0011

82.8K 6.1K 439
                                        

Rael mencabut kunci vespanya, lalu melangkah masuk menuju dapur.

Membuka kulkas untuk mengambil sebotol air lalu diminumnya.

"Dari mana lo anak jagoan?" ucap seorang cowok yang baru saja turun dari tangga.

Rael hanya diam, lalu melangkah melewati cowok tadi untuk menuju kamarnya.

"Di tanya ya jawab, lo budek?"

Rael menghentikan langkahnya "Kepo aja hidup lo."

"Gue nggak kepo,"

"Ya kalo nggak kepo apa namanya?"

"Nggak usah nyolot lo!"

"Gue nggak nyolot."

"Rael, Rendra stop!" ucap Maryam yang baru saja keluar dari kamar.

"Dia duluan yang nyolot!" sahut Rendra.

"Nggak jelas lo." sahut Rael, meminum kembali yang ada ditangannya.

"Udah cukup, kalian ini nggak cape? Disekolah kalian berantem dirumah kalian berantem. Kalian ini adik sama abang!" ucap Maryam tegas.

Ya, Rendra adalah kakak dari seorang Rael. Lebih tepatnya kakak tiri dari Rael.

Candra ayah kandung Rael yang merupakan sahabat dari Papa Rendra, Refan. Meninggal karena kecelakaan saat ingin pergi untuk bertugas di Surabaya. Dan setelah meninggalnya Candra. Refan memutuskan untuk bertanggung jawab atas keluarga Candra yang ditinggalkan. Dengan keadaan status Refan yang merupakan seorang single parent, akhirnya dia memutuskan untuk bertanggung jawab dengan cara menikahi istri dari Candra, Maryam, umi dari Rael.

Awal pernikahan itu semua berjalan bahagia, Rael bersahabat baik dengan Rendra. Tapi saat Rael dan Rendra memasuki kelas tiga SMP, ada suatu kejadian yang Rael sendiri masih tidak percaya. Kejadian yang membuat semua berubah, membuat Rael harus kehilangan seseorang yang disayanginya, membuat Refan jadi bersikap dingin padanya, dan yang paling menyakitkan adalah Rael dan Rendra mulai saling membenci satu sama lain. Bahkan teman-teman dekat Rael tidak pernah tau jika Rendra adalah kakak tiri dari Rael. Yang mereka tahu hanya sekedar Rendra mantan pacar adik dari Rael.

"Maaf Mi, Rael nggak ngerasa punya abang." ucap Rael lalu melangkah menaiki tangga, masuk kedalam kamarnya.

Dia menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur. Lalu memejamkan matanya dan berusaha tidak mengingat kejadian itu.

"Ah bodo!" Rael bangkit lalu melepas sepatunya. Dia berjalan menuju balkon, mengeluarkan sebatang rokok dan juga sebuah korek api.

Rael hanya bisa mengatasi masalahnya dengan merokok, saat Rael merokok Rael merasa lupa akan kejadian itu. Kejadian yang tak pernah Rael sangka akan terjadi di dalam keluarga kecilnya.

▲▲▲▲

Rendra memarkirkan motornya di tempat biasa. Berjalan melalui koridor demi koridor.

Dulu saat duduk di bangku kelas delapan SMP. Dia biasa datang ke sekolah berdua, melewati jalan yang ramai berdua, bolos berdua. Berdua dengan Rael. Tapi sekarang, setelah kejadian itu, dia jadi terbiasa datang sendiri, melewati jalan yang ramai sendiri, tidak lagi bersama Rael.

Dulu semua Indah sebelum saat ini.
Dulu semua bahagia sebelum saat ini. Andai bisa dia mengulang, Rendra akan memperbaiki semua. Rendra akan mencegah kejadian itu.

"Woi. Pagi-pagi udah bengong aje!" ucap Suma, teman sebangku Rendra.

"Ganggu lo! Sana!" sahut Rendra sambil mendorong Suma yang terhuyung hingga mengenai seorang cewek yang sedang berjalan dibelakangnya, dan cewek itu adalah Kanzia.

RAENZIATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang