Suara deru motor mengalihkan fokus beberapa siswa yang ada disana. Cowok yang mengendarai motor sportnya itu membuka helm fullficenya. Suara pekikan tertahan siswi-siswi terdengar riuh namun cowok itu tak pernah memperdulikannya.
Billy berjalan dengan santai dikoridor lantai satu yang dihuni oleh siswa siswi kelas 10. Billy yang mengenakan kaos basket dilapisi jaket kulit dan bawahan celana abu itu menoleh saat merasa pundaknya dicoel oleh seseorang.
"Ehh anjing. Kenapa muka lo?" Lio terkejut dan hampir saja terjengkang kebelakang jika ia tak bisa menjaga keseimbangan badannya.
Billy memutar bola mata malas.
"Lo latah,latah aja jangan panggil gue anjing juga kali" ucap Billy jengkel.
Lio hanya nyengir sebagai jawaban.
"Jadi lo berantem sama siapa?" Raut wajah yang tadi bercanda kini berubah serius.
"Entar gue jelasin" sahut Billy ringan dan melanjutkan perjalanannya yang sempat tertunda.
"Yee si anying" gumam Lio namun tak urung dia ikut pergi menyusul Billy.
"Pagi broooo" ucap Tristan mengajak Billy berpelukan ala cowok.
"Najisin lo" ucap Billy cuek yang membuat tawa semua yang ada disana meledak kecuali Tristan yang memasang wajah masamnya.
Baru saja pantat seksi Billy itu menduduki kursi yang berada disebelah Lio, dia sudah mendapat pertanyaan dari Devano. Huhh berasa artis sehari gue. Pikir Billy
"Kenapa muka lo?" Tanya Devano.
"Gu-
"Iya tadi gue tanya juga belum lo jawab" ucap Lio memotong pembicaraan Billy.
"Gue-
"Lah iya muka lo bonyok gitu,lebam sana sini bibir sobek. Ckck gak menarik lagi" kembali ucapannya dipotong oleh Tristan.
"MAKANYA GUE MAU JELASIN JANGAN DIPOTONG DULU" Billy yang sudah habis kesabarannya berteriak dan menggebrak meja kantin sehingga mereka kini menjadi tontonan gratis.
Lio,Devano dan Tristan tertawa terbahak-bahak melihat Billy yang murka karena mereka kerjai. Bukannya serem tapi ekspresi Billy terlihat lucu sekarang dengan luka lebam dimana-mana.
"Yaudah cepet ceritain" desak Tristan.
Billy sempat meringis menahan sakit di bibirnya.
"Jadi kemaren gue kan ikut ke SMA sebelah nemenin tim basket Putri tanding
"Ehhh iya kemarin yang cewek tanding ya. Kenapa lo gak bilang gue kira lo kemarin bolos." Lio menggebrak meja kantin. Lagi-lagi semua mata tertuju padanya terutama mata tajam milik Billy.
"Lanjutin lanjutin" cengir Lio.
"Nah pas kemarin selesai. Si Salsha pamit ke toilet, gara-gara lama banget dia gak balik yaudah gue nyusulin dia ketoilet."
"Ehhh anjir lo nyusulin Salsha ke toilet" sekarang giliran Tristan yang memotong pembicaraan Billy.
"Pelanin anjing" desis Billy.
"Lanjutin" titah Devano.
"Nah pas gue mau nyusul dia ternyata dia lagi di hadang sama cowok-cowok disana. Gue liat Salsha ketakutan gue nyamperin mereka dan yaudah gue hajar sampe habis. Pas gue udah didepan Salsha mereka yang gantian gebukin gue. Jadilah gue kayak gini." Jelas Billy panjang kali lebar kali tinggi.
"Brengsek emang tuh cowok" geram Lio.
"O-oh coba gue ada disana udah pasti mereka kalah" sambung Tristan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sebuah Rasa
Teen FictionBagaimana jika Salshabila Kirana seorang cewek jutek dan dingin bertemu dengan Billy Megantara seorang cowok hyper aktif dan pecicilan yang juga menjabat sebagai ketua osis disekolah mereka, apakah yang akan terjadi? akankah ada kisah cinta diantara...
