House Fancy

4K 373 198
                                        


Gue selalu heran ngeliatin interaksi antara Amatsuki sama Ito Kashitaro. Bukankah mereka teman dekat? Tapi kok, si Kashi ini agak...

"Mat! Beliin aku susu coklat di kantin, dong! Abis itu jangan lupa nagihin utangnya Kiyo di kelas B, ya... oh sama itu! Kantong isi kelerengku ketinggalan di deket tangga. Sekalian ambilin, GA PAKE LAMA! Oke?" hardik si Kashi dengan PD-nya.

"B-baik, Kashi," jawab Amatsuki sigap.

"Eh! Kamu gimana, sih? Jangan lupa, panggil aku 'Ndoro', cepetan!" potong Kashi sebal.

Ppfftt!! 'Ndoro' katanya??

"B-baik, Ndoro!" ralat si Amatsuki sambil melesat dengan kecepatan turbo keluar kelas.

Yah, begitulah. Meskipun tergolong sahabat dekat, si Amatsuki ini seakan jadi babunya si Kashitaro. Disuruh ini-itu dia mau. Apa aja dilaksanain. Bahkan kalo disuruh terjun dari menara Eiffel pun kayaknya mau aja dia!

Entah si Amatsuki ini naif apa kelewat polos apa setiakawan. Entahlah, gue ga paham. Yang jelas si Kashi ini suka nyuruh-nyuruh Amatsuki buat ngelakuin hal yang kurang penting.

Amatsuki balik ngga lama kemudian. Ia terengah-engah sambil membawa sekotak susu coklat dari kantin, segepok uang receh dari Kiyo, dan sekantong kelereng dari tangga.

"Hah...hah... inih...semuah....hah...barangh...nyah...hah...hah..." kata dia sambil ngos-ngosan.

Si Kashi nyengir puas, dia menepuk-nepuk pundak Amatsuki sambil berujar ceria, "Makasih ya, Mat!"

Amatsuki membalas dengan senyuman cerah. kayaknya dia bangga karena bisa bantuin sahabatnya. Ketahuilah, Nak, kamu sedang diperbudak.

Setelah itu gue melanjutkan pekerjaan gue sampai bel masuk berbunyi.

***

Jam pelajaran terakhir sudah usai. Hari ini adalah hari terakhir di semester ini. Besok para siswa akan mulai memasuki liburan musim panas.

Sebelum ada yang beres dan keluar dari kelas, tiba-tiba terdengar suara yang amat-sangat-begitu-gaduh. Belum puas? Tambahin 'sekali'.

Kradness berdiri di atas kursi, salah satu kakinya malah naik ke atas meja. Dia tampak berteriak-teriak seperti kepala suku pedalaman memanggil para anggota sukunya.

Sontak gue langsung menegurnya, "Kradness! Kamu ngapain, sih, naik-naik kursi begitu? Saru, tahu!"

"Tenang, Pak, tenang semuanya! Kradness mau ada pengumuman penting, nih!"

Secara instan, keadaan berubah hening. Semua antusias mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh Kradness.

Anak itu sok berdehem beberapa kali, kemudian dengan girangnya ia berseru, "Teman-teman, besok pada nginep di tempat Kradness, yuk!!!"

Semua anak bingung. Gue lantas bertanya, "kamu ngajakin semuanya nginep?"

Si Kradness mengangguk semangat, "Iya. Kan, besok udah libur, tuh... nah, Ayah sama Ibu Kradness lagi ada acara penting di luar negeri. Jadi, Kradness di rumah sendirian. Gimana kalau kalian semua nginep aja di rumah kradness?"

"Sekelas, Kradness?" tanya Sou memastikan.

"iya, sekelas. Ah! Pak Shoose sama Pak Tenchou ikutan juga, ya... biar rame," terang Kradness masih dengan powerful-nya.

Pak Tenchou menghampiri gue. Tepat di kuping dia berbisik, "Gimana, Pak? Kalo saya sih mau-mau aja."

Gue mengangkat bahu sambil tersenyum, kemudian berlalu. Tepatnya, gue menghampiri Kradness dan menepuk-nepuk kepalanya dan berseru, "Oke! Bapak akan jadikan ini acara besar kelas. Besok kita kumpul di sekolah jam 10, ya. Nanti kita sama-sama ke rumah Kradness, bagaimana?"

Little Utaite and Their School [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang