That Night Party (Part 5)

2.7K 290 429
                                        

Pak Tenchou menenggak ludahnya kasar. Dia bawa anak-anak meskipun ngga sebanyak si Shoose. Tapi tetap saja, dalam keadaan krisis ini yang harus ia utamakan adalah keselamatan anak-anak.

"Anak-anak," panggil beliau, "Bapak akan buka jalan. Kalian cepat lari ke gerbang samping, ya. Kalau sudah sampai di sana, kalian aman. Karena berbatasan langsung dengan wilayah masyarakat umum Bapak yakin mereka ngga akan menyakiti kalian secara langsung kalau kalian sudah keluar gerbang."

Kain segera menyela, "Tapi,Pak-"

"Jangan protes! Cepatlah!" Pak Tenchou memotong sepihak.

Pria itu lalu mengeluarkan bungkusan karung yang dipikulnya sejak dari ruang pesta. Ketika Krad dan temen-temen nanya, Pak Tenchou hanya tersenyum sambil menjawab 'ada deh'

Kini ia membuka karung itu, membuat anak-anak tercengang dengan apa yang dibawanya.

Shotgun

Para penyusup itu sadar akan bahaya yang mengancam. Mereka langsung bersiap membidik dan mulai menembak. Tetapi Pak Tenchou lebih cepat. Ditariknya pelatuk shotgun itu menghabisi para penyusup di hadapannya.

"Jalan sudah terbuka. Anak-anak, cepat!!" teriak Pak Tenchou. Krad dan teman-temannya yang lain bergegas memanfaatkan kesempatan itu. Mereka berlari menuju jalan selanjutnya. Beberapa penyusup coba hentikan mereka, tetapi Pak Tenchou menghalang mereka lebih cepat.

"Jangan ganggu anak muridku!" teriaknya sangar.

Baru saja guru itu akan menoleh, ia baru menyadari sebuah tongkat pemukul tinggal beberapa senti dari wajahnya. Tentu saja ia sangat kaget. Kejadian itu terlalu tiba-tiba.

Namun si empunya tongkat tau-tau terpelanting agak jauh. Akibatnya pemukul besi yang ia genggam terjatuh, dan langsung ditangkap oleh seseorang yang membuat ia terlempar.

Pak Tenchou terbelalak, "Kuroneko?? Kamu ngga ikut??!"

Gadis kecil di hadapannya menghela napas dalam. Baru saja ia menyelamatkan nyawa sang guru dengan menghantamkan guci hiasan besar ke orang dengan tongkat pemukul. "Tenang aja. Mereka bertiga bisa sendiri. Tapi kan Bapak sendirian. Kuroneko ngga bisa biarin Bapak sendirian. Kuroneko harus ikutan!"

Baru saja Vip Tenchou mau menyanggah, seorang penyusup menyerangnya. Dengan cepat dan refleks yang bagus, Pak Tenchou menendang kepalanya hingga kupluk maling yang dikenakan orang itu terlepas.

Vip Tenchou terkejut bukan main. "Kau... kau kalau tidak salah orang dari angkatan darat yang sudah lama menghilang tanpa kabar, bukan?!" ia bertanya dengan wajah pucat.

Orang itu hanya menyeringai sambil lanjut menyerang Vip Tenchou. Beberapa penyusup lain hendak menyerang pria itu dari belakang, tetapi Kuroneko menahan mereka dengan pemukul besi yang berhasil ia jarah. "Serahin yang belakang ke Kuro, Pak!"

Baiklah, kali ini Vip tenchou tak bisa membagi fokusnya ke banyak hal. Jadi ia mencoba memercayakan apa yang tidak bisa ia tangani pada gadis kecil itu.

Kuroneko terdiam, menatap para penyusup di hadapannya dengan tajam. "Dengar kalian! Aku, Kuroneko. Ayahku ketua komplotan preman terbrutal di perfektur ini dan ibuku ketua geng motor legendaris kota ini. Kalian akan dapat masalah besar kalau berani berurusan denganku!!"

Benar, home visit waktu itu ia dan Shoose dikejutkan pemandangan mengerikan. Kedua orangtuanya sedang berkelahi sementara Kuroneko duduk meringkuk di pojokan. Isak tangis terdengar. Kalau saja mereka berdua tak datang waktu itu, Kuroneko sudah down sekarang.

Tapi syukurlah, anak itu kini percaya diri. Nasihat Pak Shoose pada kedua orangtuanya dan Kuro benar-benar hebat, batin Vip Tenchou sambil tersenyum.

Little Utaite and Their School [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang