dalam menjalani kehidupan ini kita membutuhkan ketenangan dalam menghadapi setiap masalah yang datang. Karena dengan ketenangan dan jauh dari sikap tergesa-gesa, kita terhindar dari rasa stress. Bahkan dengan ketenangan itulah solusi biasanya akan datang dengan sendirinya.
Marilah kita simak sebuah kisah ilustrasi tentang pentingya sikap tenang dan tidak tergesa-gesa dalam menghadapi setiap masalah kehidupan.
Dikisahkan bahwa ada seorang petani yang tinggal di sebuah pedesaaan. Pak Tani yang satu ini memiliki arloji antik yang masih berfungsi. Arloji itu peninggalan orang tuanya, sehingga ia pasti memakainya saat pergi berladang, agar ia selalu ingat jasa-jasa kedua orangtuanya.
Siang itu musibah terjadi saat Pak Tani sedang berada di gudang, arlojinya jatuh dalam tumpukan jerami! Ia panik, kemudian segera saja ia merogoh-rogoh lumbung jerami itu kesana-kemari. Tetapi tidak ketemu juga. Ia tidak berhasil menemukan arlojinya di tumpukan jerami yang lumayan banyak itu.
Pak Tani lantas meminta bantuan anak-anak muda di seberang jalan. Maklum gudang tersebut cukup luas, dan ia tak tahu persis di mana arlojinya jatuh. Butuh lebih dari satu orang untuk mencarinya.
Kemudian, anak-anak muda pun turut membantu. Mereka berpencar dan masing-masing sibuk meraup-raup jerami di hadapannya sambil memasang mata dengan awas. Siapa tahu bisa ditemukan. Mereka semangat karena pa Tani juga menjanjikan hadiah untuk yang menemukan arlojinya.
Lagi-lagi arloji itu tetap tidak ditemukan. Sulit sekali mencarinya. Hingga hari hampir sore, maka Pak Tani pun merelakan agar pencarian mereka dilanjutkan besok lagi. Akhirnya anak-anak muda pun beranjak keluar gudang bersama Pak Tani.
Tiba-tiba datanglah seorang lelaki. Ia meminta izin untuk membantu mencarinya sebelum hari semakin gelap. Pak Tani memberi kesempatan pada lelaki itu untuk masuk sendirian ke dalam gudang.
Tiba-tiba dalam waktu yang tidak terlalu lama, lelaki itu keluar dari gudang dan menemukan arloji antik tersebut! Pak Tani terheran-heran bagaimana ia bisa berhasil?
Apa jawab si lelaki itu? Ia berkata, "Aku tidak mencarinya. Melainkan hanya duduk tenang saja di tengah gudang, sampai suasana benar-benar hening. Maka pelan-pelan telingaku mendengar bunyi jarum arloji yang berdetik. Tinggal aku ikuti saja kemana arah sumber suara tersebut!"
Demikianlah bagaimana akhirnya Pak Tani mendapatkan kembali arloji antiknya itu.
Apa nilai moral yang hendak disampaikan dalam cerita tersebut?
Cobalah kita renungkan bersama, kebanyakan kita saat sedang mendapat musibah, spontan saja panik, gelisah, dan sibuk terburu-buru menghadapinya. Padahal, kunci untuk menyelesaikan musibah tersebut adalah dengan ketenangan dan jauh dari ketergesa-gesaan.
Apa yang harus kita lakukan ketika musibah atau masalah datang? Yang harus kita lakukan adalah bersikap tenang. Berserah dirilah terlebih dulu kepada Alloh. Heningkan dulu pikiran dan emosi kita, kemudian dekatkan diri kepada Allah karena segala sesuatu berada dalam genggaman dan kekuasaan Allah.
Apa pun bentuk musibah itu, kita harus menghadapinya dengan tenang. Baik musibah tersebut dalam hal rezeki, keluarga, kesehatan, kebahagiaan, atau dalam hal apapun, panik dan gelisah tidak akan menyelesaikan masalah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Renungan Kehidupan
EspiritualTim Author @Jawara_Indonesia --- Memungut potongan-potongan makna yang berserak dari kehidupan. Melukis cinta dari berbagai kisah dan perenungan yang mendalam. Menggugah nurani dan inspirasi
