28.INTUISI HATI

427 7 21
                                        

Follow instagram @desikaaputri

🎡

Malam yang tenang setelah peraduan nasib di temukan.Acara Perkusi sudah selesai,tinggal menunggu Ujian Akhir Semester yang dilaksanakan tidak lama dari hari ini.Semua hal harus mereka siap kan mulai dari sekarang.Apalagi,jabatannya sebagai Ketua OSTIKA yang tidak lama lagi,akan digantikan oleh angkatan yang baru.Masa-masa Dio hidup di dalam sebuah lingkup organisasi yang sangat ketat.Menuntun hidupnya menjadi lebih baik,walaupun jadi ketua OSTIKA pun,terpaksa.

Tari turun dari motor sport Dio.Di depan pos satpam,pak Dibyo sudah mengamati siswa-siswi nya dari kejauhan.Sesekali terlihat ia menaik turunkan kacamata nya agar dapat lebih jelas lagi melihat para siswa nya.

"Anjir!" Pecik Dio yang tiba-tiba menghentikan langkahnya.

"Kenapa?"

"Gue nggak bawa dasi," Tari tertawa melihat tingkah Dio yang gelagapan.Padahal,sudah beratus peringatan yang di kumandangkan pak Dibyo agar Dio dapat mematuhi pertaturan sekolah.Apalagi,jabatannya sebagai ketua OSIS.Mau jadi apa coba kalo kayak gini?

"Terus gimana? Pake dasi gue aja ya?"

"Eh jangan,ntar lo dihukum pak Dibyo,"

"Yaudah gini deh,kalo lo nggak pake dasi gue juga nggak pake dasi? Yay?"

"Nay,gue nggak mau lo dihukum,"

Apalah daya,Tari tetap mengelak.Kini,Tari menyimpan dasinya di dalam ransel berwarna silver itu.Lalu,dengan santainya mereka berjalan melewati pak Dibyo.

"WEY! SI ABDUL ANAKNYA PAK GENDUL! SINI KAMU!" Teriak pak Dibyo sambil menunjuk mereka berdua.Pak Dibyo sering lupa nama-nama muridnya.Sampai-sampai,banyak yang ia panggil dengan sebutan yang aneh.Terkadang,membuat bahan tawa.

"Saya pak?" Dio menunjuk dirinya sendiri.Ia juga terlihat sangat santai.Padahal,kumisnya pak Dibyo itu,heehh wadidaw mantab jiwa!

"IYA KAMU SAMA PACAR KAMU! SINI!"

"Ada apa pak?" Ujar Dio yang sudah berdiri di depan pak Dibyo.Dengan santainya,Dio malah menggandeng tangan Tari dan di pisah oleh pak Dibyo."Kenapa di lepas pak? Cemburu ya?" Dio terkekeh melihat muka pak Dibyo yang menahan kemarahannya.

"E-enggak! Kemana dasi kamu?!" Ucap Pak Dibyo galak.

"Terbang pak,"

"Terbang gimana maksud kamu? Ini pacar kamu juga! Kemana dasi kamu? Pasti kamu berubah nakal gara-gara pacar kamu ini ya?!" Pak Dibyo kelihatan kalau suka dengan Tari.Ia malah mendekatkan posisinya di sebelah Tari.

"Pak,jangan deket-deket dong.Kalau bapak pingin pacaran,jangan sama ABG.Mendingan tuh tuh,sama bu Anggun aja,kan cocok lewat 4 tahun aja!" Goda Dio sambil melirik ke arah bu Anggun yang sedang menuju ke ruang guru.

"KAMU TUH YA! SEKARANG KALIAN BAPAK HUKUM,BERSIHKAN TOILET KORIDOR ATAS!"

"Sekarang pak?"

"MASA PALEOLITHIKUM!"

"Udah lama dong pak,ini kan masa Millenial?"

"DASAR ANAK BUJANG! CEPAT ATAU BAPAK SKORS KALIAN!"

Mendadak pak dibyo mengancam mereka akan di skors,mereka langsung berjalan menuju koridor atas.Tari meminjam lap dan alat kebersihan lainnya di gudang.Sedangkan Dio,ia menunggu di depan toilet mengamati kelakuan Vino di bawah pohon beringin yang sedang menggoda siswi-siswi kelas 10.

