"CEMUANYA! MELEKA LALI KE CANA! CEPAT! CEPAT!!"
"AWAS PUSU, NANTI KAMU JATUH!!!"
"ANAK-ANAK, PELAN-PELAN! BAPAK NGGA KUAT LAGI NEEEH!!!"
Wait, kok tiba-tiba heboh gitu? Gaje bat dah sumpah! Kuy lah flesbek! Flesbek!!!
Flashback on
Gue baru aja pulang dari sekolah. Hari ini kerjaan gue ngga begitu banyak, jadi gue bisa pulang lebih awal. Lumayan lah bisa buat rehat bentar di rumah sebelum nyiapin yang buat besok...
Iseng-iseng, gue coba pulang lewat taman. Di sana, gue ngeliat Nqrse sama Pusu lagi main bareng. Karena penasaran, gue coba deketin mereka.
"Eh, selamat siang, Pak Shoose... sini Pak, sini!!!" ternyata Nqrse sudah menyadari keberadaan gue duluan. Gue yang sempat shock sejenak buru-buru menjawab sapaannya. Setelah itu, gue duduk di samping mereka.
"Eh, Nqrse. Tumben sendirian. Biasanya sama Araki. Mana tuh anak?"
Yang ditanya tersenyum sendiri. "Hehe... Arakinya lagi les, Pak. Ntar habis les kita bareng ke rumah Nqrse. Nqrse lagi nungguin Araki nih, Pak..."
Gue mengangguk sambil ber-oh ria. Setelah itu pandangan gue berfokus pada tangan kecilnya yang sedang memangku 'sesuatu'. "Apaan, tuh?" tanya gue penasaran.
Pusu yang ada di sebelahnya langsung menyambar, "Salah satu kelincinya Pusu, Pak! Lucu engga? Namanya Sugarhate." Gue mengernyitkan dahi, heran. "Kenapa namanya Sugarhate?"
"Soalnya dia ngga suka dikasih makan gula, Pak. Kata Ibu kalo dikasih makan gula, kelincinya bisa mati!"
Kau terlalu kreatif, Nak
"Lho, Ada Pak Chooce cama kawan-kawan..."
Kami semua menoleh, tampak Luz berdiri tak jauh dari kami sambil menuntun seekor anjing besar berwarna abu-abu kehitaman. Anjingnya kali yak.
Kami bertiga melambai ke arah Luz. Anak itu balas melambai dan berjalan menghampiri kami. Tak disangka, tiba-tiba tali yang mengikat anjing besarnya lepas dari genggaman. Anjing itu menyalak keras, kemudian berlari ke arah kami.
Kami semua kaget dan langsung menghindar. Ternyata anjing itu ngincer kelincinya Pusu. Ntuh kelinci langsung ngacir jauh-jauh.
"Ah! Sugarhate, tunggu!!!" teriak Pusu panik. Kelinci itu kejar-kejaran sama anjingnya Luz bahkan sampe keluar taman. Kami berempat sontak saja mengejar dua binatang peliharaan itu.
"CEMUANYA! MELEKA LALI KE CANA! CEPAT! CEPAT!!"
"AWAS PUSU, NANTI KAMU JATUH!!!"
"ANAK-ANAK, PELAN-PELAN! BAPAK NGGA KUAT LAGI NEEEH!!!"
Gilak. Cepet banget larinya. Gue sampe sengkil dibuatnya. Mana gue masih nggendong tas ransel gue dari sekolah lagi. Padahal isinya benda-benda berat macem laptop dan kawan-kawannya.
Cukup lama kami kejar-kejaran. Kami bahkan sampe kehilangan jejak. Agh! Menyebalkan sekali!!
"M-maafin Luj ya, Pucu... gala-gala Luj ngga hati-hati..." Luz menunduk dalam. Poninya yang sudah panjang menutupi hampir sebagian besar wajahnya. Pusu tersenyum, "Ngga pa-pa kok. Bukan salah Luz juga..."
Gue sudah mengatur napas. Menenangkan diri. "Oke, kita berpencar aja deh nyarinya. Nanti kalo udah jam 4 belom ketemu juga, kita kumpul lagi di taman. Oke?" usul gue yang langsung disetujui sama anak-anak.
Akhirnya gue bareng Pusu, sementara Luz bareng sama Nqrse. Gue nyariin bareng sama Pusu sampe ke pinggiran jalan. Sedangkan Luz dan Nqrse mencari ke pemukiman.
KAMU SEDANG MEMBACA
Little Utaite and Their School [END]
Fanfictionpara utaite berubah jadi anak SD unyu-unyu sekaligus kurangajar. seorang guru baru bernama Pak Shoose ditugaskan untuk mengajar anak kelas 2-C yang memiliki keanekaragaman hayati berupa anak-anak yang imut-imut sekaligus amit-amit. akankah guru baru...
![Little Utaite and Their School [END]](https://img.wattpad.com/cover/132520418-64-k820770.jpg)