Dugaan dokter yang mengatakan bahwa Nay bisa kembali berjalan normal dalam waktu 2 minggu ternyata meleset.
Bukan meleset lebih lama melainkan lebih cepat. Membuat geng Blueblood sebenarnya takjub pada Nay ini. Bagaimana tidak? Dokter memperkirakan dua minggu tapi, Nay bisa kembali berjalan normal hanya dalam waktu tiga hari.
Entah karena keajaiban dari Tuhan atau memang keinginan keras Nay yang ingin cepat berjalan normal menurut geng Blueblood keduanya bisa saja terjadi karena Nay memang punya sifat tak pantang menyerah.
"Hebat lo" puji Asbi menepuk bahu Nay saking takjubnya melihat Nay kembali berjalan normal
"Berkat semangat kalian juga" sahut Nay tersenyum
"Berkat Ozik lah... Ozik kan rela bolos kerja 3 hari ini demi mengajari lo berjalan" ucap Gema santai sambil merokok
"Apa sih yang gak Ozik lakuin demi Nay. Dia mah rela" sahut Al santai sambil membaca bukunya
"Lo balikan sama kak Ozik?" tanya Icha
Nay menoleh. "Balikan itu sama aja mengulang kepahitan di masa lalu Cha"
"Trus lo sama Ozik apa dong?" tanya Angga
"Mantan goals" sahut Nay santai
"Ck! Mantan goals proses balikan" decak Gema
"Gue gak mau balikan sama kak Ozik dan kak Ozik juga gak mau balikan sama gue... Kami sama-sama membuka lembaran baru yang lebih baik" elak Nay
"Apa kata lo dah! Ribet amat tau gak kalian berdua. Kalo sayang mah jadiin aja. Gak perlu mantan goals mantan goals segala" Gema sebenarnya kesal pada kedekatan Nay dan Ozik
"Eh gue pergi dulu ya... Mau ke apartement Sofie. Kasian dia gak ada temen main. Bye" pamit Nay berjalan santai
"Eh Nay aku anterin ya?" tawar Angga
Nay menggeleng. "Gak usah! Aku jalan aja Nga. Sekalian mau nikmatin udara sore di Macau"
"Iya sih di Indo mana bisa kita jalan kaki begitu. Dianggap remeh sementara disini semua juga jalan kaki kapan aja dan dimana aja" sahut Gema
"Gue duluan" pamit Nay menutup pintu apartementnya
"Hati-hati lo" pesan Asbi khawatir
🍦
Nay berjalan santai walaupun sore cukup terik tapi, Nay dapat merasakan hembusan angin sepoi-sepoi menerpa wajahnya.
"Coba aja Indonesia bisa kayak gini" harap Nay sambil berjalan di jalur pejalan kaki sambil menikmati pemandangan sore
Nay menggosok-gosokkan kedua tangannya karena jelas saja walaupun matahari memancar cerah ia tetap merasa dingin karena hembusan angin yang kencang apalagi musim dingin sudah berakhir.
"Red velvet latte nya nona" seseorang menyodorkan satu cup red velvet latte kesukaan Nay membuat Nay menoleh kaget karena itu bukan Ozik yang biasa didengarnya
"Bapak" Nay bukan main kagetnya saat melihat KENTARA disampingnya
"Tidak ada sianida ataupun racun! Aman kok" Kentara paham bahwa Nay curiga padanya
"Katanya gak peduli" sinis Nay
"Itu dimana saya bilang?" tanya Kentara
"Di kampus" sahut Nay santai kembali memandangi jalan raya dan terus berjalan
"Berarti cukup dikampus" tegas Kentara membuat Nay menoleh padanya
"What do you mean?" tanya Nay heran
KAMU SEDANG MEMBACA
My Ice Dosen!
Roman d'amourHanya curahan hati Nay yang mendapat dosen bimbingan layaknya es batu di kutub utara! Started : 14 April 2018 Finished : 05 November 2018
