Aurora Evren Naureen, Gadis manis berdarah campuran Indonesia-Turki-Portugis. Dengan tinggi 178 cm dan memiliki warna mata biru terang. Aurora sering dihina oleh teman-temannya karena warna matanya yang aneh sehingga Aurora harus menggunakan kontak...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aldrick benar-benar menepati janjinya. Saat ini Aurora begitu sibuk menyiapkan makan siang dan beberapa hidangan penutup untuk menyambut kedatangan keluarga Aldrick. Jangan dikira Aurora adalah gadis yang mengandalkan koki di rumahnya. Bahkan Brenda, mamanya saja sudah menyarankan untuk memakai koki rumah, tapi ditolak halus oleh Aurora. Dia sudah terbiasa hidup seperti ini, jadi dia ingin menyiapkan semuanya sendirian. Beruntung hari ini dia sedang libur kerja sampai besok. Jika tidak mungkin dia sudah kerepotan dan terpaksa menerima tawaran mamanya.
Jam sudah menunjukkan pukul 11, semua makanan dan juga hidangan penutup sudah selesai dibuat. Keluarga dan juga sahabatnya sudah berada dirumah sedari tadi. Aurora beranjak ke kamar mandi yang terbilang cukup kecil dari ukuran kamar mandi di mansionnya. Setelah selesai membersihkan diri, Aurora memilih dress selutut berlengan pendek berwarna hitam dan putih. Rambutnya digulung sampai hampir puncak kepala. Riasan wajahnya pun tampak natural.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Deru mobil berhenti tepat didepan rumahnya. Aurora menatap Aldrick malas dan jengah. Andai saja mulutnya tidak berkata seperti itu semalam, mungkin hidupnya akan tenang dan tidak menjadi sorotan media. Meskipun dia juga model untuk perusahaan fashion mamanya yang berada di London, tapi untuk urusan ini dia juga harus siap menghadapi para wartawan dan juga musuh-musuh pria itu. Ketukan pintu kamarnya membuyarkan lamunan Aurora. Dilihatnya Brenda tersenyum. Meskipun Aurora sudah meminta agar keluarganya memakai baju biasa, tetap saja tidak bisa berbohong jika sikap keluarganya menunjuukkan orang terpelajar. Karena Aurora tahu bahwa Aldrick itu orang yang jeli sama sepertinya. Mata Aurora menatap kakek tertawa bahagia.
"KAKEEEKK....." teriak Aurora dan berlari memeluk kakeknya dengn erat. Entah kenapa baru 2 hari tidak bertemu kakek Aldrick, membuatnya rindu. Melihat Aurora bersikap seperti itu, mereka tersenyum. Terutama Aldrick.
"Aduh cucu kakek. Ini kakek gak bisa nafas gimana hayo....Cantiknya cucu kakek. Sama seperti pertama kali ketemu" puji Audison sehingga membuat pipi Aurora menjadi bersemu merah. Mereka menertawakan tingkah lakunya yang seperti anak kecil
"Sayang, kamu kangen kakek ya?" tanya papanya. Aurora mengangguk menahan agar airmatanya tidak jatuh. Memalukan jika sampai Aurora menangis. Dia hanya mengangguk.
"Makanya,, jangan sibuk terus.. Urusin aja bisni kamu sama Rumah Sakit. Dancemu tinggal aja. Atau performance kamu tuh." kata Catherine dengan sengaja. Dia menatap Aurora sebal.
"Hufth...Gak bisa ditinggal Cath.. Bulan depan aku ada lomba dance.. Dan tau sendiri kan tiap bulan aku pasti tampil di cafe."
"Iya sibuk sendiri.. Sampe nimbun janji banyak ke aku. Hhuuu.. " keluh Catherine
"Lho, calon menantu saya ini banyak kejutannya ya.. " ujar papa Aldrick dengan senyuman bangga.
"Eh, iya om... "Aurora tersenyum kikuk dan menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal. Sedangkan Aldrick menatapnya dengan raut wajah terkejut. Aurora mempersilahkan mereka untuk makan siang karena sudah waktunya. Selama makan siang berlangsung, banyak candaan yang terlontar dari mulut keluarganya dan juga Aldrick. Setelah selesai acara makan siang, mereka lanjut berbicara di ruang keluarga untuk membicarakan tanggal pertunangan.
"Baiklah kalau begitu, sudah ditetapkan minggu depan kalian bertunangan. Aku akan mengijinkan Aurora libur 2 hari ke pihak Rumah Sakit. Pasti boleh kok Ara sayang" kata kakek saat melihat Aurora mengernyit bingung.
"Jelas boleh kek, kan Kakek pemegang saham terbanyak disitu. Dan Ara sayang, bersiaplah jika nanti wartawan atau pihak media akan membuntutimu. Aku sudah menyiapkan beberapa bodyguard. Tidak ada penolakan babe... " kata Aldrick bossy. Aurora memutar matanya dan mendengus. Mereka tertawa melihat kejadian itu. Mama Aldrick menatap anaknya dengan pandangan yang sulit diartikan oleh Aurora.
"Semoga dia tidak tau siapa aku sebenarnya" batin Aurora......
====================
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
INi visualisasi ruang keluarga rumah Aurora yaa...