Sambil dengerin lagu di mulmed yaaa
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Ada pepatah mengatakan 'seseorang menjadi bodoh karena cinta' Ya, tepat sekali. Banyak orang melakukan hal bodoh hanya demi mempertahankan cinta. Contoh kecil saja pura-pura tidak mengetahui apapun yang pasangan lakukan di belakang kita.
Ada juga yang mengatakan siap 'jatuh cinta' harus siap 'sakit hati' karena awalan yang sudah jatuh itu pasti berujung kesakitan. Itulah hal yang paling dihindari dan tidak diinginkan oleh semua pasangan di dunia ini, kan?
Seperti saat ini Nay sudah tahu bahwa Ozik menderita D.I.D alias Disosiative Indentity Disorder atau kata lain dari kepribadian ganda. Tapi, Ozik punya tempat tersendiri di hati Nay hingga detik ini.
Bahkan membenci Ozik pun Nay tidak bisa!
"Nay, pak Kentara tadi telpon katanya jam 3'an lo disuruh ke kampus." ucap Icha menghampiri Nay di dapur
Nay menggeleng kemudian mengaduk chocolate hangat buatannya. "Gue gak bisa,"
Icha menghela napas pelan. "Lo ada apa sih sama pak Kentara? Terkesan lo menghindar dari dia,"
"Dia udah punya anak dan istri Cha, ngapain juga dia harus deketin gue?" Nay kemudian menghirup chocolate hangatnya
"Itu fitnah. FITNAH! You understand! Lo kenapa sih mudah banget terhasut sama orang-orang gak jelas yang pengen menjatuhkan pak Kentara?" Icha berbicara seolah membela Kentara membuat Nay memutar bola matanya malas.
"Bilang aja lo fansnya makanya lo belain dia terus kan?" balas Nay kesal
"Ok, fine gue emang belain pak Kentara. Terus misalnya pak Kentara udah punya istri apa bedanya sama OZIK MANTAN TERSAYANG LO ITU HAH? dia juga udah punya istri, kan?" Icha sengaja menekan nama Ozik
Perkataan Icha membuat Nay merasa jatuh terhempas dari awan, matanya sudah berkaca-kaca mengingat ucapan Icha ada benarnya bahwa Ozik mempunyai istri bernama Rena. "Tapi, masalahnya beda, Cha... Kak Ozik D.I.D sedangkan pak Kentara apa? Dia boongin gue kan?"
"Lo bodoh cuma gara-gara cinta! Dari dulu lo gak berubah sama sekali, coba punya otak di pake buat mikir siapa yang tulus dan siapa yang main-main doang!" Icha menunjuk kepala Nay membuat Nay langsung menepis tangan Icha. "Dan lo selalu pergi dari kenyataan! Lo gak dewasa, itu alasannya!"
"Lo bilang gue selalu pergi dari kenyataan?" ulang Nay emosi. "Lalu kenapa lo juga ada disini setelah lo tahu selingkuhan Athaya itu Swastika juga? Gue pergi untuk mengikhlaskan bukan lari dari kenyataan ada saatnya gue kembali,"
Icha memijit kepalanya yang pusing ketika lawan bicaranya adalah Nay ini, memang benar apa yang Nay katakan. "Terserah lo sekarang,"
Gema memasuki dapur dan mengambil minuman di kulkas sambil memperhatikan Nay dan Icha yang sepertinya terlibat pembicaraan serius. "Ada apaan sih? Tegang amat, ngomongin apa sih? Ngomongin gue ya?"
"Pede amat lo!" kesal Nay memutar bola matanya malas
"Gue mau nyadarin dia, Gem. Tapi, yaudah lah!" sahut Icha sama malasnya
"Gue masih sadar!" Nay menghentakkan gelasnya kemudian meninggalkan Icha dan Gema di dapur
"Sadar sih iya. Tapi, bodoh!" Icha menggeram marah membuat Nay menoleh dan memandangnya sangat tajam seolah Icha adalah mangsa menurut Nay.
"Bodoh mana gue sama lo? Gue masih mencintai kak Ozik atau lo yang udah menyerahkan __" ucap Nay terputus
"Cukup Nay!" bentak Gema tajam. "Jangan bahas masa lalu Icha,"
Icha menghapus kasar air matanya yang sedari tadi mengenang di pelupuk mata. Ya, ia sadar ia bodoh bahkan teramat bodoh. Ia hanya tidak mau apa terjadi padanya terjadi pada Nay juga. Maka dari itu ia selalu menegur Nay.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Ice Dosen!
RomanceHanya curahan hati Nay yang mendapat dosen bimbingan layaknya es batu di kutub utara! Started : 14 April 2018 Finished : 05 November 2018
