Ku berandai kau disini
Mengobati rindu ruai
Dalam sunyi,ku sendiri meratapi
Perasaan yang tak jua di dengar
Tak kenapa,bila rasa ini tumbuh sendirian
Tak berdaya diri bila diantara
Walau itu hanya bayang-bayangmu
Senyumanmu...
Yang indah bagaikan candu
Ingin trus ku lihat walau dari jauh
Sekarang aku pun sadari
Semua hanya mimpiku yang berkhayalan
Kan bisa ber..samamu...
🎶Halu(Feby Putri NC)🎶
[]JANGAN LUPA VOTE,COMMENT SEBANYAK-BANYAKNYA,FOLLOW JUGA YA! HAPPY READING❤
50.TRIGONOMETRI
Makan malam,dipinggir tugu pahlawan Malang.Suasana pinggir kota malam hari yang dingin,membuat bulu kuduk merinding.Beda seperti di Semarang,malam-malam gini biasanya mereka habiskan untuk berendam di bath up semalaman.
"YAAMPUN OMOOOO JINJA OMOOO TAECHIKAAA!!!" Ucap Vino tiba-tiba.
"Apa sih ogeb,berisik banget sukanya," oceh Arnold sembari menghisap puntung rokoknya.Kalau kalian tanya,anak-anak OSCAR demen ngerokok,itu bener banget.Tapi Dio,sudah jarang lagi.Karena,ia tahu dampak buruk jangka panjang dari rokok.
"EH GAIS LIHAT DEH YAAMPUNN ISTRIKU MILA!! MASA UPLOAD VIDEO CIUMAN SAMA MAS SHAWN!!!" Ujar Vino sambil berpura-pura menangis.Oke,selain K-POP,artis barat juga menjadi favoritnya.Termasuk Mbak Mila alias Camilla Cabelo.
"Mesum aja lo Vin,Tasya tuh ada enggak usah cari yang barat," ujar Dio santuy.
"Siapa juga yang demen sama cewek barat,"
"LA ITU BUKTINYA?!" Cerocos semuanya langsung menyembur telinga Vino.Vino yang sudah merasa kalah,akhirnya diam dan melanjutkan makannya.
"Sya,lo enggak makan?" Tanya Ganang di sela-sela kesibukannya menyantap bakso Malang Ori.
"Males," ucapnya sambil menggerutu menatap layar ponsel.
"Kalau males balik aja sono," sahut Dio.Sinis amat si bang.
"Maksud lo?! Gue suruh pulang sendiri gitu ke villa?! Hellaw gini-gini kasihan ya skincare gue luntur tahu nggak!" Celoteh Meisya sambil mengkibas-kibaskan rambutnya yang tergerai.
"Kok luntur,emang ini siang apa gimana kok luntur?" Ujar Tasya.
"Apa jangan-jangan skincare lo murahan Sya?" Ucap Mega.
"Apa muka lo berminyak kali Sya,jadi skincare lo enggak tahan tuh sama minyak membandel," ujar Dio.
"Kalian bisa diem apa nggak? Bisa nggak sih kalian berhenti ngerendahin Meisya?" Ganang bangkit dari duduknya dan beranjak membela sang putri impian.
"Maksud lo apa Nang?!" Dio juga beranjak berdiri.
"Dio udah," elak Tari sudah ketakutan jika tiba-tiba Dio kalap.
"Kalian yang suruh Meisya ikut ke sini kan? Terus kenapa kalian malah bully dia? Apa salah dia?" Tanya Ganang lagi,seakan-akan sedang menginterogasi teman-temannya.
"Gue bully dia? Bukannya salah ya kata-kata lo itu? Dia yang berlebihan! Udah gue bilang dari awal enggak udah NGAJAK MAK LAMPIR ITU! MUAK GUE!" Bentak Dio lalu menarik tangan Tari keluar dari kedai pinggir jalan.
"Eh,eta mau kemana dah?" Tanya Vino bingung.Lalu ia memegangi dan memijit kepalanya yang tidak pusing.Sokamat!
"Marahan lagi,tau ah pengin beli truk!" Celoteh Tasya,lalu menyusul keluar untuk kembali ke villa.
KAMU SEDANG MEMBACA
END OF SADNESS [ON GOING]
Teen Fiction-HARAP FOLLOW DULU SEBELUM BACA- (Dilarang copast🚫) Mengira bahwa Dio adalah Monster abadi di sekolah,membuat banyak orang menjauh darinya.Namun,sebuah tarikan bermunculan saat pria tersebut tiba-tiba bersikap lembut.Dengan paras yang memukau kaum...
![END OF SADNESS [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/156699456-64-k901008.jpg)