"Cecillllllllll"
Uhuk... uhukk...
"Minum dulu" ujar Billy memberikan Cecil minum.
Feli dan Aurel yang mendengar bahwa Cecil pingsan buru-buru datang ke uks untuk melihat sahabatnya itu. Mereka tidak berniat untuk mencari Salsha karena mereka juga masih kesal dengan sikap Salsha.
"Kalian apa-apaan sih, kalo Cecil kenapa-kenapa gimana?"
Hardik Billy kepada kedua sahabat Cecil itu yang datang dengan tidak sopannya.
"Maaf kali kak, kita itu khawatir tau" balas Feli sementara Aurel hanya tersenyum kikuk.
"Udahlah lagian gue gak kenapa-napa" sela Cecil sebelum kakaknya itu bicara lebih jauh lagi.
Billy hanya diam, takut jika dia bicara, bukannya Cecil melembut tapi malah makin marah sama dia.
"Cil lo gak kenapa-napa kan? Kok lo bisa pingsan sih? Trus lo kemana tadi, kok gak ada dikelas? Trus..
"Trus trus nabrak deh lo ntar" jawab Cecil asal.
"Ihhh gue serius Cil"
"Iya iya makanya kalo nanya tuh satu-satu" balas Cecil.
"Jadi gini... males ahh gue nyeritain, ceritanya panjanggggggggg banget soalnya" kata Cecil
"Yahhh kok gitu sih" jawab Feli dan Aurel kompakan.
"Tanya aja sama Lio ehh kak Lio maksudnya." Jawab Cecil.
"Udah kan sekarang kalian keluar dulu ya gue mau ngomong bentar sama Cecil." Billy yang dari tadi tidak dianggap akhirnya angkat bicara.
"Sip deh kak" jawab mereka lalu kemudian pergi dari uks.
"Ehmmm... Cil" panggil Billy setelah kedua sahabat Cecil itu keluar.
"Hmm" Cecil hanya berdehem sebagai jawaban.
"Cil..."
"Hmm.."
"Cecil" panggil Billy lagi kali ini sedikit lebih keras.
"Apaan" jawab Cecil.
"Maafin gue dong, gak baik tau marah lama-lama entar banyak keriput dimuka lo mau lo entar lo kayak nenek-nenek" ujar Billy mencoba untuk merayu Cecil agar memaafkannya.
"Gue mau pulang udah bel pulang kan" katanya lalu beranjak ingin pergi namun keburu ditahan tangan Billy.
"Entar dulu toh juga lo pulang bareng gue." Kata Billy.
"Gue mau pulang sekarang" Cecil tetep kekeh dengan pendiriannya.
"Cil gue gak mau kita terus-terusan berantem, lo itu adik gue, kita itu saudara gak seharusnya kita kayak gini" Billy masih tetap berusaha agar Cecil memaafkannya bagaimana pun itu caranya akan dia lakukan.
"Emang lo nganggep gue sebagai adik?" Tanya Cecil dengan santainya. Yang justru membuat Billy terpancing emosinya.
"Cil.. udah cukup ya. Lo itu adik gue kapan pun bakalan tetep jadi adik kesayangan gue. Jangan pernah lo berpikir kalau gue udah gak sayang sama lo, perhatian gue berubah ke elo, semua itu salah besar. Gak pernah gue berpikir sama sekali buat gak sayang lagi sama lo. Please ngertiin gue Cil" kata Billy dengan nada tinggi namun diakhir katanya dia seperti orang yang sangat rapuh. Bagaimana tidak adik satu-satunya berpikir kalau Billy gak sayang lagi sama Cecil.
"Gue juga sayang sama lo kak, hiks.. gue cuma kesel lo nyalahin gue seenaknya aja, padahal gue gak salah gue, hiks..cuma niat buat bantuin lo, gue cuma memberikan saran agar kalian bisa baikan gak lebih." Jawab Cecil sambil menangis. Cecil memang sangat perasa dia tidak bisa dimarahi apalagi sampai dibentak.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sebuah Rasa
Fiksi RemajaBagaimana jika Salshabila Kirana seorang cewek jutek dan dingin bertemu dengan Billy Megantara seorang cowok hyper aktif dan pecicilan yang juga menjabat sebagai ketua osis disekolah mereka, apakah yang akan terjadi? akankah ada kisah cinta diantara...
