-HARAP FOLLOW DULU SEBELUM BACA-
(Dilarang copast🚫)
Mengira bahwa Dio adalah Monster abadi di sekolah,membuat banyak orang menjauh darinya.Namun,sebuah tarikan bermunculan saat pria tersebut tiba-tiba bersikap lembut.Dengan paras yang memukau kaum...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
[TARI FATHMA ANJANI]
🐋🐋🐋
Dalam sisi kelam aku berkata.Pengeran datanglah,kau harus mengubah suasana kelam ini.Sepanjang jalan setapak aku lalui bersama derasnya hujan.Angin bergemuruh seakan menandakan bahwa petir akan tiba.
Hujan mulai lebat,diselingi oleh derasnya air mata ku.Ku usap perlahan sampai ku tiba di kediaman.
Sesaat air mata pun berkata.Kenapa aku terus keluar? Kenapa kau tak berhentikan saja tangisan mu ini? Aku sudah lelah,putri cantik tolong berhentilah menangis.
Sesaat,aku pun menyadari bahwa menangis bukanlah hal yang dapat memahami keadaan.Melainkan hanya lah memperburuk suasana.
-Tari Fathma-
Suara tawa riang para penghuni Kartika Abadi bergema di telinga Tari.Memang,suasana ini masih terlalu asing bagi Tari.Namun,ia berusaha untuk mendekatkan diri dalam lingkup Kartika Abadi.
Tari berjalan menyusuri koridor sekolah,disana banyak sekali mata yang berpusat pada Tari.Bahkan,siswa senior yang duduk di bar depan kelas pun kerap sekali menggoda Tari sepanjang Tari berjalan.
"Aduh!" Tari meringis kesakitan.Tubuhnya tergeletak di lantai karena tersenggol oleh salah satu siswa.Tari menatap lekat matanya,sampai dibalas kembali oleh pria tersebut.
Siswa tersebut langsung mengenggam telapak tangan Tari.Menariknya secara perlahan untuk membangunkan Tari."Lo nggak papa?"
"Nggak papa,cuma syok aja sih."
Yaampun ganteng banget sih ni orang,andai aja dari dulu gue sekolah di sini.Abadi banget nih hati gue wkwk.Batinnya.
"Syok? Lo kira ketemu setan apa gimana hahaha."
Siswa tersebut tiba-tiba tertawa mendengar ucapan Tari.
"Oh iya,kenalin,gue Dio.Dio Alfarizi anak Mipa 4." Lanjutnya.
"Hmm,gue Tari Fathma,anak baru disini."
"Anak baru? Pantes aja baru kali ini gue lihat lo disini."
"Oh,hmm."
Entah perasaan apa yang menyelimuti hati Tari saat ini.Entah senang,bahagia ataupun ah apalah itu.