Part 12.1

1.1K 67 0
                                    


Aldrick mengantarkan Aurora ke Rumah Sakit tempatnya bekerja. Melihat wajah Aurora yang tegang, membuatnya penasaran ada masalah apa yang terjadi disana. Sesampainya di Rumah Sakit, Aurora menyuruh Aldrick untuk menunggunya di ruang tunggu. Aurora sedikit berlari menuju Ruang Kerjanya.

"Ada apa sama Bu Rani mbak?" tanya Aurora cemas

"Aduh Ra...Tuh ibu bikin kita takut tau gak. Malem-malem teriak histeris sampe ganggu pasien yang lainnya. Maaf lho kalo kita ganggu kamu. Cuma kamu yang bisa handle kasus yang kayak gini." jawab Ratih, teman satu shift Ayu. Aurora segera bergegas ke kamar VIP yang ditempati oleh pasiennya. Melihat pasiennya meringkuk di pojok kamar, badannya bergetar sambil menangis tiada henti. Lantas Aurora melihat box bayi yang berada tepat disebelah ranjang pasien. Aurora mengelus dada dan menghembuskan nafasnya. Dia lega saat melihat bayi itu masih dalam kondisi sehat dan tidur. Perlahan-lahan dia mendekati Rani. Baru beberapa langkah, Rani langsung teriak histeris dan berlari menuju Aurora lalu memeluknya dengan erat. Aurora terkejut dengan sikap yang ditunjukkan Rani padanya. Padahal dari laporan teman-temannya, Rani sulit untuk diajak komunikasi, bukan berarti dia orang gila lho ya,,

Bukan...Tapi gadis ini masih berusia 18 tahun. Sedang terguncang jiwanya. Aurora menemukan gadis ini dalam keadaan half naked di sebuah gang kecil tidak jauh dari kontrakannya. Gadis ini mengalami pelecehan seksual dan kekerasan. Aurora langsung membawanya ke mansion miliknya sendiri. Hampir setiap hari disaat ada waktu longgar, Aurora selalu membawakan beberapa camilan. Bahkan Aurora yang membiayai persalinannya.

Dibelainya rambut Rani dan menggosok-gosok punggungnya. Aurora merasa kasihan melihat kondisi Rani yang seperti ini. Dia sebatang kara dan hanya memiliki Aurora serta anak hasil perbuatan jahat pria tak bermoral.

"Kakak....Aku takut sendirian kak....Hiks..hiks..."

"Sstttt,,,udah ada kakak disini. Rani tenang aja ya. Gak ada yang jahatin kamu kok. Lihat mata kakak...Ada aku disini yang siap melindungi kamu dan  Baby Bryan. Sekarang kakak tanya, kenapa tadi kamu teriak-teriak begitu? Kan kasihan pasien lainnya jadi terganggu waktu istirahatnya. Kakak gak pernah ngajarin kamu hal seperti itu lho Ran.."ucapnya dengan lembut dan tatapan yang memancarkan perasaan tulus.

"Tadi Rani mimpi orang itu kak. Lihat kakak gak ada disini, Rani jadi takut. Maafin sikap Rani ya kak.."jawab Rani dan kembali memeluknya dengan erat. Aurora tersenyum lebar melihat sikap Rani yang sama persis seperti adiknya yang sudah 3 tahun tidak dia temui.

"Kak Ara......"

"Hmmmm..."

"Aku ingin pulang ke mansion kakak.Disini aku kesepian. Setidaknya kalau disana kan ada pembantu-pembantu kakak yang nemenin aku..."rajuk Rani.

"Hahahah...kamu ini Ran. Persis kayak adikku. Kalau Baby Bryan udah bisa naik pesawat, kamu mau kan aku ajak ke Italia ketemu keluargaku? Tapi ini rahasia kita ya..Kamu tahu kan apa alasannya....."tanya Aurora hati-hati. Karena dia tahu Rani masih belum siap bertemu dengan orang baru akibat pengalamannya yang buruk. Rani mengangguk bahagia. Lalu menggendong bayinya yang mulai kelaparan. Tanpa disadarinya, Aldrick sedari tadi melihat dan mendengarkan apa yang mereka bicarakan.

Mansion? Pembantu? Keluarga di Italia? Hmmm,,interesting. Siapa wanita ini? Bukannya dia hanya gadis biasa? aku harus mencari tau...You make me crazy at first sight baby....gumam Aldrick sambil tersenyum


ini visualisasi mansionnya Aurora yya guys

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

ini visualisasi mansionnya Aurora yya guys...

My Lovely NurseTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang