55.MAAF?

544 13 1
                                        

[Vote dan komentar diwajibkan hehe❤️]

55.MAAF?

"Ayo berangkat sekolah," ajak Tari yang tengah berdiri di ambang pintu kamarnya.

"Aku anter kamu aja,ntar aku pulang tidur." Tari mendelik mendengar ajakan Dio yang seperti itu.

"Kok gitu?"

"Belum ngerjain pr sayangg," ucap Dio memperlihatkan muka melasnya.Pasti pr nya pak Madi yang sangat susah.Bahkan,pak Madi sangat suka memberi soal yang menjebak.Seperti tidak ada jawabannya ataupun yang lain.Dan lebih ngeselinnya lagi,tugas yang sudah dikumpulkan di meja guru hanya diberi tanda tangan saja plus emoticon smile.

"Jangan gitu ah.Katanya mau masuk UI,tapi pr aja nggak pernah ngerjain." Ucap Tari.

"Siapa yang mau masuk UI?"

Tari berdecak kesal. "Tau! Ngomong sama bocah,susah!"

"Aku nggak kuliah di UI,aku mau school abroad aja deh."

"Kok gitu sih?! Bilang lagi kalo mau ke Ause gitu? Atau ke Jerman? Udah-udah sana pergi aja ke Antartika sekalian nggak ngurus ah sekalian aja kamu nikah lari sama Viola atau Inez tambah nggak peduli!"

"Loh loh kok ngambek? Tari,yaudah deh gue masuk sekolah dan kuliah di UI deh.Tapi telat masuk nggak papa ya?"

Di dalam kamar,ia memicingkan senyumnya.Dasar Dio,dari dulu nggak berubah.Ngeyel mulu bawaannya.

-o0o-

Dio mengendarai motornya pada waktu yang sudah melebihi pukul 7.Halaman depan Rajawali sudah sangat macet akibat banyak sekali murid yang hendak antri untuk memarkirkan motor dan mobil mereka.Termasuk para siswi yang ribet sekali mengendarai mobil yang tidak mampu memarkirkan kendaraannya tersebut.

"Dio,aku turun disini aja deh.Nggak enak diliatin orang-orang," ujar Tari yang membonceng di belakangnya.

"Cuek aja,dia maju gue yang lawan." Tari tersenyum seketika lalu menimpuk kepala Dio yang tertutup oleh helm.

Eh itu kan Dio,kok dia boncengin mantannya sih?

Lho bukannya Dio sebentar lagi tunangan sama anak baru ya?

Alah palingan si Tari kegatelan tuh.

Udahlah, ngapain sih ngurusin hidup orang.

Padahal gue udah naksir Dio 3 tahun ini lho!

Begitulah cibiran yang diberikan oleh siswi-siswi yang berada di dekat koridor halaman parkir.

Saat Tari dan Dio berjalan menuju ke kelas mereka.Terlihat Viola bersama antek-anteknya berjalan ke arah mereka berdua.Viola bertepuk tangan lalu mengernyit kesal dengan Dio dan Tari.

"Bagus,jadi gini kelakuan calon menantu Demian? Selingkuh dengan mantannya yang cupu ini?" Viola menyentil baju seragam Tari dengan jijik.

Tari membeku seketika.Viola ini ternyata tidak sepolos yang Tari bayangkan.Bahkan,bisa dibilang lebih keji dibandingkan dengan Inez.

Rupa bahkan tidak menentukan sifat mereka.Mereka yang terlihat polos,dapat diombre dengan sifat murka didalamnya.Kecuali,mereka yang mempunyai sifat baik dan lebih peduli yang terbentuk asli dari jati dirinya.

"Langsung ke kelas aja Tar," pinta Dio pada Tari dan Dio pun bersikap cuek pada Viola.

"Tunggu!" Cegah Viola sambil mencekal pergelangan tangan Dio.

END OF SADNESS [ON GOING]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang