prolove ~ 24 ~ Permintaan maaf

874 65 0
                                        

Selamat membaca..😊
_________________________________________________

Zahra masuk kedalam kamarnya dan menutup pintu dengan pelan supaya tak terlihat ia sedang kesal. Emosinya sedang tidak stabil hari ini. Setelah menutup pintu, ia bersender dipintu dan duduk sambil memeluk lututnya.

Bukan masalah bentakannya kali ini, ia jadi merasa salah karena ia rasa alvin mungkin merasa seperti yang pernah dirasa nadine dan anna. Apakah ia seegois itu? Sampai orang terdekatnya tidak mempercayainya dan menutupi semuanya darinya. Sebesar apakah egonya?

Ia membuka ponselnya yang ramai notif dari alvin, sedari tadi ia sengaja untuk men- silent ponselnya. Ia membuka banyak sekali misscalled dari alvin, dan pesan lewat sosial medianya pun ramai di spam oleh alvin.

Ia membuka line nya dan membaca pesan dari alvin.

Alvin daniel : ra, maaf... gua gak bermaksud, please jangan marah..

Alvin daniel : ra jangan diemin gue..

Alvin daniel : ra, baca plis...

Alvin daniel : zahra, maafin gue.. gue tau gue brengsek krn udh bentak lo, padahal gue tau kalau lo gak bisa dibentak.

Alvin daniel : apa yang bisa bikin lo maafin gue??

Alvin daniel : gue janji gak gitu lagi, jadi maafin gue..

Alvin daniel : read chat gue ra..

Zahra melihat pesan itu dikirim dengan selisih waktu 1 menit bahkan bisa dihitung detik, dan ia baru membukanya disaat setengah jam lalu alvin menge- chat nya.

Tiba tiba alvin mengiriminya pesan lagi,

Alvin daniel : please jgn di read aja.. jawab gue zah, maafin gue... gue nunggu balesan lo dari tadi.

Setelah mendapat pesan itu, ia segera keluar dari aplikasi tersebut dan melempar asal ponselnya ke arah ranjang tempat tidurnya dan beruntung masih memantul ditempat itu juga dan tidak memantul ke arah lain karena dia masih tetap ditempatnya, bersender dipintu yang diukir sedemikian rupa dan memiliki cat warna pastel.

Ia berdiri dan berjalan dengan gontai kearah ranjang nya dan merebahkan tubuhnya diatas kasur empuknya. Ia menatap langit langit kamarnya yang dilukis dengan awan awan putih dan nuansa langit sehingga ia dapat merasa tidur di atas langit.

Ia mengusap wajahnya gusar dan menghapus sisa air matanya yang hampir mengering. Ia tak mengerti, semenjak mengenal alvin, ia tak lagi tangguh seperti biasanya hingga ia mudah menyerah dengan keadaan.

Tok tok..

Ceklek..

Zahra segera memposisikan dirinya yang sangat berantakan ini dan ia pura pura memasang wajah yang biasa saja tanpa ada apa pun.

"Eh, mama.."

Dahlia masuk ke kamar anak gadisnya itu sambil terus tersenyum dan ia duduk dipinggir ranjang tempat tidur zahra. Zahra mendekat ke dahlia dan memeluk mamanya itu dengan erat.

"Kenapa dear?" Dahlia membalas pelukan anak kesayangannya itu.

"Engga ma, ara sayang mama.."

Dahlia terkekeh pelan. "Iya kalau itu sih mama tau.. "dahlia mencolek pangkal hidung putrinya itu. "Tapi mama juga tau, kamu lagi ada masalah kan? Cerita sama mama.. mama mau jadi mama yang baik buat kamu, yang selalu tau gimana keadaan anaknya dan tau kisah anaknya.. gini deh, anggap aja mama ini temen kamu.. kamu boleh curhat apa aja sama mama.."

Problem's love ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang