33.PACAR BARU(?)

447 9 0
                                        

Ucapan memang bisa seenaknya,
Tapi,mata kamu nggak bisa bohong kalau hati kamu sakit sekarang ini.

~Dio alfarizi~

-o0o-

"WOI BAMBANG! PANTAT LO ADA PERMEN KARET NYA!" Teriak Ganang dari duduknya.Para Oscar sedang menikmati hari yang mereka nanti.Freeclass.Ini hal yang dinanti oleh semua murid bukan? Termasuk kamu?

"Anjir! Siapa yang ngasih woi!?" Ujar Vino sambil bergidik jijik melihat celana nya yang tertempel permen karet berwarna semu pink itu.Tak lain lagi,pasti ini kerjaan teman-temannya yang sengaja menaruh bekas permen karet di kursinya.

"Iwh banget dih jijay euy!" Ujar Arnold di sebelahnya.Semua orang di wilayah itu tertawa terbahak-bahak melihat kondisi Vino saat ini.

"WOI,SIAPA YANG NARUH NI PERMEN!?" teriak Vino lagi sambil merengek seperti anak kecil yang takut akan sesuatu.Tidak ada yang menjawab nya satu pun.Akhirnya,Dio datang dari koridor atas dengan membawa sebatang kayu kecil dan membereskan masalah sepele itu.

"Dasar badan jigong,gitu aja lemah!" Ketus Dio dingin sambil menyingkirkan benda menjijikan itu dari celana Vino."BUKAN LEMAH BOS,CUMAN JIJIK AJA PASTI ULAH NOH ORANG!" Ujar Vino sambil menunjuk anak-anak lain yang sedang sibuk mabar.

"Yo,udah baikan sama pacar tercintah?" Ucap Arnold yang masih duduk di tangga.Dio mendenguskan nafasnya kesal.Ia tidak ingin jujur kali ini,bahwa sebenarnya ia tidak tega menjauhi Tari seperti ini.

"Mau gue baikan kek,musuhan kek bukan urusan kalian," ketusnya.Semuanya langsung terbelalak mendengar ucapan Dio barusan.Bisa-bisanya sekarang ini Dio lebih dingin dan judes dari biasanya.Apakah efek dari kemarahannya dengan Tari? Iyalah.

"Terserah lo aja sih Yo.Kalau gue saranin ya,mulai sekarang lo harus maafin dia.Kasihan,katanya lo sayang sama Tari eh malah lo jauhin sampai sekarang? Gue nggak tega deh liat Tari suka ngalamun di depan kelas sambil ngetuk-ngetuk tong sampah." Ujar Vino panjang lebar.

"Ngetuk-ngetuk tong sampah? Maksud lo? Yang bener aja lo Vin!" Ujar Leonard yang baru datang dari ruang BK.Pasti anak itu bermasalah lagi dengan Vein.Siswi yang dari dulu ia incar,dan tidak pernah dibalas perasaan yang sama.Kasihan.

"Beneran suer!" Vino mengangkat dua jarinya menandakan bahwa ia tidak berbohong.Memang,akhir-akhir ini Tari sering melamun di kelas,di kantin,perpustakaan,bahkan di lapangan sekalipun saat ia mengingat kejadian malam itu.Tragis.

-o0o-

Semua murid Kartika Abadi sibuk menonton pertandingan bola basket di lapangan.Sebagian banyak juga yang bergerombol melihat isi mading yang sekarang ini menjadi trending topic di sekolah.

"TARI! GILA GILA GILA!!!" Teriak Mega yang baru saja berlari ngos-ngosan masuk kedalam kelas dan langsung membuat heboh satu kelas.

"BERISIK WOI MUKA ONTA!" Ketus seorang siswa yang sedang sibuk bermain game online di bangku paling belakang.

"Tar,lo ta-u ng-gak sih di mad-ing ada lo!" Tegas Mega masih terlihat ngos-ngosan setelah berlari.

"Ngomong yang jelas dong Mega,gue masih bete sekarang.Perjelas ucapan lo,nih sedot dulu es nya," Tari menyodorkan gelas plastik yang berisi es jeruk kepada Mega.Dengan sigap,Mega langsung menyeruputnya dengan lantang.

"Pokoknya lo ke mading jurnalistik deh sekarang,lagi heboh disana!" Ujar Mega."Buat apa gue kesana? Emang ada apaan sih?" Ucapan Mega itu,membuat Tari semakin kepo dengan apa yang sedang terjadi saat ini.

"Lo ikut gue sekarang," Mega langsung menarik paksa Tari keluar dari kelas.Mereka berdua berlari kecil menuju mading di depan ruang jurnalistik.Sesampai disana,memang benar apa yang dikatakan Mega.Sangat riuh kondisi disana sekarang.

Badan Tari menegang setelah melihat apa yang tertempel di dalam mading tersebut.Sebuah kalimat yang mengutuk dirinya sendiri saat ini.Bodoh.Sangat bodoh.Siapa yang melakukan semua ini? Pasti Reynold.

Di tulisan mading itu,tertulis kalimat seperti ini.

Gue Reynold.
Dari sekolah sebelah.Siswa yang ditakuti banyak murid di Kartika.Dan saat ini,gue hanya bilang dan menyatakan bahwa gue dan Tari Fathma Anjani resmi berpacaran sejak kemarin sore.Gue harap,siapapun dari kalian yang ter-obsesi dengan Tari,bisa menjauh darinya.Paham? Oh iya,satu lagi.Buat Dio Alfarizi,gue tantangin lo tanding basket besok hari libur.Kalau lo menang,gue serahin Tari ke lo.Dan jika tim lo kalah,ikhlasin aja cewek lo buat gue selamanya! Ajak siswa-siswi yang lain untuk datang ke pertandingan,untuk saksi mata!

Tertanda,
Reynold.

"Enak ya jadi Tari,banyak di rebutin cowok," ujar seorang siswi yang berada di belakang Tari.Ia tidak suka dipermainkan seperti ini.Kenapa harus Tari? Apakah Dio sudah mengetahui semuanya?

"Gimana nih Tar,bahaya banget kalau Dio kalah.Bisa-bisa lo dijahatin sama Reynold lagi," sahut Mega sambil merasa kasihan kepada Tari.

"Tapi,gue sama Reynold nggak pacaran Meg!" Ketus Tari yang membuat beberapa orang disekitarnya mengalihkan pandangannya."Reynold udah sebarin berita hoax.Gue sama sekali nggak pernah terima dia jadi pacar gue lagi Meg," air matanya mulai menetes.Sesakit inikah,bahkan serumit inikah mempertahankan suatu hubungan yang dirusak oleh orang lain.

"WOI YO!" Sahut Arnold yang sedang berdiri di depan laboratorium biologi.Dio langsung berbalik arah dan menghampiri kawannya itu.

"Apaan?" Ucapnya lagi-lagi dingin.

"Tari sama Reynold pacaran.Dan besok hari libur,Reynold ngajak lo tanding basket buat ngerebut Tari dari dia," ujar Arnold meyakinkan Dio.Semua itu,membuat otak Dio bekerja lebih keras lagi.Memang susah,men-sterilkan pikiran-pikiran dahsyat yang memenuhi pikirannya saat ini.

"SIALAN!" Ketus Dio langsung berlalu meninggalkan Arnold begitu saja.

-o0o-

"Aduh Dio,sakit tau nggak?!" Ujar Tari yang ditarik kencang oleh Dio menuju di depan gudang sekolah yang sepi.

"Lo pacaran sama Reynold?" Ucapnya dingin.Membuat tangan Tari gemetaran ingin menjawabnya.Bukan pertanyaan seperti ini yang Tari inginkan.Mengingat,kejadian di mading saat itu,pasti Dio sudah mengetahui semuanya.

"Kamu udah tau semuanya?" Ujar Tari pelan sambil menundukkan kepalanya menatap keramik putih yang tersusun rapi.

"Jawab iya atau nggak!" Ketus Dio lagi.Emosinya benar-benar meledak saat ini.Dio benci Reynold,ia benci semuanya.Semua yanh menghancurkan hidupnya.

"Enggak,aku nggak pacaran sama Reynold.Bahkan,aku nggak tau apa maksud dan tujuan Reynold nulis itu semua di mading," ujar Tari sambil meyakinkan Dio agar dapat mengendalikan emosinya saat ini.

"Gue nggak percaya,gue benci sama lo!" Tegas Dio langsung berbalik arah meninggalkan Tari.Baru beberapa langkah,kaki Dio terhenti dengan panggilan yang baru saja di ucapkan Tari.

"Kamu terima ajakan Reynold untuk tanding?"

"Kalo iya kenapa?!" Ujar Dio lalu berlalu kembali meninggalkan Tari yang masih terdiam lesuh di sana.Ada harapan besar bagi Tari kalau Dio masih mencintainya.Dio menerima ajakan Reynold.Itu berarti Dio ingin merebut Tari dari Reynold bukan?

Semoga kamu jadi pemenangnya,batinnya.

-o0o-

Terimakasih semuanya sudah mampir,terimakasih juga para readers setia yang nungguin End Of Sadness sampai saat ini.

Kalian ada di tim mana?

ReyTar / DiTar

Comment di sebelah ya❤

Oh iya,jangan lupa baca project baru aku lagi,judulnya Markus.Jangan lupa Vomment nya ya.Terimakasih.

Salam manis,
Desika Alfarizi.



END OF SADNESS [ON GOING]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang