Filosofi Nyamuk

2K 58 0
                                        

Banyak hal yang bisa kita pelajari dari sekitar kita, termasuk dari sesuatu yang dianggap sepele, bahkan mengganggu. Salah satunya adalah pelajaran dari seekor nyamuk? Ternyata ada hikmah kehidupan yang bisa kita ambil dari binatang penghisap darah ini. Dari binatang yang kita anggap sebagai pengganggu dan vector virus malaria dan demam berdarah ini ternyata kita bisa mengambil pelajaran. Terutama pelajaran tentang kerja keras dan pengorbanan untuk menggapai harapan.

Nah mungkin kamu bertanya-tanya, pelajaran apa sih yang bisa kita ambil dari seekor nyamuk?

Mungkin ada diantara kita yang begitu takut untuk menghadapi kerasnya kehidupan dan tantangan yang terpampang dengan jelas di hadapan kita. Kita takut gagal dan takut untuk menderita ketika menjalani jalan menuju kesuksesan.

Pada akhirnya, kita lebih memilih menyerah dan mengubur semua harapan hanya karena melihat resiko yang akan kita hadapi. Atau kita lebih memilih zona aman sehingga tak perlu susah payah mencapai tujuan yang lebih tinggi.

Kita kalah optimis dengan seekor nyamuk? Ada apa dengan nyamuk?

Ya, lihatlah nyamuk. Nyamuk tidak memiliki pilihan lain selain mencari darah. Karena memang makanannya adalah darah. Kemudian mau tidak mau nyamuk harus menghadapi resiko ketika mendapatkan darah. Resiko itu bisa berupa racun yang kita semprotkan dari obat nyamuk cair, atau dari asap obat nyamuk bakar. Resiko yang lebih besar bisa jadi tepukan tangan kita yang membuat riwayat hidup si nyamuk berakhir. Atau bisa saja si nyamuk diincar oleh cecak di dinding.

Tentunya resiko yang dihadapi si nyamuk dalam mencari rezeki jauh lebih besar dibanding resiko yang harus kita hadapi dalam menghadapi tantangan kehidupan. Coba saja bayangkan, apa yang akan kita lakukan ketika kita tahu bahwa resiko dari mendapatkan sesuap makanan itu adalah nyawa yang melayang?

Jika beruntung, si nyamuk bisa menyedot darah korban yang tidak sadar karena terlelap dan pulang dengan perut kenyang dan memenuhi nutrisi bagi telurnya. Atau mungkin si nyamuk tamat riwayatnya dengan tiga resiko yang harus dia hadapi.

Itulah pelajaran berharga dari seekor nyamuk. Tak heran jika Allah berfirman di dalam quran surat al-Baqoroh ayat 26 yang artinya,

Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?". Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik.

Semoga dari seekor nyamuk kita bisa mendapatkan pelajaran tentang makna kehidupan. Jangan pernah menyerah hanya karena kemungkinan dan resiko yang belum terjadi. Jangan pernah takut untuk menyuarakan kebenaran dan jangan pernah putus asa untuk menggapai harapan. Semoga bermanfaat.

Renungan KehidupanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang