Happy reading❤
Sungguh,menggapai kenangan itu terlalu mudah.Sampai aku dapat jatuh terpuruk di bagian jeram mu saat itu.
Kenangan yang terlihat sangat semu.Menuaikan sejuta rindu yang menjalar pada ingatan.Dalam hujan,kulihat bayangan mu mengatakan sajak yang kini terurai sendu.
Waktu itu,kau ukir kata yang membuat ku bisa tertawa.Kau masih ingat itu? Semoga saja tidak.Buanglah ingatan tentang aku dan kau.
Tentang temu dan pisah.Tentang sajak dan rindu.Berundinglah dulu kepada derai semu untuk menghilangkan getiran haru ini.
-Tari Fathma-
🐋🐋🐋
Kali ini,bukan bel yang berbunyi.Namun,suara lonceng yang terdengar sangat menusuk raung sudah menandakan dimulai nya pelajaran.Ditengah kesibukan teman-teman nya yang sedang mengerjakan tugas rumah mereka,Tari malah sibuk berjalan kesana-kemari,mencari keberadaan seseorang.Seseorang yang sampai saat ini masih dalam hati dan ingatannya.
Kemana ya tuh orang?apa jangan-jangan udah berangkat? Mampus gue.Gumam nya tak jelas.
Di sepanjang lorong sekolah,Tari menjadi salah satu pusat perhatian siswa-siswi Kartika Abadi.Dimana pada saat itu,wajah Tari menggambarkan ekspresi bingung dan hanya bolak-balik.Entah sampai kapan.
"Neng cantik," Teriak seorang siswa dari belakang.Tari tak asing dengan suara itu.
Tak menjawab sambutan dari Vino,Tari malah langsung bertanya tentang Dio kepada nya. "Vin,Dio dimana ya?"
"Mau tau aja apa tau banget?" Godanya.
"Ih,gue serius Vin,dimana?"
"Tadi sih dia chat gue,dirumah katanya."
Tari merasa lega.Untung saja Dio belum pergi jauh."Dia nggak akan pergi kan Vin?"
"Dia pergi Tar.Kayak nya sih besok subuh pesawat nya take off,tapi nggak tau juga."
"Hmm,makasih ya infonya."
"Oke neng Tari,abang Vino ke kelas dulu ya,dahh."
"Ih!" Kesal Tari.
🐋🐋🐋
Dio sibuk mengemas pakaian nya.Segala barang yang ia perlukan harus ia packing terlebih dahulu.Terlebih lagi,peralatan untuk sekolah nya disana.Sangat ribet.Dio tidak suka dengan hal seperti ini.
Kegiatannya terhenti saat mendapati seorang pria berusia tak jauh darinya,sedang berdiri di dekat pintu.Pria itu bernama Revan.Kakak kandung Dio,yang sudah lama tidak bertemu karena kesibukannya mengejar pendidikan di luar kota.
"Lo tega sama cewek itu?" Cewek yang dimaksud Revan tak lain lagi adalah Tari.Revan mengenalnya sejak Dio dan Revan saling bertukar cerita.
"Nggak tau,"
"Kasian dia,keliatannya emang udah sayang sih sama lo.Malah lo ajak LDR kan sakit bego."
"Lo yang bego,"
"Kok malah jadi gue yang kena siram?"
"Lo sih,maksain buat gue pindah ke luar negeri,mana lama lagi!" Ucap nya tegas.
"2 bulan lama? Lo hanya ikut tes doang,kalo lo nggak lulus ya lo balik lagi ke sini.Tapi,kalo lulus lo menua disono tuh hahahaha!" Dio hanya terpaku melihat kakak nya yang sangat konstan ini.Sifat nya berubah-ubah seiring waktu.
KAMU SEDANG MEMBACA
END OF SADNESS [ON GOING]
Jugendliteratur-HARAP FOLLOW DULU SEBELUM BACA- (Dilarang copast🚫) Mengira bahwa Dio adalah Monster abadi di sekolah,membuat banyak orang menjauh darinya.Namun,sebuah tarikan bermunculan saat pria tersebut tiba-tiba bersikap lembut.Dengan paras yang memukau kaum...
![END OF SADNESS [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/156699456-64-k901008.jpg)