Amatsuki: Nguli!!!

2.7K 276 425
                                        


Ini terjadi pas mau masuk musim panas lalu. Ya, tanggal 30 Juni kemaren. Gue menyiapkan rencana lucu buat salah satu anak didik gue yang tambah tua hari itu.

Amatsuki, siapa yang tidak kenal dengan anak itu? Dia adalah murid gue yang paling ceria. Paling bersemangat, dan bisa diandalkan. Meskipun polosnya ngga ketulungan sampe sering dibegoin SorMaf dan dibabuin Kashitaro, Amatsuki anak yang baik dan tulus.

Dimulai di pagi hari tanggal 30. Amatsuki masih tidur dengan nyenyak di tempat tidurnya. Tetapi ternyata, ada makhluk lain yang mengganggu paginya.

"AMA! AMA! AMA! BANGUN DONG, BANGUN!!!" dengan suara melengking Mafumafu mengguncang tubuh kawannya yang masih berbalut selimut tebal. Amatsuki melenguh pelan, tetapi kemudian membalikkan badan membelakangi Mafu dan menarik selimutnya kembali.

Mafu menggembungkan pipinya kesal. "IIIH! AMA! AMA! AMA! AMA!!!!" kali ini Mafu melompat-lompat di atas kasur Amatsuki. Bocah brunette itu mau tak mau terbangun karena tubuhnya yang terguncang plus diinjek-injek Mafumafu.

Bocah itu menatap sengit ke arah si albino seakan mau bilang "berhenti berisik atau kutendang kamu keluar!!" Mafu yang menangkap sinyal itu langsung saja menghentikan aksinya. Amatsuki bisa menghela napas lega.

"Kamu ngapain sih pagi-pagi buta dateng ke sini?? Ini kan baru jam 5 pagi??!!" gerutunya pada Mafu yang memasang cengiran polos. "Ehehehe... kepagian, ya?" ujarnya tanpa rasa dosa.

"Ck! Ini bukan kepagian lagi! Kamu kek kuntilanak neror deh lama-lama, yang keluar dari cermin kek di kasetnya Araki!!!" decak Amatsuki sambil melipat tangan di depan dada. Mulut Mafu langsung manyun, "Aku bukan kuntilanak!!!"

Amatsuki tak menghiraukan lengkingan berisik sohebnya itu. Ia langsung mengambil kacamata merahnya dan berjalan ke kamar mandi. Setelah gosok gigi dan cuci muka, dia balik lagi ke kamar.

Mafu masih duduk di tepi kasurnya. Bedanya, kini ia menggenggam secangkir susu hangat. "Ibumu tadi ke sini ngasih aku susu anget. Tuh punyamu di meja!" terang Mafu sambil menunjuk gelas lain di sebuah meja tak jauh dari sana.

Amatsuki mengangguk. Bocah itu mengambil susu yang dibuatkan ibunya lalu duduk di samping albino. "Jadi, kamu mau ngapain pagi-pagi ke rumah aku?" Amatsuki kembali menginterogasi.

Mafu tersenyum ceria, "Pak Shoose mau bikin pesta musim panas di halaman belakang rumahnya!" Amatsuki yang mendengar hal itu langsung antusias, "Hah?? Aku mau ikut!!!"

Mafu segera mencegah sahabatnya itu semakin menggila dengan menahan tubuh bocah itu. "Tapi, kita semua harus bantuin Pak Shoose nyiapin pestanya! Ayo! Pasti temen-temen yang lain udah pada nungguin..."

"Iya, iya, aku siap-siap sebentar..." ujar Amatsuki yang kini jadi sangat bersemangat. Setelah semua beres,kedua bocah itu pamit pergi ke rumah gurunya itu.

Sampai di rumah gue, semua anak langsung gue suruh kerja. Mulai dari nyiapin tempat, nyiapin makanan, bikin dekorasi, dan lain sebagainya.

Melihat Mafu datang sambil menggandeng Amatsuki, gue langsung melambai ke arah mereka berdua. "Eeeii... kalian kemari!" panggil gue. dua anak itu langsung datang menghampiri. "Tolong sekarang kalian tatain meja-meja itu, yaa..." pinta gue sambil menunjuk meja-meja kayu untuk meletakkan makanan.

Mereka berdua mengangguk. Setelah itu mereka bergabung dengan anak-anak yang gue suruh mindahin meja. Tampak Luz dan Senra kebingungan lantaran mereka mau mindahin meja tapi ternyata mejanya ditidurin Soraru.

"Colalu... ayo tulun ih! Ini mejanya mau dipindaaahh~" pinta Luz yang masih kesulitan mengangkat meja yang cukup besar itu. Soraru tak menggubris. Entahlah, bangun aja kagak!

Little Utaite and Their School [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang