Unexpected Fate

3K 283 124
                                        


"ShonenT!!!"

Yang dipanggil menoleh, ia melihat Suzumu berlari ke arahnya dengan riang. "Hai! Baru mau pulang, ya?" bocah itu bertanya. shonenT membalas dengan anggukan. Suzumu nyengir, "Hehe, bareng, ya?"

"Lho, bukannya emang tiap hari kita bareng, ya?" ShonenT menukas. Suzumu meraih tangan ShonenT, menggandengnya keluar dari halaman sekolah. "Ya ngga papa, kan? Siapa tahu kamunya lagi sibuk."

ShonenT tersenyum. Ia balas mengeratkan genggamannya pada tangan Suzumu. Mereka berdua berjalan dengan riangnya. Melewati pematang sawah di tepi sungai.

"ShonenT, aku punya hadiah buat kamu, loh..." ujar Suzumu semangat. Mereka berhenti. Suzumu kemudian merogoh saku celananya, kemudian mengeluarkan sesuatu dari dalamnya.

Sebuah gantungan dari tali dan lonceng dengan hiasan tsubaki merah. ShonenT mengernyitkan dahinya, heran, "Kamu dapat itu darimana?"

Yang ditanya terkekeh, "Hehehe... kemarin aku nemu ini pas lagi main di pinggir hutan deket kaki gunung. Karena bagus, aku pungut deh. Siapa tau ShonenT suka, hehehe..."

"Nggapapa, nih?" ShonenT memastikan. Suzumu menjawab dengan anggukan. Kemudian ShonenT tersenyum manis, "Makasih, Suzumu!"

***

Hari itu Sabtu. Sementara drama mereka akan dimulai hari Sabtu depan. Anak-anak kini berlatih lagi di kelas. Gue? jadi penonton dari bangku walas, as usual.

Mereka berlatih dengan semangat. Bahkan Soraru dan Luz nampak sangat menikmati peran mereka kini. Sejak kejadian kemarin sore, mereka jadi akur banget sekarang. Kompak malah.

Tiba-tiba, pandangan gue menangkap ShonenT yang sedang melihat ke suatu titik di luar jendela. Gue bingung, ntu anak lagi ngeliatin sesuatu apa lagi ngelamun?

"ShonenT... ShonenT!" panggil Nqrse tepat di depannya sambil melambaikan tangan. shonenT tersentak, dengan lagak lugu ia mengalihkan pandangan menatap Nqrse.

Cewek macho itu mendengus, "Kamu ngelamun, ya? Dari tadi aku panggilin kok ngga njawab juga, sih? Tuh! Sebentar lagi temen-temen yang dapet peran jadi kuda mau latian. Kamu gabung cepetan, sana!"

ShonenT tampak seperti linglung selama beberapa saat. Tengok kanan... tengok kiri... dengan wajah yang yaampun memancing pedo ngambil karung.

Terus ntu anak mengerjapkan matanya beberapa kali, menatap Nqrse kembali, "Aku mau ke toilet sebentar."

Terus anak itu berjalan keluar kelas. Gue menyipitkan mata. Ntu anak lagi kenapa, sih? Hmm... kalo dipikir-pikir lagi, ShonenT ini anaknya emang rada aneh. Dari awal gue ngajar dia, dia sering bersikap aneh. Salah satunya...

"AAAA!!!!"

Satu kelas yang mendengar jeritan itu langsung lari ke sumber suara, termasuk gue. asal suara itu dari kamar mandi. Sampai di sana, kami melihat ShonenT terduduk gemetaran, napasnya memburu. Pandangan anak ini tertuju pada pojokan kamar mandi.

Gue mengernyit heran. Ada apaan sih di sana? Kok gue ngga melihat apapun?

"ShonenT, kamu kenapa?" tanya Sou cemas sambil menepuk bahu anak bersurai coklat itu. ShonenT terlonjak, ia buru-buru berbalik menatap teman-temannya dan gue yang ngerubung di depan pintu kamar mandi.

"A-ah, ngga papa, kok... ShonenT cuman kaget..." balas anak itu agak tergagap. Kemudian kami kembali ke kelas.

Begitulah, kadang-kadang anak ini akan melamun, menatap satu titik. Sering pula ia terlihat lari ketakutan, bahkan berteriak tanpa sebab. Selain itu, beberapa kali gue lihat dia seperti bicara sendiri.

Little Utaite and Their School [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang