-HARAP FOLLOW DULU SEBELUM BACA-
(Dilarang copast🚫)
Mengira bahwa Dio adalah Monster abadi di sekolah,membuat banyak orang menjauh darinya.Namun,sebuah tarikan bermunculan saat pria tersebut tiba-tiba bersikap lembut.Dengan paras yang memukau kaum...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Allright! Who's him? :v Visual dari Revano Ge Abstan,sangat sangat dan teramat sangat cakep ini mah! :v (maafin kalo pake fotonya Charlie)Soalnya aku sempet bingung,mau pakai visual cast siapa lagi,wkwkwk,i'm so sorry :))
○○○
Dio kemana?
Dio kenapa nggak hubungin gue sama sekali,sudah 1 hari berlalu setelah kejadian itu.
Dio,maafin Tari...
Tari duduk di sudut kamar sambil menelungkupkan kepalanya.Melihat dream catcher yang sempat Dio beri untuknya.Bahkan,setelah kejadian di pantai,membuat Dio menghilang.Apakah Dio kesal dengannya,atau Mood nya sedang berantakan dan stress?
Ahhhhh!
Tari beranjak mandi dan pergi menuju ke rumah Dio.Melihat bahwa putrinya sangat tergesa-gesa,Sonya langsung datang menghampirinya.
"Ngapain,sepagi ini?" Tanya Sonya yang sedang berdiri diam di ambang pintu.
"Mau ke rumah Dio,Dio marah ke Tari mah." Sau tetes air mata jatuh dan disusul oleh teman-temannya.Tari memaku di pelukan Sonya.Begitupun dengan Sonya,ia langsung menerima pelukan dari Tari dan menenangkannya.
"Kenapa? Kan bisa kalian bicarakan baik-baik sayang.Dulu,mama sama papa juga sering berantem,tapi kita mempunyai prinsip bahwa hubungan tidak akan berakhir dengan satu.Pisah.Kita harus menyelesaikan permasalahan itu dengan baik dan lapang dada."
"Tapi,Dio.Tari takut kehilangan Dio mah,"
"Yaudah,gini-gini.Sekarang,kamu pergi dulu aja ke rumah Dio,nah setelah itu ketemu sama dia bicara baik-baik dan saling memaafkan.Oke?" Tari mengangguk pelan dan menuruti ucapan Sonya.
Tari langsung merapikan rambutnya.Ia melangkah menuju garasi.Terlihat pak Ujang sedang memanasi mobil Sonya.Tari langsung membuka pintu,membuat seseorang yanga da di dalam kaget.
Mobil mereka mulai melaju,meninggalkan rumah berukuran minimalis itu.Kini,pak Ujang menaikan kecepatan mobil.Itupun,salah satu permintaan dari Tari.Bahkan,jika Tari tidak meminta beliau untuk ngebutpak Ujang tidak akan secepat itu mengendarainya.
"Ini,kemana neng arahnya?" Tanya pak Ujang sambil menoleh ke samping.
"Oh,ini belok ke kanan,terus ada rumah pagar gold tinggi,nah berhenti aja di situ pak," Pak Ujang mengangguk paham,dengan arahan dari Tari.