Guru yang baik adalah guru yang mengenal betul murid-muridnya. Mulai dari kelebihan, kekurangan, hal yang disukai ataupun sebaliknya, juga membantu mereka menangani masalah yang mereka hadapi.
Untuk itulah ada program yang namanya home visit. Cara kerjanya sederhana, yaitu mengunjungi rumah para siswa, bertemu orangtuanya, lalu mengobrol mengenai si anak. Udah banyak yang gue home visit. Paling enak tuh kalo ke tempatnya Luz sama Kradness. Berasa tamu kerajaan gue. Hehe...
Kali ini, gue home visit ke rumah si Mafumafu. Ya, ada banyak pertanyaan yang muncul di benak gue, terutama setelah insiden pesta malam itu. Anak sekecil tu, tetapi mentalnya sangat labil. Dia... entahlah, gue ngga tau gimana menjelaskannya.
Dan setelah kunjungan ke rumah itu, gue tertegun. Tidak gue sangka... seorang Mafumafu dulunya adalah...
Ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada bocah itu di masa lalu? Sini dah, gue ceritain...
***
Pernah mendengar istilah fake angel? Ya, gue rasa julukan itu pantas gue sandangkan pada si Mafumafu.
Mafumafu, seorang anak yang sangat polos, kekanakan, cengeng, dan hiperaktif itu. Ternyata dulunya adalah seorang tukang bully.
Alasan anak itu aslinya sangat sederhana. Sejak kecil kedua orangtuanya tidak pernah berada di sisinya sebagai orangtua. Kedua orangtuanya adalah pekerja. Keduanya sibuk. Mereka sering berangkat ketika Mafu masih tertidur, lalu pulang setelah putra kecil mereka itu terlelap.
Yang namanya anak-anak, pasti akan merasa kesal jika melihat teman-teman sepermainannya bersama dengan orangtua mereka berjalan-jalan ke kebun binatang, kolam renang, pantai, dan lain sebagainya. Sedangkan dirinya selalu sendirian jika pulang ke rumah.
Ada pembantu memang. Tetap gue miris banget dengernya. Serius. Yang bikin Mafu kena gangguan mental itu aslinya bukan hanya dari orangtuanya. Sambil menangis ibunya cerita, kalau dulu pembantu mereka justru menyekap Mafu dalam gudang yang gelap seharian. Tanpa makanan, tanpa minuman.
Pembantunya mengundang laki-laki tak dikenal masuk ke rumah. Dan dengan kurangajar mereka mengambil barang berharga yang ada di rumah. Ketika ayah ibunya pulang, pembantu itu akan bilang tidak tahu dan akhirnya Mafulah yang disalahkan.
Mafu kerap dimarahi. Ditambah lagi pembantunya pernah menyerahkan Mafu pada para lelaki itu untuk dibawa pergi. Singkatnya, Mafu diculik. Tetapi di tengah jalan ia melarikan diri dan pulang ke rumahnya agak larut malam. Lagi, ia dimarahi karena tuduhan pulang larut tanpa pemberitahuan. Padahal waktu itu umurnya baru empat tahunan.
Parahnya, kedua orangtuanya tidak pernah tahu insiden penculikan itu hingga Mafu sendiri yang bercerita saat ia sudah naik ke kelas satu SD. Imbasnya, pembantu itu tak dipecat saat itu.
Mafu stress. Pelampiasan ia tujukan pada teman-teman sekolahnya kala itu. Ya, ia masih playgroup, tetapi nakalnya keterlaluan. Ia akan menendang temannya dari ayunan hingga bibir anak itu sobek, menjatuhkan temannya hingga terluka, mengejek, bahkan mengurung mereka di gudang sekolah.
Kadang ia akan merampas makanan atau minuman temannya. Kadang pula ia menyiram temannya dengan seember air. Kadang dipukuli, ditendangi. Memukulnya pun tidak main-main. Ia bisa dengan santainya menggunakan palu atau pemukul baseball untuk memukul siapapun yang ia anggap menganggu. Seluruh anak takut padanya.
Hasilnya? Berulang kali ia dikeluarkan dari sekolah. Hingga beberapa kali hal itu berulang. Ia terus-terusan pindah sekolah. Naasnya lagi kedua orangtuanya tak paham. Mafu terus dimarahi dan disalahkan. Tetapi Mafu sudah kenyang. Sisi anak-anaknya sudah digantikan gangguan mental.
KAMU SEDANG MEMBACA
Little Utaite and Their School [END]
Fiksi Penggemarpara utaite berubah jadi anak SD unyu-unyu sekaligus kurangajar. seorang guru baru bernama Pak Shoose ditugaskan untuk mengajar anak kelas 2-C yang memiliki keanekaragaman hayati berupa anak-anak yang imut-imut sekaligus amit-amit. akankah guru baru...
![Little Utaite and Their School [END]](https://img.wattpad.com/cover/132520418-64-k820770.jpg)