prolove ~ 26 ~ Back

768 60 0
                                        

Selamat membaca...
_________________________________________________

Selepas kejadian malam itu gadis berambut sebahu itu menangis dan mengunci pintunya hingga pagi tanpa peduli berulang kali orang tua dan kakaknya memanggilnya dan mengetuk ketuk pintunya. Hingga hari libur berakhir pun ia tak keluar kamar kecuali hanya untuk makan, ia malas melakukan apapun.

Pagi ini bangun tidur dan mematut bayangan dirinya didepan cermin diwastafel. Matanya masih sembab dan tampilannya begitu acak acakan. Pagi ini pun ia malas berangkat sekolah.

"Dek!! Ara!!" Teriak adri seraya mengetuk ketuk pintu kamar zahra.

"Iya bang!! Sebentar!!" Sahut zahra lalu berlari kearah pintu kamarnya dan membukanya.

"ya ampun, lo belun ngapa ngapain? Nanti telat uun! Udah jam berapa sekarang? Udah sana mandi, gue tunggu dibawah.."

"Iya iya.." zahra menutup pintu lalu pergi kekamar mandi.

Seusai mandi ia berganti baju lalu mengambil tas, ponsel, dan kertas kertas yang ia butuhkan untuk belajar sebelum ulangan dimulai nanti. Setelah itu ia pun keluar kamar dan berlari menuruni tangga.

Ia mengambil roti tawar dan memakannya sambil berdiri lalu segera meminum susu yang sudah dibuatkan mamanya dengan cepat.

"Ayo bang!" Adri berdiri dan menyalimi dahlia dan arsen. Begitupun zahra yang juga mencium punggung tangan dahlia dan arsen. "Ara berangkat ya ma, pa, Assalamualaikum.."

"Waalaikum salam.."

🌹🌹🌹

Sekarang ulangan belum dimulai dan ternyata baru mulai saat jam 8 nanti. Dan zahra menyesal datang jam setengah 7, padahal seharusnya sekarang ia masih bisa tidur nyenyak di atas kasurnya.

Karena bosan terus membaca soal soal ulangan tahun lalu, ia pun berjalan keluar untuk sekedar duduk ditaman menghilangkan rasa groginya. Dan sesampainya di taman sekolah, ia duduk lalu membuka buku novel yang tadi dibawanya. Sedang asik membaca, tiba tiba suara seseorang mengintrupsi zahra membuatnya menoleh.

Jika kalian mengira itu adalah alvin, jawabannya... salah.

"Alexa?" Panggil orang itu ragu.

Zahra menoleh. "Lo manggil gue? Maaf tapi gue zahra, bukan alexa yang lo maksud. Mungkin lo salah orang.."

"Iya, zahra alexa anandita kan?"

Lho, kok ni orang tau nama panjang gue ya? Tapi dia siapa? ,, batin zahra keheranan.

"I..ya.. maaf tapi lo siapa ya?" Tanya zahra bingung.

"Yaampun alexa, kamu lupa sama kamu?" Dan zahra memasang tampang cengonya. Ia tak tau siapa perempuan yang berada dihadapannya ini.

"Alexa, aku nadya.."ujar orang itu dan zahra bertambah bingung. "Hah? Nadya?" Zahra berfikir lagi.

"Maksud aku, yasmine. Aku yasmine, kamu lupa aku lex?" Tanya nya dan zahra langsung membelalak.

"Yasmine? Yasmine sahabat aku dulu? Apa iya ini kamu?"zahra memegang lengan gadis cantik dihadapannya dan menatap dari atas sampai bawah berulang kali.

Yasmine mengangguk. "Yes, im back.. kamu gak seneng?"

"Ya ampun.. aku seneng lah!!" Zahra memeluk yasmine dan yasmine membalasnya. "Kamu kemana aja sih baru balik kesini? Kamu tambah cantik aja yas.."

Problem's love ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang