Follow ig : @desikaaputri
Pagi-pagi sekali,Tari sudah berangkat menuju rumah sakit.Sudah dipastikan oleh dokter bahwa kondisi Dio sudah pulih.Ia di izinkan untuk pulang ke rumah asalkan mengatur waktu untuk istirahat.Tari memasuki pintu otomatis yang berada di aula rumah sakit.
Suasana rumah sakit kala itu masih terlihat sepi.Hanya ada beberapa lansia yang duduk di kursi pengunjung.Mungkin,sedang menunggu antrian bersama keluarga yang senantiasa menemani mereka.
Tari melangkah menuju lantai 3.Tepat dimana Dio di rawat.Terlihat disana hanya ada pembantu rumah Dio yang menemani nya sepanjang hari.Bahkan,Afran tidak peduli dengan kondisi putranya sekarang.Ia hanya sibuk bekerja,bekerja dan bekerja.Bahkan,ia membiarkan Alika.Mama nya Dio,yang sekarang pergi entah kemana.Kiranya,Alika sudah mempunyai peran pengganti selain Afran mungkin.Kondisi saat terjadi broken home itu memang diawali oleh Afran sendiri,yang memaki Alika dan kedua putranya.Ia memaksakan dirinya dan keluarga nya untuk pindah ke luar negeri bersama Afran.Tetapi,Alika tidak menghendaki permintaan Afran.Ia bimbang dengan semua keadaan saat itu,ketika krisis moneter menjatuhi keluarga kecilnya.Membuat Alika harus pergi menjauh dari rumah tinggal nya.
Kreekk...
Suara decitan pintu mengagetkan Dio dan Bu Atik yang sedang duduk bersamaan di dalam ruangan.Kondisi kamarnya bahkan sudah rapi dan bersih.Sudah tidak ada pakaian yang terdampar di sela ruangan itu.Bi Atik memang orang yang baik,Dio menganggap nya sebagai ibu ke dua setelah Alika pergi dari kehidupannya.7 tahun Bu Atik merawat dan membesarkan Dio.Sifat yang sangat ke ibu-ibuan membuat Bu Atik semakin paham benar dengan keadaannya saat ini.
"Permisi," ujar Tari saat masuk ke dalam ruangan tersebut.Kehadiran Tari yang terpatung di ambang pintu membuat Bu Atik dan Dio menoleh ke arahnya secara bersamaan.Lucu bukan? Hehe B aja sih.
"Siapa den?" Tanya Bu Atik kepada Dio.
Dio tersenyum ke arahnya,dan merapikan rambutnya dengan kelima jari."Pacar saya bi," Dio terkekeh diikuti dengan Bu Atik yang ikut tertawa juga.
"Cantik ya den,cocok sama aden banget.Kalo sama mbak Inez yang pernah dateng ke rumah tuan itu aden nggak cocok," ujar Bu Atik.Saat Bu Atik menyebut nama Inez.Disitulah Tari bertanya-tanya,Inez pernah datang ke rumah Dio? Mitos atau fakta?
Tari duduk di sebelah Dio.Dio menggerai rambutnya sedikit ke belakang telinga.Aroma wangi parfum Tari membuat Dio ingin memeluknya lagi."Lo bolos?"
Pertanyaan itu,membuat telinga kanan Tari memanas.Tari hanya meringis mendengar ucapan Dio,"I-iya,"
"Nakal lo ya sekarang,"
"Eh,bukan gitu Dio.Gue kan bolos cuma mau nemenin lo untuk pulang ke rumah.Entar gue telat nggak papa kok,pasti Pak Dibyo ngasih gue masuk gerbang nanti." Ucap Tari bingung.
"Pak Dibyo galak,lo nggak takut?"
"Nggak,kumisnya doang tuh yang serem."
"Kenalan tuh sama Bi Atik,"
Tari menoleh ke arah Bu Atik yang sedang terduduk diam membaca koran harian."Bi,ada yang mau pdkt."
"Ih Dio apaan sih!" Ketus Tari sambil cengengesan.
"Mbak,perkenalkan saya Bu Atik,pembantu nya tuan Afran." Bu Atik tersenyum lembut kepada Tari.
"Iya,bu.Saya Tari,temannya Dio."
Dio mendongak,"Teman? Lo tuh pacar gue Tar,"
"Ih typo doang! Santai dwong bwang,"
Dio yang emosional.Malah,Tari suka untuk menggoda Dio agar marah.Tetapi,kalau Dio sampai marah beneran.Wuih,Tari bisa mati gantung diri ketakutan.
KAMU SEDANG MEMBACA
END OF SADNESS [ON GOING]
Roman pour Adolescents-HARAP FOLLOW DULU SEBELUM BACA- (Dilarang copast🚫) Mengira bahwa Dio adalah Monster abadi di sekolah,membuat banyak orang menjauh darinya.Namun,sebuah tarikan bermunculan saat pria tersebut tiba-tiba bersikap lembut.Dengan paras yang memukau kaum...
![END OF SADNESS [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/156699456-64-k901008.jpg)