"Udah nih,kamu bersihin di sana ya,aku di paling ujung."

"Oke,kalo kamu capek istirahat aja.Biar aku yang bersihin,kan ini semua gara-gar---" Tari menutup mulut Dio.Sehingga Dio tidak bisa melanjutkan ucapannya.

"Diem,atau minta di lem?"

"Wangi,"

"Apa nya?"

"Tangan kamu lah,"

"Jadi cewek tuh ya harus gini,pake hand body biar cowok-cowok ngelirik hahaha."

Tari berlari meninggalkan Dio yang masih terdiam dengan lap pel di depannya.Disaat mereka masih menyelesaikkan kewajibannya,seorang siswi datang sambil menatap tajam ke arah mereka.Inez.Siswi itu lagi,yang sudah memperburuk keadaan Tari waktu itu.Seseorang yang juga pernah masuk ke dalam kehidupan Dio dulu.

Prok..prok..prok..

"Oh bagus,pacar baru hukuman baru.Dasar perebut cowok orang lo!" Inez melayangkan tangannya menggeram leher Tari.Dio yang nampak kesal langsung mendorong tubuh Inez menjauh dari Tari.Tangannya gatal untuk menampar cewek itu.Coba saja Inez itu cowok,pasti sudah habis di tangan Dio saat ini juga.

"Mau lo apa hah!! Dasar cewek bodoh!" Amuk Dio kepada Inez.Teman-teman Inez yang lain hanya diam di samping mereka.Jika sudah bermasalah dengan Dio,mereka angkat tangan.

"Mau gue? Mau gue lo Dio.Lo masih sayang sama gue kan? Kapanpun lo dateng lagi di kehidupan gue,gue siap nerima apapun keadaannya." Ujar Inez sambil menggenggam tangan Dio.

Dio mulai melemparkan tangannya ke wajah Inez.Inez yang menerima tamparan itu,langsung binasa sesaat.

"Mabok lo ya! Gue dari dulu nggak pernah sayang sama lo Nez,lo yang suka maksa gue buat jadi pacar lo kan! Ngaca Nez! Ngaca!"

"Ya! Gue emang maksa buat jadi pacar lo! Tapi,kenapa dulu lo terima gue jadi pacar lo kalau lo nggak sayang sama gue?"

"Gue terpaksa! Sekali lagi,jauh-jauh lo dari Tari.Sampai gue lihat lo nyakitin Tari lagi,habis lo di tangan gue!"

Inez yang sudah melampaui kekesalannya langsung pergi meninggalkan Dio dan Tari.Tari merasa lemas dan takut dengan tingkah laku Tari yang sangat agresif.

"Udah Tar,lupain semuanya ya.Jangan takut kalo Inez nyakitin lo lagi,gue akan selalu ada buat lo,gue sayang sama lo," Ujar Dio sambil mengelus puncak kepala Tari.

"Makasih ya Dio,gue juga sayang sama lo.Makasih buat apa yang udah lo kasih ke gue.Gue beruntung,punya orang yang selalu sayang dan bisa jagain gue setiap hari.Kayak intuisi hati gue,yang selalu bilang.Bakalan ada orang yang sayang dan ngelindungin lo,walaupun di luar sana banyak banget orang yang benci sama lo."

"Intuisi lo bener Tar,gue malaikat itu.Walaupun,nggak setiap saat gue bisa jagain lo Tar.Tapi gue janji,lo akan ada buat gue selamanya."

Dio mengacungkan kelingking nya,disusul Tari yang membelit jarinya ke kelingking Dio.Menandakan sebuah ikatan janji yang akan di tepati.Itulah sebuah janji,berakhir dengan sebuah ajakan yang berhasil di tepati.

🎡

Hai,readers ❤
Siapa yang udah nyoblos?
Pilih 1/2 apa pilih Paslon DioTari?😅
#NOGOLPUTYANETIJEN
Harap menjadi Netizen yang bijaksana dalam memilih,karena satu suara dapat merubah masa depan Negara ini.Pilihlah,Paslon yang mempunyai visi&misi sesuai IPOLEKSOSBUDHANKAM,semoga Negara ini bisa menjadi Negara yang adil,makmur,maju dan damai 5 tahun ke depan.Amin...

#Salam PEMILU dari Dio dan Vino heheww❤❤❤❤

END OF SADNESS [ON GOING]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang