"Gomennasai, Onii-chan!"

3.5K 318 170
                                        


Seorang bocah laki-laki melipat tangannya di depan dada. Dia berdiri di sudut kamarnya, membelakangi Ayah, Ibu, dan adik perempuannya yang berdiri di ambang pintu.

"Ngga Adil!" ptrotes dia, "Kenapa Ayah dan Ibu selalu aja ngebelain Reol? Reol, Reol, Reol terus! Padahal 'kan Giga ngga salah!"

Sang Ibu menghela napas panjang, "Giga... maksud Ibu bukan begitu..."

Anak laki-laki yang dipanggil Giga itu tetap tidak mau menoleh. Ia justru mendengus sebal.

"Kakak..." Reol mencoba memanggil, namun nyalinya untuk melanjutkan kalimat itu ciut ketika Giga melemparkan pandangan tajam ke arahnya.

"Pokoknya Reol yang salah. Giga ngga mau minta maaf!" pungkas Giga sambil kemudian membenamkan tubuhnya dalam selimut, tak mau lagi diajak bicara.

Ayah dan Ibunya putus asa. Mereka menyerah. Dimatikannya lampu kamar itu kemudian ditutupnya pintu kamar itu.

***

Bel istirahat berbunyi. Semua murid bersorak dengan girangnya. Mereka lalu berlari keluar kelas, entah untuk main atau beli jajan.

"Reol, kita ke kantin, yuk," ajak Nqrse pada Reol yang masih melamun di tempat duduknya.

Reol yang baru tersadar dari lamunanya menggeleng pelan. "Aku ngga laper. Kalian ke kantin aja duluan."

Nqrse, Kogeinu, dan Kuroneko saling pandang. Kemudian akhirnya pergi meninggalkan Reol.

"Tumben, biasanya kan kamu beli nugget pisang or*eo di kantin,"

Reol hampir memekik dan terlonjak mendengar suara yang datang tiba-tiba itu. Ia melihat ke arah samping tempat duduknya, tempat suara itu berasal.

Dan dia menemukan Kashitaro dan Soraru memandangnya dengan pose yang kompak: jongkok.

"Iih! Kalian ngagetin aja, loh!!! Ngapain sih kalian?! Gak ke kantin?" omel si Reol ngga nyelaw.

"Mafu udah ke kantin bareng Ama, makanya kita gabut bareng di sini," jawab Soraru seadanya, lemes. Kashit ikut mengangguk sebagai tambahan yang memperkuat.

Reol makin kesal, "Ya terus kenapa kalian ngga ikut mereka ajaa??"

"Males," keduanya menjawab kompak. Dengan tambahan dari Kashi, "Lagian kita tadi nitip dibeliin jajan, kok, sama mereka."

Reol masa bodo. Dia cuekin saja dua makhluk kurang kerjaan itu dengan mulai membaca buku cerita bergambar yang ia pinjam dari perpustakaan.

"Reol lagi kenapa, sih? Kok sensi banget hari ini?" Soraru peka.

"Masa?" sahut Reol tak acuh. Soraru membalas dengan anggukan, "Apa Reol lagi PMS?"

"Hah? PMS itu apaan, Sor?" Kashi bertanya polos.

"Lha kamu tahu kata-kata itu darimana, Sor?" kali ini gue menginterupsi.

Bukannya menjawab, Soraru justru mengalihkan topik pembicaraan, "Eh, Pak Shoose... ngga istirahat juga, Pak?"

Gue memutar bola mata, entah kenapa gue ngerasa bocah ini pasti sengaja.

"Iya deh, hari ini Reol jadi sering ngelamun sama cepet marah. Ngga baik lho... nanti cepet tua kata Mamaku. Emangnya Reol lagi kenapa?" kali ini Kashi yang membawa topik lain.

Reol mengacuhkan kami, ia kembali membaca bukunya. "Reol ngga kenapa-kenapa, kok."

Kashi memicingkan matanya, "Reol bo'ong, ih!"

Little Utaite and Their School [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang