Tak sadarkah kau?
Setiap kata yang kau ucap
Membuat hati ini sakit seperti disayat-sayat.
-Billy Megantara-
BILLY POV
"Lo kira, lo itu siapa? Bisa ngomong kayak gitu? Lo tau apa tentang gue? Lo tau apa kalau gue gak terbuka? Gue ingetin sekali lagi sama lo, LO BUKAN SIAPA SIAPA GUE."
Kata-kata itu terus terngiang di telinga gue. Gue gak habis pikir sama cewek ini, gue emang bukan siapa-siapa dia tapi apa salahnya coba gue menyarankan agar dia terbuka sedikit. Ini semua gara-gara Cecil.
****
Setelah insiden di taman tadi Billy langsung mencari Cecil untuk meminta pertanggungjawabannya.
Setelah lama mencari akhirnya dia menemukan keberadaan adik kecilnya itu sedang berada di kelasnya.
"Woii Cil" teriak Billy yang membuat semua perhatian tertuju padanya. Billy menghampiri tempat duduk Cecil dan menariknya keluar.
"Aduh..duh.. apa-apansih,narik-narik gak jelas. Lepas gak, tangan gue sakit lo gituin." Berontak Cecil. Billy yang melihat adiknya kesakitan akhirnya melepaskan genggamannya.
"Gue mau minta pertanggungjawaban lo" kata Billy.
"Dihh minta tanggung jawab kok ke gue? Emang gue ngapain lo? Gue gak ada ngehamilin lo tuh,ngapain lo minta tanggung jawab." Jawab Cecil membuat orang yang mendengar perkataanya tertawa.
"Diem woii... berisik banget sih lo pada" teriak Billy dan menghentikan tawa yang tadi menggelegar.
"Dan buat lo" tunjuk Billy kearah Cecil.
"Bukan itu maksud gue" sambungnya.
"Lah terus apa dong?" Tanya Cecil.
"Ini soal yang tadi malem dikamar gue." Jawab Billy membuat Cecil mengekerutkan alisnya karena tidak paham apa yang Billy katakan.
"Yang mana ya,lupa gue"
Billy lalu menceritakan kembali apa yang terjadi diantara mereka berdua kemarin malam.
Flasback
Tok.. tok.. tok
Baru gue mau tidur ehh tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar gue.
"Siapa?"tanya gue.
"Gue kak"
ohhh Cecil toh gue kira siapa malem-malem kekamar gue. Pikir gue.
"Masuk aja gak dikunci Cil" setelah gue berbicara seperti itu, hanya perlu waktu 5 detik bagi Cecil membuka pintu itu.
"Kenapa?" Tanya gue saat Cecil duduk disamping gue.
"Gapapa"
"Trus lo ngapain kesini?" Tanya gue ke Cecil heran gue sama ini anak, kadang-kadang dia gak bisa diem, kadang juga dia gak mau ngomong diem gak jelas, trus sekarang datang gak tau mau ngapain. Untung adik gue kalau gak mungkin udah gue buang kali ya.
"Gue mau nanya sama lo,tapi lo harus jawab dengan jujur ya" katanya.
"Hemm,, yaya mau nanya apa lo?"
"Lo beneran suka sama Salsha?" Tanya Cecil agak sedikit ragu, mungkin dia takut gue marah kali ya, padahal mah gue gak pernah marah, ya kalo bentak-bentak dikit ada mungkin.
"Ya menurut lo? Lo pikir gue bercanda, lo tau gue gak pernah pacaran sama sekali,bahkan lo gak pernah denger gue suka sama cewek. Gue ngaku gue itu pecicilan gak jelas,mungkin kemarin gue udah pernah ngomong gini ke elo, tapi satu yang perlu lo ingat gue gak pernah main-main sama yang namanya cinta." Jawab gue.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sebuah Rasa
JugendliteraturBagaimana jika Salshabila Kirana seorang cewek jutek dan dingin bertemu dengan Billy Megantara seorang cowok hyper aktif dan pecicilan yang juga menjabat sebagai ketua osis disekolah mereka, apakah yang akan terjadi? akankah ada kisah cinta diantara...
