That Night Party (Part 2)

3.2K 313 626
                                        


Kejadian itu bener-bener di luar prediksi. Para tamu undangan panik. Terlebih lagi, ngga ada satupun petugas keamanan yang datang kemari. Atau memang tidak ada?? Tapi Aisu bilang dia bertugas menjaga pesta ini! Apa yang sebenernya terjadi??

Para penyusup itu menggiring kami berkumpul di tengah ruangan besar itu. Kami semua jongkok, tak berani macam-macam. Ya iyalah, salah dikit bisa fatal akibatnya! Gue harus tetep tenang. toh Ayah Luz juga ngikutin kemauan mereka.

Tunggu! Kalau Ayah Luz juga diperlakukan seperti sandera, berarti mereka ngga mungkin anak buah ataupun di pihak Ayah Luz, dong! Lantas siapa??

"Geledah semuanya! Segala macem alat komunikasi dan senjata serahkan pada kami!" hardik salah seorang dari mereka. Beberapa orang bergerak maju, menjarah apapun dari kami; handphone, walkie talkie, pisau, gunting, pistol – ayahnya Luz kena – bahkan kami dilarang menyentuh sendok maupun garpu.

Sekarang kami tak bisa menghubungi orang di luar ataupun melindungi diri. Benar-benar terpojok. Apalagi di sini ada anak-anak. Aduh! Gue bingung nih. Gimanapun juga gue harus cari cara menyelamatkan orang-orang di sini.

"Dengarkan ini kalian semuanya penduduk kota! Kami di sini hanya ingin bicara dengan walikota! Urusan kami hanya dengan walikota, jadi jika kalian mau selamat, jangan coba-coba menghalangi kami!" ucap orang tadi lantang.

"Emang kalian mau ngapain sama walikota??"

Aduh! Nak SOU!!! Diem gitu kek! Ini anak terlalu polos apa nyari ribut sih sebenernya?? Orang yang tadi bicara mendelik ke arah Sou. Bocah itu kaget, lalu mulai mewek.

"Hey! Berani kalian bikin Sou nangis, ya!!!" tau-tau Eve yang di sebelahnya ngegas. Gue tepok jidat. woey! R E A D T H E S I T U A T I O N dong anak-anak!!!

"WEH! Read the situation is very important!!!" nah, yang punya quotes tau-tau teriak dari baris belakang. Gue heran, nih kok anak-anak kagak ada takut-takutnya, ya?

"Hueee.... Ama pengen pulang..." ada lagi ini anak malah mewek minta pulang! Haduh... orang-orang itu bingung. Keknya sekawanan koloni anak kecil ngga ada dalam daftar rencana mereka.

Dalam suasana itu, gue mencoba mengabsen kehadiran seluruh anak didik. Ini namanya, memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, hehe...

"Tujuhbelas... delapanbelas...sembilanbelas... lha? Kok cuman sembilanbelas??" gue kelimpungan, celingukan sana-sini. Siapa yang kurang?? siapa yang belum keabsen?

"Tomohisa...," Kain di sebelah gue menggumam cemas, "ShonenT belum balik dari kamar mandi, Pak..." gue langsung sweatdrop dengernya. Apa yang bakal terjadi sama bocah itu??

Sementara itu, ShonenT baru akan keluar dari kamar mandi. Begitu ia membuka pintu, seorang pria sudah menodongkan senjata ke arahnya. "Jangan bergerak! Turuti perintah kami kalo ngga mau terluka!"

ShonenT langsung angkat tangan. Namun bocah itu menambahi dengan ucapan, "Aku sih mau aja. Tapi kayaknya kakak di belakang Paman ngga suka, deh..."

Orang itu tersentak. Perasaan dia kemari sendirian. Dan lagi hanya ada bocah ini di kamar mandi. Dia juga yakin ngga ada yang membuntutinya dari tadi.

Perlahan orang itu berbalik, dan...

"AAAAAA!!!!"

Kami semua yang ada di ruang pesta terkejut mendengar teriakan itu. Amatsuki langsung berdiri. "ShonenT!!!" teriaknya panik. Seorang penyusup yang ada di dekatnya langsung ambil tindakan. Hendak dipukulnya bocah itu dengan senapan yang ia bawa.

"JANGAN SAKITIN TEMEN MAFU!!!" tak diduga, Mafu membentengi Ama dengan tubuhnya. Alhasil dialah yang kena timpuk. Anak itu jatuh tersungkur, meringis menahan sakit sambil sesekali terbatuk. Kashi dan Amatsuki menghampiri Mafu.

Little Utaite and Their School [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang