2.BANGKU DAN DERU

3.1K 94 0
                                        

Seperti deru,ia datang mengambil hati yang sedang merindu.Mereka saling mengasihi,tetapi tidak saling membebani.Rasa menjadi peluang untuk nya,yang sedang memendam hasrat pelik untuk hati yang rintih.

○○○

Tari melangkah kan kaki,menyusuri koridor sekolah yang terlihat sepi.Baru terlihat beberapa siswa-siswi yang baru memasuki gerbang.Dengan niat yang hinggap di dalam jiwa Tari,dengan cepat ia menaiki tangga yang berjumlah puluhan untuk mencapai kelasnya.

Di tengah perjalanan,seseorang datang menghampiri Tari.Dia bernama Elin.Gadis cantik dengan postur tubuh yang ramping membuat kebanyakan siswa di Kartika Abadi melirik ke arahnya.

"Selamat pagi,nona." Serunya dengan menepuk pundak Tari pelan.

Tari langsung menoleh ke arahnya dengan senyuman khasnya."Hai,pagi Elin!"

Setelah sampai pada puncak tangga,mereka langsung mempercepat langkahnya.Mengingat bahwa hari ini adalah hari senin.Upacara akan segera dimulai.

Semua murid terlihat sudah rapi dengan barisan yang sudah ditata oleh Pak Burhan.Guru olahraga sekaligus Wakil Kesiswaan sekolah.Tampangnya galak,tetapi tidak sebenarnya.Ia merupakan guru yang asyik dan gaul ketika berbaur dengan muridnya.

"Tar,ini hari pertama lo upacara di sini loh." Sahut siswi yang baris di belakang Tari.

Tari langsung menoleh ke belakang dan menyahut ucapan Naura."Iya nih,Ra hehe."

Upacara telah selesai.Semua murid bergegas memasuki kelas mereka masing-masing.Namun,beberapa dari mereka malah pergi ke kantin untuk mengisi perut kosong terlebih dahulu.

Juga Elin,ia mengajak Tari pergi ke koperasi terlebih dahulu.Berkat Elin,Tari menjadi paham dimana letak koperasi Kartika Abadi.

"Tari!" Suara laki-laki yang tak asing bagi Tari.Ia sangat mengenal suara tersebut.Tari langsung menoleh kebelakang,tepat di saat yang sama mereka saling menatap.Rambut yang sedikit berantakan,dan bulu mata yang lentik membuat Tari jatuh pada ranah Dio."Iya,hai Dio." Sambungnya.

"Nanti,bisa nggak pulang sekolah lo tunggu gue di danau belakang?"

Tari meneguk ludah nya dengan heran."Mau ngapain?"

"Nggak ngapa-ngapain Tar,cuma gue mau ngasih tahu lo sesuatu."

"Okedeh,"

"Yaudah gitu aja,gue balik ya,dah."

"Iya,dah."

○○○

Bel tanda pulang sekolah berbunyi.Tari ingat akan sesuatu.Ia harus menemui Dio di danau.Ia langsung bertanya kepada Elin,dimana jalan menuju danau tersebut.

Kini,Tari sudah mengerti.Ia langsung pergi sesuai dengan petunjuk yang Elin berikan.Mengingat bahwa Dio itu baik,jadi Tari berpikir positif tidak akan terjadi apa-apa disana nanti.

Terlihat danau yang begitu luas.Tetapi,ini bukan danau asli.Melainkan danau buatan yang dulunya merupakan rencana dari Kepala Sekolah Kartika Abadi,untuk menjadikan danau ini sebagai tempat khas sekolah tersebut.

"Dio!"

Dio melambaikan tangannya kearah Tari.Ia sedang duduk sendirian di sebuah bangku panjang berwarna putih di pinggir danau.

END OF SADNESS [ON GOING]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang