Chapter 40

866 26 0
                                        

Hari senin adalah hari kramat bagi sebagian siswa. Hari dimana sebagian siswa terlambat dan sebagiannya lagi tidak  membawa atribut lengkap. Makin komplit bila ditambah dengan kepergok bolos sama osis-osis cakep bin pinter.

Seperti saat ini. Billy cs ditambah Adit ketua MPK yang terkenal sadis bila memberi hukuman pada siswa yang ketahuan melanggar. Jika sudah begini. Yang tertangkap melanggar dan terlambat bisa apa?

"WOIII LO YANG TELAT. SINI!!" teriak Adit. Siswa yang diteriaki pun hanya pasrah ditangkap basah seperti ini.

Mending ditangkep Pak Cahyo daripada nih orang. Seluruh siswa yang ketangkep pasti ngedumel kayak gitu.

"Kenapa lo telat gak punya jam dirumah?" Tanya Devan.

"Sorry ta-tadi gue kesiangan" jawab siswa itu gagap.

"Basi alasan lo. Pergi sono" ucap Billy tenang.

"Gue dibebasin?" Tanya siswa itu sumringah.

"Pala lo bebas. Cari Lio ama Tristan."

"Yahhh..." siswa itu berjalan lesu mencari orang yang Billy sebutkan tadi.


"Li udahan yuk" ucap Adit ambigu.

"Kapan lo pacaran sama gue?" Tanya Billy heran sekaligus jijik.

"Ehh... curut. Siapa juga yang mau pacaran sama lo? Ogah gue"

"Lahh lo tadi bilang udahan" jawab Billy polos.

"Udahan jaganya bego" ucap Adit dongkol.

"Yaudah yuk ke lapangan" ucap Devano menengahi dan langsung disetujui oleh keduanya.

Seorang gadis berlari menuju gerbang yang kini sudah tertutup rapat.

OH SHIT!! Batin gadis itu.

"Gimana caranya masuk ya?" Gumam gadis itu.

Tampaknya upacara sudah berlangsung. Dan bila sudah seperti itu maka gerbang akan dikunci. Namun hari ini tak ada penjaga yang menjaga gerbang, ralat menjaga murid yang terlambat seperti gadis ini.

Biasanya ada satpam yang menjaga atau Pak Cahyo guru kesiswaan yang terkenal killer. Dan bencana kalau sudah 5 laki-laki yang menjabat anggota inti osis yang bila memberikan hukuman tidak main-main.

Salah satu contohnya,minggu lalu ada sekitar 15 orang yang terlambat. Dengan alasan beragam tentunya. Dan mungkin bagi mereka hari itu adalah hari tersial dihidup mereka. Sudah terlambat ketahuan 5 macan jantan itu pula. Sungguh benar pepatah mengatakan "Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Pula"

Tau hukuman yang mereka dapat? Simple cuma ngepel koridor sekolah kok. Dari koridor kelas 1, 2, dan 3. Ohhh jangan dilupakan tempat-tempat seperti lab, ruang guru, ruang uks,dan yang lain. Simple bukan?

Sok atuh yang pengen olahraga dari pagi sampe jam pulang silahkan terlambat saja. Dengan senang hati mereka memberikan kalian hukuman.

Oke back to the topic. Sangat kentara sekali gadis ini sangat ketakutan. Hanya satu yang bisa dia lakukan sekarang.

Siapa sangka gadis dengan paras cantik bak malaikat akan melakukan hal diluar nalar manusia. Hanya karena satu alasan. TELAT.

Sungguh luar biasa sekali efek dari kata itu. Hingga membuat gadis yang terkenal kejutekannya ohh ralat dia bukan jutek lagi. Kalau diibaratkan mungkin dia itu Tembok. Flat man... datar.

Bugh..

Landing yang buruk. Bukannya melompat  dia malah terlihat seperti mau bunuh diri. Dan berakhir pantatnya dengan sukses mencium rumput disana. Belum lagi tangan dan lututnya yang terasa perih karena tergores batu kerikil.

Sebuah RasaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang