Pagi ceria, anak-anak pada ribut karena ada mobil dari puskesmas parkir di depan sekolah. Mereka bertanya-tanya, kenapa mobil itu diparkir di halaman? Apa karena sedang ada hajatan di puskesmas yang menyebabkan tempat parkir mobil dipindah ke halaman SD Niconico?
Tapi, kan, puskesmas jauh dari SD ini? Kenapa sampe repot-repot dipindah kemari, yak?
Fufufu... anak-anak itu tidak tahu rupanya~
Gue menggosok-gosokkan kedua tangan gue. Saat ini para guru sedang brieving di ruang guru dengan pihak puskesmas. Yup, ini mengenai pemeriksaan kesehatan bagi anak-anak. Biasanya kegiatan ini dilakukan sekali dalam setahun. Setiap level, akan ada petugas yang mengecek ke kelas-kelas.
Karena kelas gue paling akhir, jadilah pemeriksaan itu berlangsung agak siang. saat giliran nanti, anak-anak akan dipanggil satu persatu ke ruang UKS. Pemeriksaan ini dilakukan secara menyeluruh. Ini untuk memastikan agar anak-anak tetap sehat.
"Selanjutnya, Soraru," panggil petugas.
Tidak ada respon. Satu kelas celingukan semua. Bocah itu bahkan tidak ada di bangkunya. "Maf, Soraru kemana?" tanya gue bingung.
Bocah kecil itu mengangkat bahu tanda tak tahu. Tetapi sejurus kemudian, ia menjentikkan jarinya. "Oh! Tadi kayaknya aku denger sempat pamit cari tempat buat tidur siang deh, Pak,"
Segeralah gue menghela napas sabar. Akhirnya giliran Soraru dilompati. Gue dan Pak Tenchou segera saja sibuk mencari-cari bocah tersebut. Ke kantin, gudang, kamar mandi, uks, sampai halaman belakang juga sudah kami cek. Tetapi tetap saja gue dan Pak Tenchou ngga menemukan anak itu.
Mafu menawarkan diri untuk ikut mencari. Namun sayangnya, anak itu harus tinggal di kelas sepanjang tes kesehatan belum selesai. Hingga para petugas sudah selesai mengecek semua anak, kami masih belum berhasil menemukan Soraru.
"Ih, anak itu pergi kemana, sih??" keluh gue sambil celingukan di lobi sekolah. Para petugas puskesmas keluar dari kelas gue, tanda semua sudah dibereskan. "Anu, maaf, Pak, masih kurang satu anak lagi yang belum periksa," lapor gue pada salah satu petugas yang kebetulan melewati gue dan Pak Tenchou.
"Ah, iya, Pak," katanya," masalahnya waktu kami di sini terbatas. Kami masih harus mengurusi pekerjaan di tempat lain setelah ini. Kalau bisa, besok Bapak dan anak yang belum itu langsung datang saja ke puskesmas. Kalau Bapak bilang dari SD Niconico, nanti Bapak akan langsung diantar ke ruang pemeriksaan kesehatan. Nanti biar saya beritahu petugasnya."
Gue berterima kasih banyak pada orang itu. Setelah mereka pergi, gue dan Pak Tenchou kembali ke kelas. Huh! Ada-ada aja, sih, Soraru! Kemana pula anak itu di saat yang genting begini??
Di kelas, ternyata Mafu udah keluar buat nyari Soraru. Ntu anak gercep amat, yak? Tapi syukurlah, kalau Mafu, biasanya bakalan langsung nemu dimana sohebnya itu.
Dan ternyata benar. Belum ada lima menit gue di kelas, Mafu udah balik sambil menyeret Soraru di belakangnya. "Nih, Pak, tidurnya di kolong tangga ternyata, dia," lapor Mafu pada gue.
Gue langsung mendelik. "Kolong tangga yang mana, Nak??"
Tanpa rasa dosa, Soraru menggaruk-garuk pipi dengan wajah datarnya yang selalu sukses bikin gue gereget pengen nampol dia. "Tangga deket gudang, kok, Pak," jawab dia kalem.
Gue tepok jidat. Pantesan ngga ketemu! Pan di kolong tangga situ isinya kardus-kardus dan alat-alat kebersihan doang! Jangan bilang dia tidur di dalem salah satu kardus itu!
"Soraru tadi tidur di dalem kardus, Pak," celetuk Mafu seakan ngerti isi kepala gue.
Demi kedamaian dan keakuran Bapaknya Kradness dan Luz. Ini anak kalo nyari spot buat teler leh ugha, ya, repotnya!
KAMU SEDANG MEMBACA
Little Utaite and Their School [END]
Fanfictionpara utaite berubah jadi anak SD unyu-unyu sekaligus kurangajar. seorang guru baru bernama Pak Shoose ditugaskan untuk mengajar anak kelas 2-C yang memiliki keanekaragaman hayati berupa anak-anak yang imut-imut sekaligus amit-amit. akankah guru baru...
![Little Utaite and Their School [END]](https://img.wattpad.com/cover/132520418-64-k820770.jpg)