"Manusia saling bertolak belakang, kadang yang benar disalahkan dan salah dibenar-benarkan."
🌞🌞🌞
"Lucu!"
"Kayak kamu!"
"Hahaha..."
Mentari menutup telinganya dari bisikan makhluk astral. Beribu cara telah dia lakukan guna terhindar dari pandangan menyakiti mata. Tapi, kemanapun dirinya menghindar pandangan itu selalu hadir dalam hidupnya. Anggap saja definisi jones diampu olehnya.
Cukup untuk hari ini!
Gadis itu berdiri dan pergi dari kantin. Rasa laparnya kalah dengan rasa risi. Melihat orang saling gombal dan melontarkan kalimat manis terlalu memuakkan untuknya. Memangnya mau berandai-andai menjadi bunga dan memiliki pasangan lebah? Dimana-mana lebah menikah dengan lebah bukan dengan bunga. Bunga hanya dijadikan tempat mencari makan lalu setelah habis ditinggalkan layaknya sampah.
"Tarrr... Tunggu gue, lo main cabut aja."
"Lo sih, gue sudah bilang nggak mau ke kantin."
"Iya, gue paham lo itu jones. Tapi, zaman sekarang lo harus kuat kayak gue. Makanya keluar rumah biar tahu hidup."
"Gue nggak suka!"
"Serah, Afika nggak kuat menghadapi serigala jadi-jadian. Mending nonton My Oppa." Afika melambaikan tangannya pergi.
"Dasar Korean club!"
🌞🌞🌞
"Tar, kemarin gue dengar katanya jones itu pasti menderita ya?"
Kalimat yang sama pernah Afika katakan dua puluh menit yang lalu. Beberapa kasus Mentari harus memberikan jawaban iya karena tak mau memperpanjang percakapan tanpa bobot. Hari ini dia ingin mengatakan kalimat yang menghentikan pertanyaan Afika tetang jones. Padahal temannya itu juga jones, namun kalau jawab 'Etsss... Pacar gue lagi kerja banting tulang, nih... Gue kasih fotonya!'. Mentari tak sebodoh itu tahu siapa foto orang diwallpaper.
"Fik, gue emang jomblo tapi gue nggak ngenes. Lagipula secara rasional lo itu juga."
"Wah, Jin Oppa itu sudah tunangan sama gue. Lo nggak boleh bilang gue jones, sorry."
Mentari memutar bola matanya malas, berharap dan mimpi boleh saja asalkan itu nyata adanya bukannya berkhayal. Anak zaman now suka sekali mengayalkaan sesuatu berlebihan. Memiliki garis tipis antara alay dan lebay.
"Gue bingung, kenapa lo bilang gue itu jones? Gue bahagia dengan apa yang gue jalani. Orang pacaran itu aneh!"
Afika merangkul temannya yang dia kenal dari SD. Untuk hubungan ini dia akan menjelaskan untuk sahabatnya arti sebuah jalinan asmara yang diikat menjadi suatu kesatuan yang utuh. Dia pernah sekali pacaran waktu SD kelas 5 walau hanya berjalan 2 bulan. Setelah itu dia menambatkan hatinya pada idol korea.
"Gini ya, dari zaman lo ingusan sampai sekarang. Lo itu belum pernah pacaran, secara lo kayak serigala kalau ada cowok deketin lo. Terus, lo nanti nikah gimana kalau nggak pacaran?"
"Memangnya harus pacaran dulu baru nikah?"
"Ya, itu berarti lo ta'aruf aja. Sekarang mana ada cowok mau. Yang ada lo bisa jadi perawan tua."
KAMU SEDANG MEMBACA
Toko Kaca ( END )
Novela JuvenilIni sebuah kisah tentang sebuah pendewasaan diri dari seorang anak yang memahami apa arti sebuah cinta.
