Penghabisan!

2.8K 259 181
                                        

Gue pikir, gue bisa berubah menjadi orang baik. Namun kenyataannya tidak segampang itu...

...Karena meskipun seseorang telah berubah, dosa masa lalunya tidak akan pernah lenyap, Cocolu...

-

-

-

Gue sama sekali tidak menyangka, orang yang harusnya sudah mati bertahun-tahun yang lalu kini muncul di hadapan gue. Dan yang paling buruk, dia adalah wali dari salah satu murid gue.

"Yah... Tidak disangka, ya, kita bakal ketemu lagi?" ujar orang itu santai, "Dan lagi, siapa sangka seorang pembantai legendaris semacam lu bisa jadi guru? Guru SD, pula! Ahahahah! Ini lucu sekali!"

"Diam, lo," geram gue, "Monster tanpa hati nurani kayak lo ngga berhak bicara begitu."

Si Culprit Master ini mengangkat bahunya. Setelah itu dia berjalan mendekati Soraru. Tangannya menggerakkan cutter dengan begitu santainya.

"Jangan sentuh dia!" ancam gue penuh penekanan ketika melihat tangannya hendak menjulur maju. Gue menatap orang itu tajam sementara dia melihat gue seakan gue ini cuma hama kecil.

"Kenapa? Gua ini walinya. Bebas, dong, gua mau berbuat apa padanya," ia berdalih.

"LO NGGA BERHAK JADI WALI DIA! DASAR B*JINGAN!!" gue berteriak murka. Gue sudah bodo amat mau Mafu dan Soraru dengar omongan kasar gue. Gue udah emosi berat saat ini.

Ia menatap tak suka. Setelah itu berdiri dari posisinya yang semula berlutut di depan Soraru.

"Mana orangtua Soraru? KATAKAN DIMANA MEREKA?! GUE YAKIN LO NGGA NGAMBIL ANAK INI SECARA BAIK-BAIK, KEP*RAT!" seru gue semakin emosi.

Musuh gue ini tertawa. Mulanya hanya tawa lirih, tetapi semakin lama semakin keras dan menakutkan.

"Mereka udah mampus!"

Gue tercekat, Soraru membatu dengan mata terbelalak.

"Gua yang bunuh mereka! Ahhahahahaha!!!"

Tangan gue yang terkepal gemetar. Sorot mata gue semakin menggelap, "...Teme..."

"Ya mau gimana lagi lah ya?! Gua itu cinta mati banget sama ntu cewek, tapi cewek sialan itu malah memilih nikah sama orang lain!! parahnya lagi, lu lahir! Bocah sial!

"Yaudah, gua ga tahan lagi. Gua habisin aja mereka berdua sampai puas! Gua siksa sampai cewe b*ngs*t itu memelas-melas. Biar dia tau apa akibatnya udah nolak gua. Pas mereka berdua udah mampus, sih, mau gua tinggal aja..."

Tubuh Soraru gemetaran. Ia tak percaya semua itu dikatakan terang-terangan di depan dia. "...A...yah.... I-Ibu..."

Ternyata perkataan psikopat itu masih lanjut, "...Tapi coba tebak! Masih ada anaknya! Anaknya mirip banget sama dia! Terus gua berpikir: Kalau gua siksa anaknya, gua bisa berasa nyiksa dia juga! Keren, kan?? Anak sama Ibu bisa mirip banget kayak gini? AHAHAHAHAHAHAH!!"

"...Tidak... hentikan..." lirih Soraru. Tiba-tiba perkataannya berubah jadi teriakan, "HENTIKAAAAAAN!!!!"

"LO BENER-BENER MONSTER!! LO HARUS MEMBAYAR SEMUA KEBEJATAN LO INI!!!" gue ikut berteriak murka sembari menggedor-gedor jeruji besi. Ugh! Kalau gue bisa buka gemboknya, udah gue mutilasi tuh orang.

Sementara Mafu hanya bisa gemetar dan meringkuk, menangis sambil memejamkan mata dan menutup kedua telinganya dengan tangan.

"...Berisiknya..." umpat orang itu. Diangkatnya cutter tinggi-tinggi, menghunus ke arah Soraru. "Kayaknya, mending sekarang lu mati aja, deh, bocah sial..."

Little Utaite and Their School [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang