Chapter 25

963 29 0
                                        

Shit.

Ungkap seorang gadis dengan perawakan tinggi dengan rambut panjangnya, namun sangat irit dengan senyuman. Banyak yang menganggap dia keturunan vampire namun semua itu ditepis karena dia tidak pernah menghindar dari sinar matahari bahkan dia beberapa kali dihukum guru berlari keliling lapangan basket pada saat matahari sedang teriknya.

"Ada lagi Sa?"

"Gue gak habis pikir ini orang kok niat banget ya, apa gak ada kerjaan lain sampe-sampe naruh begituan di loker" omel Aurel.

"Sa lo kok bengong aja sih? Udah gak usah dipikirin dulu entar kita cari deh pelakunya" kali ini Cecil yang angkat bicara.

"Gak perlu dicari gue juga udah tau" sahut Salsha membuat ketiga temannya terkejut.

"Hah" ucap ketiganya kompakan.

"Siapa?" Tanya Feli.

"Agnes" hanya satu kata namun berpengaruh besar bagi ketiga orang yang mendengarnya. Mereka geram,marah, kesal bercampur menjadi satu.

"Mau dia apaan cobak, kayak bocah aja mainnya teror-teroran" ucap Aurel.

"Iya,emang dia berani ngambil tikus mati terus taruh diloker lo? Setau gue dia paling jijik sama hewan begituan" tanya Cecil.

"Ya lo pikir dia mau ngotorin tangannya sendiri buat beginian? Kagak lah. Pesuruh dia itu banyak dimana-mana juga ada" sahut Feli. Salsha berlalu meninggalkan ketiganya, dia sudah lelah mendengar ketiganya ribut lebih baik dia yang menghindar sebelum telinganya beralih fungsi.

"Ehh kok malah pergi"

"Woiii Sa lo mau kemana?"

"Salsha lo jangan gegabah. Kita atur strategi dulu buat ngelabrak dia"

Begitulah teriakan-teriakan ketiga teman Salsha. Namun tidak diperdulikan olehnya.

****

"Gimana rencana lo selanjutnya?"

"Liat aja nanti,kita tunggu tanggal mainnya" senyum licik terukir diwajah orang itu.

"Gue harap lo gak gegabah kali ini" ucap yang lainnya.

"Lo tau kan apa yang udah jadi milik gue, gak bisa direbut oleh orang lain. SIAPAPUN itu."

"Dan kalau lo emang masih temen gue, lo bisa ikut tapi kalo gak yaudah lo bisa keluar tapi gue gak jamin lo selamat" sambungnya.

"Tapi 'dia' belum sah jadi pacar lo. Jadi dia masih berhak dong buat ngobrol sama siapa aja" sahut yang lainnya lagi.

"Lo gak tau apa-apa jadi mending tutup mulut lo itu"

BILLY POV

Gue masih bingung ada hubungan apa Salsha dengan Agnes? Setau gue Salsha siswa baru disini mana mungkin dia memiliki musuh. Atau dia bad girl yang menyamar jadi bidadari cantik? Ehh apaan dah, masak gue suka sama yang bad bad gak etis kan kalo seorang ketos ganteng gini punya pacar bad. Atau jangan-jangan dia,,, ahhh gak mungkin,Salsha itu orangnya cantik, putih, tinggi, rambutnya panjang tapi sayangnya dia galak. Tapi gak masalah gue tetep cinta kok. Hehehehe😆😆😆😆

"Adawwww" sebuah penghapus papan tulis tepat mengenai jidat mulus gue ini. Lagi asik-asiknya ngelamunin bidadari juga.

"Bapak apa-apain sih, emang bapak pikir kepala saya papan tulis? Harusnya itu penghapus dipake bersihin papan tulis bukan buat dibuang-buang kan mubazir pak. Kata mama saya, gak boleh buang-buang makanan lebih baik dikasih fakir miskin."

Sebuah RasaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang