-Kali ini, bisakah kamu menjadi orang terakhir yang aku percaya sampai nafas tak lagi berhembus?- Nastiti Adha Iqbal
🍦
Nay mengeluarkan teropong bintang di balkon apartement Kentara, Kentara hanya geleng-geleng kepala melihat Nay yang mendorong teropong bintang itu sendirian tanpa bantuannya.
Nay lebih memilih meneropong bintang daripada membantu Kentara memasak makan malam mereka, apalagi anak-anak kucing itu kini setia membuntuti Nay bukan Kentara lagi.
Belum sampai sehari saja, anak-anak kucing dan anak anjing itu sudah akrab dengan Nay dalam hitungan jam.
"Malam ini banyak bintang, view nya bagus" Nay kini memasang lensa kameranya. "Perfect," gumam Nay sambil memotret langit malam.
"Ngomong sama siapa? Kalo ngomong itu biasa ada lawan bicaranya," suara Kentara dari dapur.
"Aku ngomong sama bunny-bunny nya aku, sama ini nih si KenKen" Nay tertawa menunjuk anak anjing yang dipanggilnya 'KenKen'
"Bunny-bunny kok kucing? Biasa ya cewek ngomongnya 'bunny-bunny aku tuh' biasa nya sih PACARNYA!" Kentara melirik Nay
"Itu hunny bunny," ralat Nay cemberut
"Mau dong jadi hunny bunny nya," goda Kentara
"Ngarep! Baper!" Nay mencebik
"Iya nih laper, kamu sih gak mau bantuin jadi lama masaknya nih" jail Kentara
"Masak aja sendiri, aku gak mau ketemu bawang and the gengnya itu. Bau, ueeeggghh" Nay langsung pura-pura muntah
"Pantes belom ada pacar, gak bisa masak sih?" ledek Kentara
"Emang situ pandai masak ada ceweknya? Gak ada juga kan? Bleeekkk!" Nay menjulurkan lidahnya
"Malas debat sama kamu! Gak mau kalah!" Kentara pura-pura ngambek
"Diih, dasar dia tukang ngambekan ya," Nay berbicara pada anak-anak kucing itu. "Huaaachimmm," Nay bersin sambil menggosok hidungnya
Nay melupakan ia alergi debu.
"Huaaachiimmm," Nay kembali bersin-bersin sambil menggosok hidungnya
"Nay, jangan di balkon lah. Masuk angin kan? Masuk gih!" Kentara mendengar Nay bersin
"Huaaachiimmm!!!" Nay bersin ketiga kalinya dan langsung berlari ke westafel untuk mencuci tangannya
Kentara langsung berlari menghampiri Nay. "Kamu kenapa?"
"Huaachimm, huachimmm, huaachimm" Nay bersin tidak berhenti sambil menggosok hidungnya
"Kamu alergi kan?" tebak Kentara
Nay mengangguk dan kembali bersin. "Huaaachimm,"
Kentara pun memasukkan anak-anak kucingnya dan anak anjing itu ke dalam kamar.
Kentara pun memberikan satu kotak kemasan susu cokelat untuk mengurangi alergi Nay, karena setidaknya ia ingat sewaktu kecil dulu Nay juga pernah alergi seperti ini.
"Pasti banyak bulu-bulu kucing sama anjing yang nempel di baju kamu," duga Kentara
"Seharusnya aku gak terlalu lama main sama mereka sih," sahut Nay menghela napas
Kentara membuka lemari pakaiannya yang berada di dekat kamar mandi dan memberikan sweater pada Nay.
"Mending kamu ganti pakaian kamu pake sweater saya, siapa tahu berkurang alergi kamu itu." ucap Kentara memberikan sweater berwarna hijau pada Nay
KAMU SEDANG MEMBACA
My Ice Dosen!
Roman d'amourHanya curahan hati Nay yang mendapat dosen bimbingan layaknya es batu di kutub utara! Started : 14 April 2018 Finished : 05 November 2018
