, hendaknya kita selalu meminta doa mereka. Lebih dari itu, jangan sampai kita membuat orang tua marah dan mendoakan hal-hal buruk kepada kita. Karena barangkali segala kesulitan yang kita hadapi adalah buah dari ketidak relaan orang tua, terutama ibu.

Berkaitan dengan hal ini. Ada kisah menarik yang disebutkan di dalam hadits Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radiyallahu anhu. Yakni kisah seorang pemuda ahli ibadah bani Israel bernama Juraij.

Disebutkan bahwa Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam bersabda, Tidak ada bayi yang dapat berbicara dalam buaian kecuali Isa bin Maryam dan bayi di masa Juraij"

Kemudian ada yang bertanya, "Wahai Rasulullah siapakah Juraij?"

Kemudian Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam memberitahukan kisah tentang Juraij.

Disebutkan di dalam riwayat bahwa Juraij adalah seorang rahib yang berdiam diri di tempat peribadatannya di dataran tinggi. Hingga di suatu hari Ibu Juraij datang ke tempat ibadah Juraij dan memanggil anaknya. Saat itu Juraij sedang melaksanakan shalat.

Akan tetapi Juraij tidak menjawab sahutan ibunya. Rupanya Juraij lebih mengutamakan shalatnya dibanding menjawab seruan ibunya. Ibunya lalu memanggil untuk yang kedua dan ketiga kalinya. Tapi lagi-lagi Juraij bergeming dan tidak membatalkan shalatnya.

Di dalam hatinya Juraij berkata, 'ibuku atau shalatku?' dan dia lebih memilih shalatnya.

Karena saking kesalnya, ibunya mendoakan keburukan untuk Juraij dengan suara keras, "Semoga Allah tidak mewafatkanmu, kecuali engkau dipertontonkan di depan pelacur."

Sementara itu disebutkan bahwa terdapat seorang penggembala yang menggembalakan sapinya di lereng gunung tempat peribadatan Juraij. Dan di suatu hari ada seorang wanita mesum yang datang menemui penggembala itu untuk berbuat zina.

Beberapa lama kemudian wanita itu hamil hasil dari perzinaannya dengan si penggembala. Kemudian dia dihadapkan kepada Raja dalam keadaan telah melahirkan seorang anak.

Raja itu bertanya kepada wanita tersebut, "Hasil dari hubungan dengan siapa(anak ini?"

"Dari Juraij", jawab wanita itu.

Raja lalu bertanya lagi, "Apakah dia yang tinggal di tempat peribadatan itu?"

"Benar", jawab wanita itu.

Raja berkata, "Hancurkan rumah peribadatannya dan bawa dia kemari."

Orang-orang lalu menghancurkan tempat peribadatannya dengan kapak sampai rata dan mengikatkan tangannya di lehernya dengan tali lalu membawanya menghadap raja.

Raja kemudian berkata, "Wanita ini berkata bahwa anaknya adalah hasil hubungan denganmu."

Juraij lalu bertanya, "Di mana bayi itu?"

Dan orang-orang menunjukan bayi tersebut. Juraij lalu menemuinya dan bertanya pada bayi itu, "Siapa ayahmu?" Bayi itu menjawab, "Ayahku si penggembala sapi."

Semua orang terkejut mendengar pengakuan bayi yang masih merah itu. Mereka pada akhirnya menyesal telah menghancurkan tempat ibadah Juraij.

Kontan sang raja berkata, "Apakah perlu kami bangun kembali rumah ibadahmu dengan bahan dari emas?"

Juraij menjawab, "Tidak perlu".

"Ataukah dari perak?" lanjut sang raja.

"Jangan", jawab Juraij. "Lalu dari apa kami akan bangun rumah ibadahmu?", tanya sang raja.

Juraij menjawab, "Bangunlah seperti sedia kala."

Dan disaat itu Juraij tersenyum karena teringat doa jelek ibunya ketika dia tidak menjawab seruan sang ibu.

Dari kisah ini kita bisa mendapat banyak pelajaran berharga.

Pertama, seorang anak harus berhati-hati dengan kemarahan orang tuanya. Jangan sampai dia membuat marah orang tuanya. Karena sebagaimana hadits menyebutkan, keridhoan Allah ada pada keridhoan orang tua, dan murka Allah terdapat pada murka orang tua.

Kemudian pelajaran yang kedua, hendaknya kita memiliki sifat zuhud yang menolak dibangunkan tempat ibadah dari emas dan perak.

Pelajaran ketiga, biasanya seseorang akan mengingat dosa-dosanya ketika musibah menimpa sebagaimana juraij yang mengingat dosanya terhadap sang ibu.

Dan pelajaran yang keempat, Bakti pada orang tua adalah wajib, termasuk di antaranya adalah memenuhi panggilannya. Sedangkan shalat sunnah hukumnya sunnah, artinya berada di bawah bakti pada ortu.

Semoga bermanfaat,

Wassalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Renungan KehidupanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang