Cie yang dulu suka nyapa gue
Yang suka makan bareng dikantin sama gue
Jalan ke parkiran bareng gue
Sekarang apa kabar?
Atau sudah auto death ya makannya kok nggak pernah muncul lagi.Tsadest mang!
-LEONARDO-
-o0o-
Kringg..kringg
Bel sekolah tanda jam pertama di mulai.Memang,terkadang petugas sekolah membunyikan bel seenaknya saja.Kadang bel listrik,dan kadang bel jaman bahuela.Koridor atas sudah sangat sepi sekarang.Kebanyakan murid sudah masuk ke kelas masing-masing.
Oke,kita kembali lagi di dalam kelas MIPA 2.Kelas Dio sekaligus anggota yang terdeteksi sebagai most wanted SMA Kartika Abadi.Mereka langsung duduk dengan sigap di tempat masing-masing.Kemudian disusul Gerald yang memimpin doa sebagai ketua kelas.
"Ditempat duduk siap grak! Berdoa di mulai," ucapan Gerald malah membuat salah beberapa di antara siswa di kelas mengumpat tawa.Apalagi barisan tempat duduk paling ujung.Tempat dimana anak-anak most wanted berkumpul.Mereka tidak berdoa,malah asik ngejar booyah.
"Boyyah abang,kalo boyyah hadiahnya apa nih buat abwang?" Ujar Arnold sambil menggebrak-gebrak meja.Semua pandangan sekarang tertuju pada barisan itu.Beberapa diantara siswi kelas memberi peringatan bahwa Pak Dibyo sedang berjalan menuju kelas.Guru killer pada jam pertama pelajaran,membuat semua siswa sudah malas saja.
"Sst Nold," bisik Dio dari samping.
"What?" Ujar nya singkat.Tidak ada henti-henti nya memainkan ponsel nya itu.Padahal,tidak ada notif dari siapapun.Paling hanya notif timeline dan diskon olshop.
"Lo mau hadiah kan dari ciwi lo?" Tanya Dio yang hanya di jawab dengan anggukan semangat tanpa menoleh ke Dio."Kemarin kan gue nonton di youtube gamers.Lah,disitu cowok nya main duo sama ceweknya.Satu kali kill di cup tuh hadiahnya.Lah lo mau nggak di gituin? Tapi,kayaknya cuma mimpi itu mah.Kan,Arnold nggak punya ciwi! HAHAHA!" Tawa Dio mengisi keheningan kelas.Bahkan,pak Dibyo sudah duduk di kursi guru dan memperhatikan Dio.
"Diem woy bambang! Pak Dibyo tuh,gak peka sih lo," sinis Vino dari belakang Dio.Asal kalian tahu,setelah jadian dengan Tasya,sikap Vino perlahan mulai berubah menjadi orang yang...ya agak sopan gitu.But,hanya berlaku untuk orang tertentu saja.Dasar Vino.Mahir dalam mem-bucin.
"Sudah?" Aba pak Dibyo sambil membenarkan kacamata nya."Apa nya bapak?" Ujar Dio santai dan emm tidak terhormat.
"CANDA KALIAN BEDUL!" Sentak pak Dibyo membuat seisi kelas bergidik ngeri mendengarnya.Ini bukan pertama kali pak Dibyo marah.Sudah berpuluh-puluh kali,dan pembuat pak Dibyo marah hanyalah orang itu saja.Ya,tak lain lagi Dio,Arnold,dan Vino terutama.Tapi,alhamdulillah hari ini Vino khilaf.
"Tadi cuma ngomongin tentang pacar online pak,kan lagi nge-trend gitu sekarang pak," ujar Dio lagi-lagi mengacau pembicarannya.
"Apaan kamu ini,ketua Osis tidak tau aturan.Kamu ini kan mau pensiun jadi Osis,tau diri dong!" Sahut pak Dibyo.
"Iya,maaf pak." Ujar Dio singkat.Untunglah tidak ada hukuman dari Pak Dibyo.Karena,biasanya pak Dibyo akan menghukum murid seperti ini minimal hormat bendera 2 jam pelajaran.
-o0o-
Tari was a little girl
Afraid of a big wide world
She grow up,within her castle walls
Vino tiba-tiba duduk di sebelah Tari dan bernyanyi dengan ke pedean nya.Tari meneguk jus jeruk yang telah ia pesan dan menahan tawanya yang serasa ingin meledak saja.Sekarang,maei kita lihat kondisi Tasya.Vino bahkan tidak bicara dengannya.Alias cuek bebek."Minggir lo,ini punya gue.Punya lo tuh di depan," ujar Dio sambil menengahi duduk Tari dan Vino.
KAMU SEDANG MEMBACA
END OF SADNESS [ON GOING]
Teen Fiction-HARAP FOLLOW DULU SEBELUM BACA- (Dilarang copast🚫) Mengira bahwa Dio adalah Monster abadi di sekolah,membuat banyak orang menjauh darinya.Namun,sebuah tarikan bermunculan saat pria tersebut tiba-tiba bersikap lembut.Dengan paras yang memukau kaum...
![END OF SADNESS [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/156699456-64-k901008.jpg)