prolove ~ 18 ~ Just say

973 78 2
                                        

Happy read this story guys...
__________________________________________________

Kini, cowok belasteran berperawakan tinggi dan tampan itu tengah duduk didepan ruang bk seraya memegang ponselnya, menjejak belenggu dalam bosan menunggu guru bk mendatanginya. Menunggu si surat peringatan lagi lagi didapatinya untuk kedua kalinya setelah beberapa point buruk didapatnya.

Tak lain tak bukan, ia duduk disana karena ulahnya yang telah menjahili guru istimewa macam bu noer. Bukan alvin namanya, jika tak membuat onar. Dan alasannya simpel, hanya karena bosan sehari belum bertemu si pujaan hati -zahra.

Kalian tau? Baru saja ia menempelkan permen karet pada kursi bu noer, selepas habis habisan bu noer di kucilkan, alvin menyembunyikan sebelah sepatu bu noer ketika ia sholat, dan terakhir ia dipergoki guru bk saat ia mencoba menyembunyikan lipstick milik bu noer dan ia hanya menyengir tanpa dosa.

Setelah puas didemprat guru bk dan mendapat surat cinta -eh? Maksudnya surat peringatan, lantas ia pun melenggang pergi menuju kelasnya dengan gontai.

"Dari bk lo?" Pertanyaan itu dilontarkan radit ketika alvin sudah duduk dihadapannya, dan dia sendiri masih asik bermain mobile legend.

Alvin mengangguk atas jawabannya dan ia lalu hanya sibuk men scrol social media nya seraya berharap bosannya cepat hilang. Tiba tiba ia melihat radit mengingat ingat sesuatu. "Kenapa lo?"

"Oh iya!!" Pekiknya setelah mengingat sesuatu. "Tadi si zahra nyariin lo,"

"Terus??"

"Gue bilang lo gak ada, lagi godain cabe cabean XII -6 di pojok lapangan indoor."ucapnya tanpa rasa bersalah. "Eh dianya langsung merah, matanya nyorot tajem gitu ke gue.. dan jalan gitu aja.."ucapnya (sok) polos.

"Anjir lo!! Bisa didemprat gue!! Lo kek gak tau aja gimana kalo doi marah! Gak mau tau gue, jelasin yang bener!!" Kesal alvin lalu bersidekap dada dan membuang muka.

Radit tertawa dengan sadisnya. "Abis tadi gue kira lo kesono, eh pas dapet info dari anak kelas sebelah, ya gue bodo amatan. Lo ini yang didemprat, bukan gue.."

Alvin mengacak acak rambutnya kasar membayangkan zahra akan mendatanginya dengan wajah penuh emosi dan siap untuk menonjoknya habis habisan. "Tamat riwayat gue..."

"Lagipula lo segitunya amat, kalian sebenernya udah pacaran belom si?"

"Belum sih,"

"Ah lo gimana sih jadi cowok? Nanti keburu digebet orang lo baru tau rasa!"

"Iya juga sih,"

"Yaudah tembak sana!"

"Gue usahain deh.."

"Jan sampe nyesel dibelakang loh vin, gue kasih tau aja.."ujar radit sok bijak. Alvin hanya mengangguk patuh.

Setelah itu mereka hanya sibuk dengan ponsel masing masing dan tiba tiba sebuah notif berdering di ponsel alvin membuatnya mengerutkan dahi. Segera saja ia membuka aplikasi line lalu membuka pesan. Awalnya si pengirim sangat asing baginya karena menggunakan nama asing dan tak dikenal, dan saat ia membuka isinya.

Inedya : aku tau kalau kamu tau kabar
                bahwa aku bakal nyamperin
                kamu kesana. Ke jakarta, dan
                mungkin kita akan memulainya
                lagi disana😊.

Deg..

Alvin menegang menatap radit dengan tatapan khawatirnya. Kenapa dia harus datang? Ditengah kisah manis nya dengan zahra, di saat hatinya sudah berubah pemilik, hal itu begitu berkecamuk dalam hatinya. Bagaimana ini? Ia tak ingin menyakiti dua perasaan sekaligus.

Problem's love ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang