[PART INI AGAK PANJANG JADI MOHON SABAR MEMBACANYA DAN SEMOGA FEEL PART INI KERASA YA!JANGAN LUPA RAMEIN KOLOM KOMENTAR DAN VOTE YA❤]
54.MASA SMA
Banyak hari-hari yang telah dilalui oleh siswa-siswi kelas 12 selama tiga tahun ini.Ada masa-masa pahit,manis serta asam yang menyelimuti kehidupan di sekolah menengah atas ini.Empat hari tersakit telah mereka lalui.Kini,mereka tengah begembira di luar ruang ujian dan saling memeluk satu sama lain.
Empat mata ujian yang melelahkan pikiran telah mereka lampaui dengan penuh ketekunan.Dan sebentar lagi,akan ada pengumuman penerimaan mahasiswa baru melalui sistem UTBK.Itulah yang ditunggu-tunggu oleh Tari untuk masuk ke Universitas yang ia inginkan.Salah satu Universitas ternama di Indonesia,yang berlokasi tepat di Ibukota.
Tari menginjakkan kakinya di kantin pojok.Tepat muncul menu makanan baru,yaitu ayam penyet.Dipesannya 3 porsi untuknya dan kedua sahabatnya yang kini tengah bersantai dengan headsheet mendengarkan radio yang bertema galau dan bucin-bucin akut.Seperti Prambors favorit seantero Kartika Abadi.
"Katanya,kalo lo cinta sama seseorang jangan kekenyangan.Ntar takutnya lo jadi kembung,dan nggak bisa nerima asupan orang lain." Ujar Mega tiba-tiba.
"Tumben lo bijak,biasanya kan mulut lo kayak cabe," sahut Tari sambil meringis menatap Mega yang kini memperlihatkan tatapan tegasnya.
"Orang kayak gue gini walaupun luarnya ancur,dalemnya halus sehalus ketiak Vino,"
"Sejak kapan ketiak Vino halus?" Tari menyenggol Tasya yang sedang membaca sebuah novel yang ditulis oleh Tere Liye.
"Ketiak Vino mah gapernah halus kali,halusan ketiak pak Madi hahaha!" Ucapnya lalu terkekeh sendiri.
"IH GILA!" Umpat Mega dengan sangat kerasnya.
Setelah mendengar umpatan tersebut,Tari dan Tasya langsung mendekat ke arah Mega untuk melihat ada apa sebenarnya.
"HAH? KOK BISA TAR?!" Protes Tasya yang tidak kalah kerasnya dengan Mega.
"Gue nggak tahu," Tari mendadak lesuh ketika melihat postingan story Instagram Dio yang sedang jalan berdua dengan Viola.Dan mereka tengah berduaan di tempat yang biasa Tari dan Dio kunjungi ketika mereka pacaran dulu.Tiba-tiba Tari menolak untuk ingat dengan Dio.
Tangan Dio tercetak jelas sedang merangkul pundak gadis itu.Gadis yang telah merusak segalanya.Tari hancur jika mengingatnya lagi.Sudah satu bulan Tari menghindari Dio.Namun,Dio tetap saja memaksakan diri untuk dekat dengan Tari.Dia ingin mengulang kembali seperti dulu lagi.Mengulang semuanya dengan lebih baik.Dan melupakan Viola dan perjanjian antara Dio dan Afran.Namun,sekarang apalagi?
Seperti itukah cara Dio melupakan Viola? Dengan mengajak jalan berdua gadis itu,dan memperlihatkan kemesraan mereka berdua pada publik.Naas,Tari ingin menghakimi dirinya sendiri.
Kamu benar-benar lupa denganku Dio?
-o0o-
"Siniin dong es krimnya," decak Viola yang tengah terduduk santai bersama Dio di taman depan mall.
"Bawel banget sih,makan sendiri nih." Dio menyodorkan es krim yang ia bawa pada Viola.Sejak pulang ujian,Viola sangat ribut agar Dio mau mengajak Viola jalan-jalan.Namun,apa yang dilakukan Viola kali ini membuat Dio lelah dan ingin sekali ia meninggalkan Viola di tempat ini sendiri.
"Ih,kok kamu gitu sih? Aku kan maunya di suapin," Viola berdecak kesal.Lalu,menario lengan baju Dio dan menarik-narik tangan Dio dengan manja.
"Lo punya tangan buat apa sih? Kalo nggak ada gunanya,lepas aja tangan lo,gagu juga!" Umpat Dio.Ia sangat kesal dengan sifat Viola yang terlihat kekanak-kanakan.Atas perkataan Afran,Dio terpaksa untuk mengiyakan permintaan gadis itu dengan terpaksa.Walaupun,dalam hati Dio masih ada Tari.Dan selalu Tari.
KAMU SEDANG MEMBACA
END OF SADNESS [ON GOING]
Teen Fiction-HARAP FOLLOW DULU SEBELUM BACA- (Dilarang copast🚫) Mengira bahwa Dio adalah Monster abadi di sekolah,membuat banyak orang menjauh darinya.Namun,sebuah tarikan bermunculan saat pria tersebut tiba-tiba bersikap lembut.Dengan paras yang memukau kaum...
![END OF SADNESS [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/156699456-64-k901008.jpg)