Di zaman yang penuh dengan fitnah seperti sekarang ini kita harus memperkuat keimanan kita. Karena terlalu banyak godaan duniawi yang selalu menggerus keimanan kita. Terkadang ada orang yang menjual iman dan agamanya dengan alasan duniawi. Tentunya hal ini sangat miris.
Marilah kita simak sebuah kisah menakjubkan tentang keteguhan memegang iman. Kisah yang datang dari seorang sahabat Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam yang bernama Abdullah bin Hudzaifah radiyallahu anhu.
Diriwayatkan, Umar bin Khattab radhiayallahu 'anhu memberangkatkan tentaranya menuju Romawi. Kemudian tentara Romawi berhasil menawan Abdullah bin Hudzafah dan membawanya ke negeri mereka.
Kemudian mereka berkata, "Sesungguhnya ia adalah salah seorang sahabat Muhammad."
Raja Romawi berkata, "Apakah kamu mau memeluk agama Nashrani dan aku hadiahkan kepadamu setengah dari kerajaanku?"
Abdullah bin Hudzafah menjawab, "Seandainya engkau serahkan seluruh kerajaanmu dan ditambah seluruh kerajaan Arab, aku tidak akan meninggalkan agamaku dalam sekejap mata pun."
Raja Romawi berkata, "Kalau begitu, aku akan membunuhmu."
Apakah beliau ketakutan dengan ancaman Kaisar Romawi? Tidak! Bahkan Abdullah bin Hudzaifah menjawab, "Silahkan saja!"
Maka Raja memerintahkan prajuritnya untuk menyalibnya dan berseru kepada pasukan pemanah untuk memanah Abdullah bin Hudzaifah dari jarak dekat. Kemudian tawaran untuk masuk agama Nasrani kembali ditawarkan. Abdullah bin Hudzaifah tetap berpaling, enggan, dan tidak takut.
Maka raja Romawi pun menurunkannya dari tiang salib. Dia perintahkan kepada pengawalnya untuk menyiapkan kuali yang diisi dengan air dan direbus hingga mendidih. Kemudian ia perintahkan untuk memanggil tawanan-tawanan dari kaum muslimin. Kemudian ia lemparkan salah seorang dari mereka ke dalamnya hingga tinggal tulang belulangnya. Namun, Abdullah bin Hudzafah tetap berpaling dan enggan untuk masuk agama Nashrani. Kemudian Raja memerintahkan pengawalnya untuk melemparkan Abdullah bin Hudzafah ke dalam kuali jika ia tidak mau memeluk agama Nashrani.
Ketika mereka hendak melemparkannya Abdullah bin Hudzaifah menangis. Kemudian mereka melapor kepada Raja.
Raja mengira dia takut, maka ia berkata, "Bawa dia kemari."
Lalu berkata, "Mengapa engkau menangis?"
Apa yang dikatakan Abdullah bin Hudzaifah? Beliau menjawab dengan mantap, "Aku menangisi nyawaku yang hanya satu yang jika engkau lemparkan ke dalamnya maka akan segera pergi. Aku berharap seandainya nyawaku sebanyak rambut yang ada di kepalaku kemudian engkau lemparkan satu per satu ke dalam api karena Allah."
Maka, Raja tersebut heran dengan jawabannya. Kemudian ia berkata, "Apakah engkau mau mencium keningku, kemudian akan kubebaskan engkau?"
Abdullah menjawab, "Beserta seluruh tawanan kaum muslimin ?"
Kaisar Romawi menjawab, "Ya."
Maka Abdullah bin Hudzaifah pun mencium kening raja tersebut dan bebaslah ia beserta seluruh tawanan kaum Muslimin. Para tawanan menceritakan kejadian ini kepada Umar bin Khattab. Maka, berkatalah Umar, "Wajib bagi setiap muslim untuk mencium kening Abdullah bin Hudzafah. Aku yang akan memulainya." Kemudian Umar mencium keningnya.
Dari kisah ini kita bisa banyak mengambil hikmah yang luar biasa. Di dalam kisah ini kita bisa belajar arti keteguhan dalam memegang prinsip, ideology dan keimanan. Kemudian kita belajar untuk memiliki rasa percaya diri dan keberanian di hadapan musuh. Serta rasa solidaritas dan kepedulian terhadap sesama muslim. Terbukti ketika Abdullah bin Hudzaifah akan dibebaskan, dia mensyaratkan Raja membebaskan semua tawanan muslimin.
Semoga dengan kisah ini, bisa memberi spirit dan inspirasi untuk kita. Semoga bermanfaat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Renungan Kehidupan
EspiritualTim Author @Jawara_Indonesia --- Memungut potongan-potongan makna yang berserak dari kehidupan. Melukis cinta dari berbagai kisah dan perenungan yang mendalam. Menggugah nurani dan inspirasi
