PRANGG!!!!
DUKKK..... TANGGG
PRANGG!!!
"Garamnya gk segitu"
"Itu telurnya dibalik oncom entar gosong"
"Njirrr tangan gue kena cipratan minyak"
"Huaaaa"
"Cil itu ayamnya gosong"
Pagi yang berantakan. Suasana pagi yang cerah ditemani suara deburan ombak sangat bertolak belakang dengan keadaan didalam rumah.
Keempat gadis cantik ini berniat untuk memasak makanan untuk sarapan. Tapi yang terjadi malah peperangan.
Sebenarnya diantara mereka hanya Aurel yang bisa masak. Tapi ya gitu. Masakannya enak jika sedang dalam mood masaknya lagi bagus kalo enggak ya jangan ditanya rasanya gak karuan.
Karena disini supermarket jaraknya jauh dari villa yang mereka tempati. Jadilah mereka berempat berkutik didapur.
"Ini gimana makannya? Gosong gini. Gue sih ogah" ucap Cecil memperlihatkan hasil gorengan ayamnya yang gosong.
"Itu elo yang masak nyet" sahut Feli.
"Ini gak ada yang bisa makan. Gosong semua" ucap Aurel.
"Mending lo aja yang masak daripada ini villa berubah jadi abu" ujar Salsha.
"Yaahh sendirian?"
"Lo mau masak apa mau makan itu telur ama ayam gosong?" Tanya Cecil membuat Aurel merengut sebal.
"Iyaiya gue masak" ucap Aurel pasrah.
Disaat Aurel lagi asik-asiknya berkutat dengan alat-alat masak, ketiga gadis lainnya menyiapkan peralatan di meja makan.
Namun tiba-tiba muncul sosok ibu-ibu lengkap dengan kantung belanja di tangannya.
"Eneng ngapain? Biar saya saja" ucap Ibu itu mengambil alih tugas Aurel
"Maaf ibu siapa ya? Soalnya kita baru liat" Tanya Feli sopan.
"Saya pembantu sekaligus penjaga villa ini"
"Ohh gitu.... emang ibu tinggal dimana kok kemarin kita gak liat"
"Saya tinggal dirumah dibelakang villa ini. Kemarin saya memang ijin karena anak saya sakit"
"Ohh gitu yaudah deh kalau gitu kita mandi dulu ya bi. Maaf dapurnya agak berantakan tadi" ucap Feli padahal mah bukan berantakan lagi itu dapur tapi udah kayak baru diserang tornado.
"Iya-iya silahkan. Yang cowok-cowok juga pada lari tadi bibi liat"
Mereka hanya menganggukan kepala karena memang mereka sudah tau.
*****
"Woiii..." ucap Tristan mengagetkan teman-temannya yang lain.
"Apaan sih lo"
"Gue mau minta bantuan ke kalian. Please kali ini bantuin gue" ucap Tristan mengeluarkan puppy eyesnya yang justru membuatnya terlihat aneh.
"Emang kapan lo gak minta bantuan ke kita?" Tanya Billy.
"Elahh lo mah gue serius ini. Ini demi kelancaran hidup dan mati gue" ucap Tristan menggebu-gebu.
"Emang lo mau ngapain?" Tanya Devan
"Gue mau nembak si Feli" jawabnya gamblang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sebuah Rasa
Fiksi RemajaBagaimana jika Salshabila Kirana seorang cewek jutek dan dingin bertemu dengan Billy Megantara seorang cowok hyper aktif dan pecicilan yang juga menjabat sebagai ketua osis disekolah mereka, apakah yang akan terjadi? akankah ada kisah cinta diantara...
