prolove ~ 39 ~ Again

716 60 0
                                        

Selamat membaca...😊😊
_________________________________________________

"Abang gak mau lagi ara jadian sama alvin. Cowok brengsek itu udah buat adek gue nangis!! Gue gak mau tau, lo gak boleh berhubungan sama dia.."

Zahra duduk di sofa pada ruang keluarga dan ia menunduk membiarkan air matanya meluncur bebas dipipinya. Inikah akhirnya? Atau ada cobaan lebih berat lagi?

"Tapi bang, bagaimana pun pasti alvin punya alasan.." bantahnya tanpa berani menatap adri yang tengah marah seperti itu.

"Apa sih yang lo pikir?! Kalo lo belain alvin, kenapa lo tadi marah marah dan nangis dikafe? Dan lo ngancurin dekornya! Apa lo masih mau ngelak kalo lo sakit hati? Abang tau ra!"

Zahra terdiam sejenak mendengar kan dan membiarkan adri yang marah marah sendiri. Dahlia yang tadi sempat membuat minum pun kembali dan memeluk zahra dan menenangkannya.

"Apa masalahnya abang? Kok marah marah sama adeknya? Coba bilang mama.." ujar dahlia lembut seraya mengelus rambut zahra dalam pelukannya.

Adri duduk disofa yang berbeda lalu menghembuskan nafas kasar sebelum ia mulai menjelaskan, "ara buat kejutan ulang tahun untuk alvin, kita nunggu alvin setelah ara nelpon alvin. Abang gak tau, abang tadi sempet tidur karena bosen. Tiba tiba abang denger suara yang kenceng dan abang kebangun terus ngeliat ara yang mecahin balon hasil dekoran kita. Awalnya abang gak ngerti, tapi ara nangis sambil jelasin itu ke anna sama diandra.

Dan ternyata alvin malah asik asikan sama yasmine sementara ara dia sengaja biarin gitu aja ma! Gimana abang gak kesel?! Kalo abang ketemu udah pasti abang jadiin bubur tuh!!"

"Abang!" Panggil arsen dengan nada teguran. "Gak boleh main kasar, emosi boleh, tapi selesaiin masalah itu pakai otak, bukan pakai otot."

"Iya iya pa.." jawab adri kesal. "Tapi kalo didiemin gitu aja nanti dia ngelunjak pa! Adri gak mau liat ara nangis lagi!"

"Adri, mama tau kamu emosi karena sayang sama ara, tapi ini semua pasti ada penjelasannya. Kamu gak mau selesaiin ini baik baik?" Tanya dahlia dengan suaranya yang begitu lembut.

"Kalau mama gak mau adri ngabisin si alvin itu, biarin adri larang mereka ketemu. Abang gak mau lagi kayak gini ma.." ujar adri dengan kesalnya yang tertahan. "Ara, jangan jangan sebelum ini, lo sering ditangisin sama alvin ya? Bilang sama abang!"

Zahra menggeleng, ia begitu takut. Padahal sebenarnya alvin memang sering membuatnya cemburu, namun tak separah ini. Dan ia tak ingin memperburuk situasi dengan mengadu pada kakaknya yang emosional itu.

"Udah abang, abang beliin adeknya es krim gih, biar mood nya naik. Sekalian beli coklat kesukaan abang deh.." ujar dahlia lalu mengambil uang dan menyodorkan pada adri.

"Yaudah, abang pergi dulu ya.. kalo ada alvin kesini, jangan biarin dia masuk.." ucap adri lalu berdiri.

"Udah abang gak usah mikirin itu, fokus dijalan, jangan emosi terus, hati hati..." ujar arsen pada adri kala adri mencium punggung tangannya.

"Iya pa.."

Sepergiannya adri, dahlia mengambil gelas minuman yang tadi dia bawa dari dapur dan menyodorkannya pada zahra.

"Minum hot chocolate ini, biar perut kamu hangat dan pikiran kamu tenang." Zahra mengangguk dan menerima gelas itu dan meminum isinya.

"Ma, kayaknya ara mau tidur aja deh ma.. ara ke atas ya.." zahra berdiri dan langsung berjalan begitu saja tanpa mau mendengar jawaban dari dahlia.

Langkahnya yang gontai itu pun segera tiba dikamarnya. Ia mengunci pintu lalu melempar tubuhnya begitu saja diatas kasur.

Ia kembali membuka buku diarinya itu dan berfikir untuk mulai menuliskan sesuatu disana.

Problem's love ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang