Chapter 37

781 26 0
                                        

"Makan lagi"

"Aaaaaa"

"Gue mau pulang"

"Lo masih butuh istirahat disini. Gak usah bandel deh. Nurut sekali-kali toh ini juga demi kebaikan lo sendiri"

Salsha mendengus kesal sudah dari kemarin dia meminta agar diijinkan untuk pulang kerumah namun cowok keras kepala didepannya ini selalu melarang dengan alasan ini demi kebaikan dia sendiri. Iya sih ini demi kebaikan dia, but ayolah siapa yang akan betah lama-lama diam diruangan yang penuh dengan bau obat-obatan?

"Sa makan lagi dong, ini bubur gue beli jauh-jauh loh. Demi elo. Ayo dong dimakan lagi"

"Gak. Gue bilang gue mau pulang"

"Ck. Oke gue bakal bilangin dokter supaya lo boleh pulang hari ini. Tapi ada syaratnya"

Alis Salsha menyatu mendengar ucapan Billy.

"Apa?" Tanyanya sinis.

"Lo makan dulu bubur ini sampe habis entar gue bujuk dokternya"
Ucap Billy sambil nyengir lebar menampakan deretan giginya yang putih rapi.

"Oke" Salsha hendak mengambil mangkok bubur yang ada ditangan Billy namun cowok itu justru menghindar membuat Salsha menaikkan sebelah alisnya.

"Gue yang nyuapin" ucap Billy santai.

"Gue bukan orang yang sakit parah jadi gue masih bisa makan sendiri" ucap Salsha sengit. Dia memang pribadi yang mandiri, selagi ia masih bisa melalukannya sendiri kenapa harus meminta bantuan orang lain?

"Gue gak bilang lo sakit parah. Tapi, gak ada salahnya kan gue nyuapin lo. Itung-itung gitu siapa tau lo bisa mulai jatuh cinta sama gue"

"Gila lo"

Billy terkikik geli mendengar respon Salsha yang masih saja jutek kepadanya. Setelah berdiam beberapa detik Billy mulai menyendokkan bubur itu ke mulut  Salsha.

"Gue bosen" ujar Salsha saat suapan terakhir sudah habis ia telan.

"Hmm... mau jalan-jalan?" Tanya Billy.

"Gak usah"

"Loh katanya bosen. Kita jalan-jalan aja,pasti lo sumpek disini dari kemarin"

"Susah"

Billy tak habis pikir dengan Salsha, ia sangat irit sekali bicara padahalkan ngomong gak kena pulsa.

"Susah kenapa?"

"Gue pake infus jalannya ribet"

"Ohh gue kira apaan ternyata cuma perkara infus doang."

Billy mengambil kursi roda yang ada dipojok ruangan dan melangkah menuju ranjang Salsha. Dan tanpa menunggu komando dia langsung mengangkat tubuh Salsha membuat gadis itu terpekik perlahan.

"Nah sekarang udah gak ribet kan."

Salsha hendak protes namun diurungkan karena Billy lebih dulu menempelkan telunjuknya dibibir Salsha.

"Lo kalau ada apa-apa tinggal bilang ke gue,gue dengan senang hati akan menuhin permintaan lo itu. Tapi please jangan pernah minta buat gue jauhin lo. Itu sulit buat gue" ucap Billy lembut dan mulai mendorong kursi roda itu menuju taman rumah sakit ini.

Taman rumah sakit ini memang sangat menyejukkan banyak pohon pohon tumbuh disekitarnya. Tak begitu ramai pasien maupun pengunjung yang ada disini. Hanya ada satu dua orang.

Billy kembali mengangkat tubuh Salsha dan mendudukkannya di bangku panjang yang ada disana.

"Gue gak lumpuh"

Sebuah RasaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang