Nay sejak kemarin hanya cemberut bukannya ia tidak antusias menyambut bulan suci Ramadhan ini, apalagi ini adalah hari pertama berpuasa. Tapi, yang membuat Nay badmood sejak kemarin adalah ia kedatangan tamu bulanannya tepat sehari sebelum berpuasa itulah yang membuat Nay badmood karena tidak bisa menyambut bulan suci Ramadhan.
"Hoi, itu muka dari kemaren kusut aja. Belom di setrika neng?" Gema menepuk bahu Nay
Nay menepis tangan Gema. "Udah deh,"
"Puasa gak lo hari ini?" tanya Gema nada meledek
"Gak. Gue gak puasa!" geram Nay
"Wah gak baek lo!" Gema terus saja menjahili Nay
"Lo mau gue sumpelin roti biar puasa lo batal?" geram Nay
"Gak deng. Gue biarpun tampang badboy, liar, nakal gini tetap menjalankan kewajiban dari Allah SWT, gue tetap shalat lima waktu, puasa ramadhan, zakat, dan lain-lainnya. Biar tampang badboy tapi, tetap ingat Allah." Gema tersenyum
"Shalat aja belang-belang sapi lo!" Angga baru muncul sambil meminting leher Gema
"Lo kenapa sih Nga buka rahasia mulu? Iri lo ya sama gue mendapat anugerah paling tampan sejagat Paris?" kesal Gema
"Elah! Shalat jum'at kalo gak diseret Asbi kagak bakal lo ke kedubes buat shalat, iya kan?" ejek Angga menjulurkan lidahnya
"Lo apa? Shalat isya molor. Bleeekk, alasannya 'ntar Bi ngantuk gue mau tidur bentar' lo pikir gue kagak tahu kalo lo malas shalat isya!" Gema telak membalas Angga
"Tapi, shalat isya panjang waktunya. Gue bangun jam 2 pagi trus shalat sendiri, sekalian tahajud... *ekhemm calon imam" Angga sengaja berdehem
"Benerin aja diri lo toil," Al datang-datang langsung menjitak Angga dan Gema yang sibuk berdebat
"Emang lo udah bener? Ke Vihara aja cuma hari minggu doang." Gema cemberut
"Sok-sok'an bener lo Al, keyakinan aja dua lo punya. Seharusnya tuh ya keyakinan cukup satu, biar nanti anak lo gak bingung. Ini hari jum'at shalat jum'at hari minggu ke Vihara, lebaran iya, imlek iya, sekalian aja lo waisak lo!" cerocos Icha juga ikut bergabung bersama keempat sahabatnya di balkon apartement
Nay langsung menghentakkan vas bunga dengan keras, jujur saja kalau yang dibahas adalah keyakinan Nay agak 'sensi' ia punya banyak keluarga yang berbeda agama, Nay juga mengikuti berbagai hari raya keagamaan untuk menghargai keluarga baik dari sebelah Papa ataupun Mamanya.
"Icha kalo ngomong ibarat peribahasa 'sentil Al, mukul Nay!' sakit dedek!" Gema paham bahwa Nay sedikit sensi
Icha langsung membekap mulutnya sendiri. "I'm so sorry, gue maksudnya nyindir Al bukan dia." Icha cemberut
"I'm so sorry." ejek Gema
"Ada apa sih?" tanya Asbi orang paling terakhir bergabung di balkon berselisihan dengan Nay yang akan menuju ke kamar
"Icha, niatnya mau nyentil Al eh kena ke Nay juga. Kasian itu anak! Lo mah Cha," kesal Angga malas pada Icha
"I'm so sorry, gue gak tahu dia daritadi disini. Gimana dong?" Icha cemberut
"Kalian kalo ngomong jangan bahas yang menyinggung. Kita emang beda keyakinan sama Al dan Nay tapi, jangan menyudutkan mereka dong. Mereka punya keluarga, punya tradisi. Gimana seandainya itu terjadi sama kalian? Mikir!!!" Asbi menunjuk kepalanya sendiri
"Ya, maaf." ucap Icha merasa tidak enak
"Besok-besok kalo gak ada yang penting jangan ngomong! Diem aja!" titah Asbi langsung menuju ke kamar Nay
KAMU SEDANG MEMBACA
My Ice Dosen!
RomanceHanya curahan hati Nay yang mendapat dosen bimbingan layaknya es batu di kutub utara! Started : 14 April 2018 Finished : 05 November 2018
