Ito Kashitaro, salah satu murid gue yang bisa dibilang cukup unik. Di kelas, ia adalah seorang ketua kelas. Dia merupakan pribadi yang tanggung jawab dan mempunyai sifat kepemimpinan yang baik. Ia tahu bagaimana harus besikap pada orang lain pada situasi tertentu. Ia juga tegas, sehingga keadaan kelas jadi tidak parah-parah amat sekalipun penghuninya kayak es campur.
Kashi juga anak yang tenang. di situasi segenting apapun, ia akan berusaha terlihat kalem dan tidak terbawa emosi. Bisa dibilang dia cukup pandai mengatur emosinya.
Tetapi di lain sisi, dia juga menjengkelkan. Sering gue jumpai dia berbuat usil dan mengerjai temannya. Bahkan tak hanya teman, guru pun acap kali tak luput dari bidikannya. Benar-benar mengerikan. Gue bahkan kesulitan mendeteksi keberadaan perangkap kejahilan dia.
Karena itu, hari ini gue berniat mendatangi orangtuanya, mencari tahu apa hal yang membuat Kashi seonar ini. Tidak, bukan gue mau ngadu. Gue sama sekali ngga berniat mengumbar kejahilan Kashi secara langsung di hadapan ortunya. Cuman mengenalisis keadaan aja. Bisa jadi ortunya juga ternyata punya sangkut paut dengan sifat Kashi itu.
Gue mendapatkan alamat rumahnya dari ruang administrasi. Ternyata anak itu tinggal di sebuah apartemen. Dan yang lebih mengejutkan, ternyata apartemen dia sebelahan dengan apartemen Amatsuki. Pantes aja gue sering liat mereka berangkat dan pulang bareng.
Sore itu, seperti yang sudah direncanakan gue pergi ke apartemen Kashi setelah selesai dengan urusan gue di sekolah. Ternyata tempatnya tidak terlalu jauh. Bangunannya juga mudah ditemukan.
Gue naik lewat lift. Apartemen dia ada di lantai tiga. Hmm, lumayan mudah diakses mengingat gedung ini punya tujuh lantai. Tak terlalu dekat dengan pintu masuk tetapi juga tak terlalu jauh. Lokasi yang cukup strategis.
Sampai di depan sebuah pintu, gue menekan bel. Hening, tak ada sahutan apapun dari dalam sana. Gue menekan bel itu lagi. Nihil, tak ada jawaban lagi. Apa penghuninya sedang tidak ada di rumah?
Iseng, gue mencoba memutar knob pintu. Eh? Ternyata ngga dikunci? Berarti harusnya ada orang dong di dalam.
Akhirnya gue tarik pintu itu agar terbuka. Begitu pintu terbuka lebar, sesuatu langsung menghantam wajah gue. iya, wajah gue. membuat gue terpental hingga membentur tembok pembatas.
Meringis, gue berdiri. Mencoba melihat apa sebenarnya yang baru saja menghantam wajah mulus gue.
Sungguh, ini seperti ngeliat gajah bertelur di depan lo.
Sebuah sarung tinju, terhubung dengan per di belakangnya yang dikaitkan pada sebuah kursi kayu di depan pintu masuk. Apa-apaan ini? Apa jangan-jangan rubah itu masih punya yang lain di dalam??
Dengan hati-hati gue masuk. "Permisi, Kashi? Kashi kau di dalam?" gue celingukan, mencoba mencari keberadaan bocah bertopeng rubah itu. Ugh! Keadaan rumah ini gelap banget. Mana jendela pada ditutupin semua lagi!
Seperti yang gue duga, rumah ini penuh dengan perangkap. Untung saja mata gue awas. Kalau tidak, sudah jadi dendeng kayaknya gue tadi.
"Siapa itu?!"
Gue terkesiap, menoleh ke sumber suara.
Seorang bocah duduk meringkuk di samping sofa di ruang tengah. Dari suaranya, gue langsung mengenali kalau itu adalah Ito Kashitaro.
"Eh, Nak, ini Bapak. Pak Shoose, nih!" sahut gue sambil perlahan berjalan mendekat.
Anak itu langsung tersentak, "Pak Shoose?"
Gue meraba-raba dinding, mencari saklar. Setelah menemukannya, gue lantas menyalakan seluruh lampu di apartemen ini.
Kashi berdiri di sana, di tengah kacaunya ruang tengah yang ia tempati sejak tadi. Untuk beberapa saat dia diam, hanya melihat gue yang terperangah dengan kekacauan yang tersuguh di hadapan gue.
KAMU SEDANG MEMBACA
Little Utaite and Their School [END]
Fanfictionpara utaite berubah jadi anak SD unyu-unyu sekaligus kurangajar. seorang guru baru bernama Pak Shoose ditugaskan untuk mengajar anak kelas 2-C yang memiliki keanekaragaman hayati berupa anak-anak yang imut-imut sekaligus amit-amit. akankah guru baru...
![Little Utaite and Their School [END]](https://img.wattpad.com/cover/132520418-64-k820770.jpg)